custom writing help
News Archives - Page 233 of 238 - Manggala OnlineManggala Online | Page 233

Singaraja (Manggala)-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Buleleng) 2017 yang digelar Rabu(15/2), menjadi pertarungan “Head To Head”. Betapa tidak, Dewa Nyoman Sukrawan yang pernah menjabat Ketua DPRD Buleleng periode 2009-2014 dengan mengandeng Gede Darma Wijaya yang juga pernah sebagai Wakil Ketua DPRD Buleleng,  berhadapan dengan petahana Agus Suradnyana, S.T., yakni Bupati Buleleng ke-8, yang menjabat mulai  27 Agustus 2012 bersama Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra,S.POG

Kancah kedua pasangan calon, baik Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede darma Wijaya maupun Putu Agus Suradnyana dan dr. Nyoman Sutjidra, setelah putusan PTUN Surabaya tampak mencolok. Mereka memanfaatkan potensi dukungannya untuk bisa unggul di pilkada Buleleng 2017.  Sebut saja saat saat debat publik sesi pertama di Hotel Melka yang disiarkan secara langsung oleh RRI Singaraja dan sejumalh radio swasta di kabupaten Buleleng,  mereka saling memperlihatkan kemampuannya untuk meyakinkan kepercayaan masyarakat, dengan visi misi yang diangkatnya.

Sedangkan pada debat publik kedua ini disiarkan langsung melalui tiga stasiun televisi yang ada di Bali, di Agung Ballroom Hotel Inna Grand Balibeach Sanur Denpasar dipandu moderator Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si  Tema yang diangkat untuk debat sesi kedua ini adalah Pembangunan ekonomi, pertanian, pariwisata, hukum dan politik untuk Buleleng.

Dalam empat segmen pertama kedua Pasangan Calon (Paslon) yakni Paslon Nomor Urut 1, Dewa Nyoman Sukrawan dan I Gede Dharma Wijaya, S.E., M.M., M.Kes., dan Paslon Nomor Urut 2, Putu Agus Suradnyana, ST dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG, bergantian menjawab pertanyaan dari lima panelis yang disiapkan KPU Kabupaten Buleleng.

Kelima Panelis tersebut adalah Dr. Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.H., bidang hukum dan politik, Prof. Dr. Ir. I Made Supartha Utama, M.Si, ahli pertanian, Prof. Dr. Kembar Sri Budhi, ahli ekonomi, Dr. Ida Ayu Sri Widnyani, S.Sos., M.AP, bidang kebijakan public, Bagus Sudibya, bidang pariwisata.

Pada segmen lima dan enam, kedua Paslon saling mengajukan pertanyaan dan saling menanggapi atas pertanyaan dan pernyataan yang telah diberikan. Yakinkan hari pencoblosan, KPU sebarkan kalender

Untuk meyakinkan Masyarakat Buleleng agar tahu tentang hari dan tanggal pencoblosan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng, KPU Buleleng pun, empat hari jelang pencoblosan sempat sebarkan brosur dan kalender di kota maupun di kecamatan dan pasar – pasar tradisional di Desa/Kelurahan oleh PPS yang berisi bahwa hari Rabu 15 Februari 2017 adalah hari yang diliburkan untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati Buleleng.

Penyebaran kalender, brosur, tentang hari dan tanggal pencoblosan ini, dilakukan pukul 4 pagi dengan mengendarai mobil keliling lengkap dengan peralatan pengeras suara untuk memutar iklan, jingle, dan rekaman suara ajakan memilih dari KPU Buleleng

Komisioner KPU Buleleng Gede Sutrawan menyampaikan sosialisasi dengan Mobil keliling, dan pengeras suara ini diharapkan dapat berjalan efektif, guna mengingatkan kembali Masyarakat walaupun sudah dapat sosialisasi dari Penyelenggara PPK ataupun PPS, serta dari berbagai media massa elektronik maupun cetak.

