custom writing help
Profil Archives - Manggala OnlineManggala Online

Profil

Bom Bali I tahun 2002 meruntuhkan sektor pariwisata Bali kala itu, berimbas bagi AA Ayu Putri Astrini,53, asal Banjar Timbul, Desa Pupuan, Tegallalang. Karena, pariwisata kolap akibat Bom Bali I itu, dia kehilangan pekerjaan sebagai pramuwisata, yang memberi kehidupan sehari-hari. “Setelah Bom Bali I, saya kehilangan pekerjaan. Dan saya nganggur,” kenangnya, istri dari I Wayan Sunaryo ini.

Selama kehilangan pekerjaan itu, dia melihat potensi di desanya banyak pohon bambu. Dan dia ingat sempat mendengar cerita dari salah seorang turis asal Jepang yang dipandu. Turis itu menceritakan bahwa, di negara Jepang arang bambu masih banyak dimanfaatkan kelompok tertentu sampai sekarang. “Dari cerita itu, saya terbesit ingin mencoba membuat arang bambu untuk bahan dasar sabun maupun bahan lainnya,”ungkap lulusan SMA pembangunan Ubud, 1987 ini.

Minatnya yang tinggi untuk mengolah arang bambu sebagai produk sabun dan jenis produk lainnya itu sampai dia menghubungi turis yang sempat diajak ngobrol tentang arang bambu itu, untuk membantu meneliti bambu-bambu yang ada di desanya, yang kiranya paling bagus untuk arang sebagai bahan dasar membuat sabun. Dia pun harus mengirim tujuh sampel jenis bambu untuk diuji. Dan dari bambu yang dikirim, hanya bambu petung saja yang tidak layak. Lainya semua bagus. Dan yang paling bagus adalah bambu tali dan bambu jajang.

Hasil awal membuat arang belum begitu bagus. Sering bambu yang dibakar terlalu hangus sampai menjadi abu. Ternyata, untuk proses membuat arang yang bagus ada teknik. Dari membuat tungku, proses pembakaran hingga memotong dan membelah-belah bambu, sehingga mampu menghasilkan arang yang masih utuh berbentuk batangan. “Awalnya saya sering rugi. Hampir putus asa. Tapi karena tak ada pekerjaan lain, dan niat keras ingin punya produk khas, saya terus belajar,” kenang ibu dua anak ini.

Ketekunannya mengeluti arang bambu sampai sekarang ini akhirnya berbuah manis. Dilirik Dinas PMD Gianyar mengikuti Lomba Teknologi Tepat Guna(TTG) tahun 2018,  mendapat Juara I di Gianyar dan Juara II Tingkat Provinsi Bali. Upayanya itu juga membuahkan penghargaan Silpakara  dari Gubernur Bali I Wayan Koster 2019. Dan yang tak kalah membanggakan adalah produk berbahan arang laku di pasaran bahkan pasar manca negara. Dan yang paling penting lagi mampu menyerap tenaga kerja di lingkungannya.

Kendati puluhan tahun telah digeluti, dirinya merasa masih banyak tantangan dan kendala yang dihadapi. Terlebih menghadapi pemasaran di masa depan. Karena itu, dirinya memohon pemerintah dari tingkat desa sampai pusat untuk membantu berbagai hal yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan usahanya ini. Seperti akses permodalan, aspek legalitas usaha dan produk. “Sebelumnya memang sudah ada perhatian dari Kemenaker berupa peralatan pemecah bambu. Tapi masih banyak peralatan yang kami butuhkan terutama untuk pengolahan arang dan pengkemasan produk. Dan kami butuh banyak hal terkait aspek legalitas usaha dan perlindungan terhadap hak kekayaan intlektual, sehingga produk yang dihasilkan tidak gampang dijiplak,” pungkasnya. (wir).

September 23, 2020

AA Ayu Putri Astrini: Kehilangan Pekerjaan, Geluti Arang Bambu

Bom Bali I tahun 2002 meruntuhkan sektor pariwisata Bali kala itu, berimbas bagi AA Ayu Putri Astrini,53, asal Banjar Timbul, Desa Pupuan, Tegallalang. Karena, pariwisata kolap […]
November 5, 2019

Ni Luh Putu Diah Desvi Arina, S.Kom., Miss Internet Indonesia 2019

Denpasar (Manggalaonline)- Sosok Ni Luh Putu Diah Desvi Arina mampu mengharumkan nama Bali di kancah perhelatan nasional, karena sukses menyabet gelar di Miss Internet Indonesia 2019. […]
October 1, 2019

Putu Diah Desvi Arina Dinobatkan Miss Internet Indonesia 2019

Denpasar (Manggalaonline)- Gadis asal Bali Ni Luh Putu Diah, yang merupakan Staf Bagian Humas Pemerintah Kota Denpasar mengalahkan dua finalis lainnya, Difa Putri Ariani asal Sumatra […]
May 28, 2019

Ir. I Nyoman Buana Kelola Monkey Forest Dari Manajemen Tradisional Jadi Profesional

Pagi Senin(27/5), Ir. I Nyoman Buana tampak santai, di rumahnya yang berlokasi Jalan Hanoman Nomor:3 Ubud, tepat di tengah hirukpikuk berseliweran para turis jalan-jalan menikmati panorama […]