custom writing help
News Archives - Page 93 of 202 - Manggala OnlineManggala Online | Page 93

Gianyar(Manggalaonline)- Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar akan membangun Desa Wisata Bambu. Hal ini merupakan upaya membangkitkan  potensi desa, di mana desa ini merupakan pusat kerajinan bambu. Terutama kerajinan furniture berbahan bambu.

Antara kerajinan bambu dan Desa Belega seakan telah meyatu, bahkan saling membranding. Kalau melihat funiture berbahan bambu, pikiran pasti tertuju kepada  Desa Belega. Demikian sebaliknya, jika melintas di Desa Belega orang pasti ingat produk kerjinan furniture bambu. Desa Belega, telah terkenal  sebagai pusat kerajinan bambu. Tidak hanya di Bali, juga dikenal di luar Bali, bahkan terkenal di manca Negara.

Masa keemasan kerajinan bambu di Desa Belega terjadi antara tahun1990-an sampai 2000-an. Saat itu hampir 90 persen masyarakat Desa Belega sebagai perajin bambu. Boleh dibilang ekonomi masyarakat saat itu bergantung pada kerajinan bambu.

Kerajinan bambu semakin merosot sejak terjadi peristiwa bom Bali I tahun 2002 silam. Sejak itu, permintaan kerajinan bambu semakin menurun. “Sejak Bom Bali I, permintaan lesu,” ujar perajin I Made Sujana Yasa, Senin(17/6).

Sujana menuturkan, mulanya kerajinan kursi bambu di Desa Belega diproduksi oleh beberapa perajin saja. Salah satunya Almahum Bapak Tuges. Saat itu produksi kerajinan kursi dan meja bambu dipasarkan langsung oleh perajin ke rumah-rumah penduduk. Ada yang mampu menembus hotel, yakni Hotel Bali Beach, Sanur. Karena kursi bambu di Hotel Bali Beach ini kerajinan kursi dan meja bambu booming.

Sujana menceritakan, ada suatu film yang dishooting di Hotel Bali Beach, di dalam tayangan film tersebut terlihat ada kursi bambu jengki. Kelihatannya unik, dan menarik para penonton film. Sejak itu, permintaan kursi dan meja bambu meningkat. Tidak hanya masyarakat di Bali, luar Bali bahkan turis manca Negara. Permintaan furniture bambu, terutama kursi bambu semakin laris manis. Hal ini menyebabkan banyak warga menaruh harapan sebagai perajin bambu. Sampai 2002, hampir 90 persen warga Desa Belega sebagai perajin.

Menurut Sujana, setelah Bom Bali I 2002, permintaan makin merosot. Di tengah permintaan yang terus merosot, para perajin terus berkreasi, dengan memproduksi produk kerajinan lain, selain kursi, meja dan produk funiture lainnya. Seperti membuat ranjang dari bambu, almari bambu, skat ruangan dari bambu dan asesoris rumah tangga dari bambu, dan lainnya. Ini sebagai upaya perajin untuk bertahan pada kerajinan bambu.  Namun, hal itu tak mampu membuat betah para perajin menekuni kerajinan bambu. Banyak perajin berhenti dan beralih profesi lain. Seperti tukang bangunan, petani dan buruh serabutan. Ini menyebabkan jumlah perajin turun drastis. ” Saat booming hampir 90 persen warga Desa Belega sebagai   perajin bambu. Tapi sekarang, mungkin tinggal hanya 10 persen saja,” ungkapnya.

Sebagai seorang perajin yang sudah banyak menikmati manisnya hasil kerajinan bambu, Sujana ingin membangkitkan kembali kejayaan kerajinan bambu seperti masa 1990-an. Dia berharap, para perajin bambu Belega, bersatu menghimpun diri memajukan kerajinan bambu kembali. Karena, kerajinan bambu sudah menjadi identitas Desa Belega. “Kami ingin kerajinan bambu bangkit lagi,” harapnya.

Perbekel Belega I Ketut Tresna Jaya, S.S., membenarkan, kalau aspirasi sebagian masyarakat ingin membangkitkan kembali kejayaan kerajinan bambu. Desa sudah memasukkan ke dalam program desa di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa(RPJMD) Belega. Katanya, dari aspirasi masyarakat, ingin membangkitkan kembali kerajinan bambu dengan kemasan Desa Wisata Bambu. “Kami sebagai Pemerintah Desa Belega, mendukung itu. Kami sudah mulai mengagas pembangunan Desa Wisata Bambu,” ujarnya. 

Rencananya, desa akan membuat ciri khas Desa Belega, berbahan bambu. Seperti, ingin membangun gapura masuk Desa Belega dengan gapura bambu, mensosialisasikan kembali manfaat kerajinan bambu bagi masyarakat agar perajin kembali mengerjakan kerajinan bambu. Terpenting lagi menurutnya, mengingat kembali kerajinan bambu telah membuat tenar Desa Belega. “Kami ingin kerajinan bambu kembali menjadi branding Desa Belega,” ujarnya.

Terkait Desa Wisata, Tresna Jaya mengungkapkan, pihaknya akan membangun home stay, di suatu lokasi, yang nantinya home stay yang dibangun dengan bahan bambu. Sekarang banyak perajin bambu yang telah mampu membangun rumah dengan bahan bambu. Pihaknya  ingin mengajak dan memberdayakan  perajin membangun pondok wisata dari bambu.

Katanya, tren kembali ke alam sekarang ini membuat rumah bambu diminati wisatawan. Maka tidak heran banyak vila, restoran dibangun dengan bahan bambu. Bahkan, sekarang banyak perajin bambu Belega yang membangun rumah bambu baik di Bali, luar daerah bahkan ada yang sampai ke luar negeri. “Ini kekayaan potensi sumber daya manusia kami. Akan kami ajak untuk membangun Desa Wisata Bambu di Desa Belega. Semoga hom stay bambu nanti bisa menjadi cirri khas Desa Wisata Kami,” harapnya.(wir).

June 18, 2019

Desa Belega, Akan Bangun Desa Wisata Bambu

Gianyar(Manggalaonline)- Desa Belega, Blahbatuh, Gianyar akan membangun Desa Wisata Bambu. Hal ini merupakan upaya membangkitkan  potensi desa, di mana desa ini merupakan pusat kerajinan bambu. Terutama […]
June 18, 2019

PDAM Denpasar, Gelar Sarasehan Kewirausahaan, Tingkatkan Tatakelola Perusahaan

Denpasar (Manggalaonline)- Hari jadi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Denpasar setiap 1 Juli yang tahun ini dikemas lewat berbagai kegiatan dari perlombaan, sosial dan sarasehan. […]
June 18, 2019

Sekda Klungkung Hadiri Pemilihan Abdiyasa Teladan Tingkat Kabupaten 2019

Semarapura (Manggalaonline)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra mewakili Bupati Klungkung menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pemilihan Abdiyasa Teladan Tingkat Kabupaten Klungkung Tahun 2019 […]
June 18, 2019

Bupati Tabanan Ajukan Tiga Ranperda

Tabanan (Manggala) – Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan mengajukan tiga buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) […]