Back groud calon bupati

Dalam perhelatan pilkada Buleleng 2017 , kedua calon bupati ternyata memiliki pengalaman dan sepak terjang berbeda. Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten Buleleng 2017, Dewa Nyoman Sukrawan yang pernah mengeyam ilmu di Universitas Mahendradata tahun 2010, merupakan mantan Ketua DPRD Buleleng periode 2009-2014 mendaftarkan diri  sebagai bakal calon bupati kabupaten Buleleng untuk periode 2017-2022 bersama bakal wakil bupati Buleleng yang bernama Gede Dharma wijaya. Pasangan Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma wijaya dikenal dengan paket “SURYA”. Mereka adalah Bakal Pasangan Calon Perseorangan.

Dewa Nyoman Sukrawan yang lahir 11 April 1971 di Singaraja, bertempat tinggal di Banjar Dinas Satria, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng. Dengan demikian ia pun bersama keluarga dengan seorang istri yakni Ni Kadek Sri Kusuma Yantiari dan 4 orang anak menyalurkan hak pilihnya di TPS 9 Desa Bungkulan Kecamatan Sawan. Sedangkan wakilnya Gede Darma Wijaya menyalurkan suaranya di TPS 3 Kelurahan Kendran Singaraja.

Kematangan Dewa Nyoman Sukrawan dalam berpolitik, karena ditunjang oleh  jam terbangnya di partai PDI Perjuangan. Pengalaman dalam dunia politik yang pernah disandang yakni  Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Bungkulan Masa Bhakti 1992-1997 kemudian Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sawan Masa Bhakti 1997 – 2000, Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Sawan Masa Bhakti 2000 – 2005, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng Masa BHakti 2005 – 2010 serta  Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng Masa Bhakti 2010 – 2015.

Terakhir sebelum harus meinggalkan partai moncong putih karena maju dalam piklkada Buleleng 2017, Dewa Nyoman Sukrawan sempat bercokol sebagai bendahara PDI Perjuangan Provinsi Bali.

Sementara itu  Putu Agus Suradnyana, S.T., yang lahir 4 Agustus 1963 di Singaraja, berlatar belakang pengusaha dan masih aktif sebagai awak politik PDI Perjuangan Kabupaten Buleleng Bupati Buleleng ke-8, Petahana, Putu Agus Suradnyana,ST pada lima tahun putaran pertama menjabat sebagai bupati telah dilakoninya sejak  27 Agustus 2012.

Sebagai alumnus Unud yang pernah mengeyam pendidikan sekaligus meraih sarjana teknik di Universitas Dwijendra, Putu Agus Suradnyana, S.T., adalah Bupati Buleleng yang menjabat pada periode 2012-2017, mantan Ketua Komisi III DPRD Bali. Ia juga merupakan seorang pengusaha pemilik beberapa perusahaan sektor pariwisata di Bali salah satunya Bisnis Transportasi Mai Bus.

Pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten Buleleng 2017, Putu Agus Suradnyana kembali mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati Buleleng untuk periode 2017-2022.

Ia mendaftar bersama pasangannya, bakal calon Bupati Buleleng yang bernama I Nyoman Sutjidra. Bakal pasangan calon (Paslon) Putu Agus Suradnyana, S.T., dan dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG dikenal dengan sebutan PASS. Dikala hari pencoblosan, Putu agus Suradnyana menyalurkan hak pilihnya di TPS 1 Kelurahan Paket Agung Singaraja. Sedangkan Calon wakil Bupati dr Nyoman Sutjidra,S.POG menyalurkan hak pilihnya bersama istri di TPS 4 Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan.

Buleleng di Hari “H”

Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Tahun 2017, dengan jumlah pemilih 583.381 orang. Dari jumlah tersebut, 292.346 merupakan laki laki dan  291.035 perempuan. Mereka ini menyalurkan hak pilihnya pada 1086 tempat pemungutan suara(TPS) yang tersebar di 148 desa di kabupaten Buleleng.

