custom writing help
News Archives - Page 213 of 213 - Manggala OnlineManggala Online | Page 213

Singaraja (Manggala)-Beragam upaya telah ditempuh untuk menyambung kembali pipa distribusi air bersih  dari bak induk Desa Lemukih menuju Desa Bebetin, Sawan dan Menyali Kecamatan Sawan. Namun gara-gara medan terjal dan sulit dilalui, putusnya sistem perpipaan akibat bencana tanah longsor di Desa Sekumpul

belum bisa dilakukan. Kondisi ini memaksa BPBD Bali dan BPBD Kabupaten bersama PDAM Buleleng harus mensuplai puluhan tangki air di desa terimbas bencana.

Ketua BPBD Kabupaten Buleleng Made Subur memang sempat melakukan pertemuan khusus dengan Perbekel Desa Sawan Nyoman Wira, dengan membicarakan solusi menghadapi bencana tanah longsor yang telah berdampak pada desanya. Sejak putusnya pendistribusian air bersih akibat terjangan tanah longsor tersebut, tak hanya mengakibatkan desa Bebetin, Sawan dan Menyali mengalami krisis air bersih. Namun nasib serupa juga menimpa Desa Sudaji kecamatan Sawan yang juga memanfaatkan sumber air Desa Sekumpul.

Terjangan tanah longsor di tebing perbukitan Desa Sekumpul pada, Minggu malam (1/2) membuat infrastruktur perpipaan di daerah itu putus dan terlempar sedalam 10 meter dengan tingkat kelongsoran mencapai lebar 132 meter, dan mambuat jalan menuju objek wisata air terjun desa Sekumpul hancur.

Dalam menanagani masalah ini, menurut Kepala pelaksana BPBD Buleleng Made Subur, tidak semata-mata mengerahkan mobil tangki pengangkut air ke desa terimbas bencana. Namun BPBD Buleleng  dibantu BPBD Bali, terjun ke lokasi bencana bersama masyarakat di Desa Menyali, Sawan dan Bebetin, untuk menarik  pipa besi berukuran 8 dim yang sempat terlempar sejauh 10 meter .

Bagi Unit Pengelola Sarana (UPS) Gunung Tirta Desa Sawan yang mengelola pasokan  Air Bersih dari Desa Lemukih  dan Pura Batu Bolong menurut teknisinya yakni Putu Suastika dan Ketut Sukrada selalu berkoordiansi dengan Perbekel Desa Sawan Nyoman Wira yang sewaktu-waktu turun ke lapangan bersama pengurus UPS Gunung Tirta.

Memang bagi UPS Gunung Tirta sendiri tetap mengedepankan  koordinasi dan komunikasi, bahkan menurut pengurus UPS tidak mau mengambil keputusan sendiri karena menyadari bahwa Perbekel Nyoman Wira memiliki kewenangan yang lebih luas dan berhak melakukan koordiansi dengan desa terimbas bencana lainnya.

Walau pembiayaan operasional nantinmya akan pula menjadi tanggung jawab UPS Gunung Tirta, namun di dalam mengambil keputusan tetap diserahkan kepada perbekel untuk selanjutnya dilakukan langkah lanjut berupa kebijakan lembaga. Seperti dalam mengambil pekerjaan pengelasan pipa yang sempat putus di lokasi bencana Desa Sekumpul, koordinasinya tetap dilaksanakan oleh Perbekel dan pihak UPAS tinggal memback up apa yang menjadi konsekuensi atas keputusan perbekel tersebut.

Cuaca Ektrem

 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah – BPBD Kabupaten Buleleng Made Subur mengimbau warga masyarakat di daerah ini , agar waspada terhadap cuaca ekstrim yang diperkirakan terjadi di bulan November 2016 hingga Januari tahun 2017.

Cuaca ekstrim akibat dampak dari perubahan alam el nino menjadi el  nina sudah mulai nampak sejak Oktober lalu.  Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu terkadang panas cukup menyengat di sisi lain tanpa diduga , tiba- tiba angin bertiup kencang , cuaca mendung disertai hujan deras.

Menyikapi cuaca ekstrim saat ini yang  terjadi di seluruh kepulauan indonesia termasuk di kabupaten Buleleng , maka badan penanggulangan bencana daerah kabupaten buleleng , di bawah pimpinan made subur tetap berkoordinasi dengan BMKG Denpasar.

Melalui koordinasi semacam ini, informasi dari BMKG yang berkaitan dengan kondisi cuaca di belahan Bali nantinya lebih awal bisa disampaikan semua kepala desa dalam wilayah kabupaten Buleleng kepada masyarakatnya  sehingga masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi dini akibat yang ditimbulkan dari cuaca ekstrim , seperti bencana alamlongsor puting beliung banjir dan bencana alam lainnya yang tidak bisa diprediksi.

 

 

Disisi lain BPBD juga membentuk  relawan -relawan desa   tangguh bencana yang sebelumnya telah diberikan pendidikan pelatihan kebencanaan dengan pola pola penanganan yang harus dikuasai relawan dibawan binaan bpbd kabupaten buleleng.

Kepala BPBD kabupaten Buleleng Made Subur menambahkan , dari sebanyak 12 jenis bencana alam , 11 di antaranya ada di kabupaten Buleleng, kecuali bencana alam gunung merapi. Made Subur menegaskan, upaya lain yang dilakukan jajaran  untuk mengantisi adalah melalui pola kegiatan mitigasi non-struktural dengan konsep Tri Hita Karana. Dengan demikian nantinya diharapkan terjadi  keseimbangan hubungan antra manusia dengan manusia, manusia dengan tuhan , manusia dengan alam sekitarnya. (ias)

 

Keterangan foto :

BPBD Bali dan BPBD Kabupaten Buleleng sedang mensuplai air bersih melalaui bak penampung di Desa Sawan Kecamatan Sawan

February 6, 2017

Akibat Bencana Longsor Beberapa Desa di Sawan Krisis Air

Singaraja (Manggala)-Beragam upaya telah ditempuh untuk menyambung kembali pipa distribusi air bersih  dari bak induk Desa Lemukih menuju Desa Bebetin, Sawan dan Menyali Kecamatan Sawan. Namun […]
February 3, 2017

Mayat Wanita Bule Terapung di Sungai Hebohkan Warga

Tabanan (Manggala) -Warga Desa Jegu dan Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan sempat heboh melihat mayat seorang wanita terapung di sungai Yeh Hoo yang berada di perbatasan  kedua desa […]
February 3, 2017

Pendidikan Berbasis Hindu

Konsep pendidikan berbasis Hindu yang saat ini diterapkan Universitas Maharishi Amerika Serikat menyita perhatian Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Menurutnya pola tersebut sangat sejalan dengan apa yang diimpikan dan […]