Prihal ini, ditetapkan melalui rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT tingkat Kabupaten Buleleng dalam Berita Acara KPU Buleleng Nomor 115/BA-KPU.Kab.Bll/XII/2016 dan SK KPU Buleleng Nomor 146/Kpts/KPU-Kab-016.433727/Tahun 2016 tentang penetapan Daftar Pemilih tetap pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Buleleng tahun 2017.

Walau pihak KPU Buleleng sudah menetapkan  Daftar Pemilih  Tetap (DPT), dengan angka pemilih mencapai 583.381 orang,  namun dipastikan  masih terjadi golput. Kekhawatiran itu didasarkan pada masih banyaknya warga pemilih yang mengaku belum menerima surat panggilan memilih hingga “H” min “1”.

Masalah ini terungkap dalam acara Dialog Interaktif RRI “Hai Bali Kenken” yang digelar, Selasa, 14 Februari 2017 selama 1 jam mulai pukul 07.00 s/d 08.00 Wita. Selaku nara sumber di ujung telepon, Ketua Bawaslu Bali Ketut Rudia di acara itu menerima pengaduan warga pemilih yang belum menerima surat panggilan.

Atas masalah ini, Rudia berharap agar melaporkan apa yang menjadi kekecewaan masyarakat sehingga petugas secepat itu bisa bersikap terkait kecurangan yang terjadi di Bali pilkada Buleleng 2017. Untuk di kabupaten Buleleng, dalam pilkada kali ini memang disadari pasti ada masalah terutama di daerah rawan bencana.

Terlebih lagi bagi warga pemilih di Dusun Kubu Kelod Desa Bungkulan yang terisolir setelah jembatan permanen yang lazim mereka lewati untuk menuju pusat pemerintahan desa Bungkulan hanyut diterjang banjir bandang, tentu berpotensi menjadi penghambat dalam pendistribusian logistik di TPS tersebut.

Mengantisipasi persoalan itu, masih ada cara lain yakni mengangkut logistik dengan menggunakan motor tril atau menggendongnya menuju lokasi karena jalan yang dilalui tidak sepenuhnya bisa menggunakan kendaraan dan harus berjalan kaki melewati pematang sawah. Dalam mengawal logistik pilkada Buleleng 2017 dari gudang KPU Buleleng di eks kantor DKP Jl. Gajah Mada Singaraja menuju kecamatan, selain menyertakan KPPS, juga dikawal polisi bersenjata, sehingga logistic yang didistribusiakn itu aman sampai di tempat tujuan. (Ias)

 

February 14, 2017

Pilkada Buleleng 2017 Menjadi Pertarungan ‘Head to Head’

Singaraja (Manggala)-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada Buleleng) 2017 yang digelar Rabu(15/2), menjadi pertarungan “Head To Head”. Betapa tidak, Dewa Nyoman Sukrawan yang pernah menjabat Ketua DPRD Buleleng […]
February 14, 2017

Tak Ada Ampun bagi Anggota TNI Pemakai Narkoba

Gianyar (Manggala)-Komando Distrik Militer (Kodim) 1616 Gianyar melaksanakan tes urine kepada anggota TNI-AD yag bertugas di Kodim 1616 Gianyar dan jajarannya, di Makodim 1616 Gianyar, Senin(13/2). […]
February 14, 2017

Pewarta Gelar Donor Darah

Tabanan (Manggala)- Memperingati Hari Pers dan Valentine 2017, Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) bekerja sama dengan Pemkab Tabanan dan PMI Tabanan menggelar kegiatan donor darah, sebagai bentuk […]
February 13, 2017

Surya Paloh Yakin Kepemimpinan Rai Mantra

Denpasar (Manggala)–  Ketua Umum Partai Nasional Demokrat ( NasDem)  Surya Paloh yakin dengan kepemimpinan I B Rai Dharma Wijaya Mantra (Rai Mantra) yang mendapat dukungan penuh […]