custom writing help
News Archives - Page 190 of 239 - Manggala OnlineManggala Online | Page 190

Petani kakao binaan Bank Indonesia (BI) Prov. Bali harus bisa lebih maju dibandingkan daerah lainnya. Hal ini penting karena coklat telah menjadi salah satu komoditas unggulan di mana Indonesia telah menjadi pengekspor coklat terbesar ketiga di dunia.Hal inilah yang melatarbelakangi mengapa BI Bali termotivasi untuk mengadakan studi banding hingga ke Jogyakarta, Jateng, semata-mata untuk mendapatkan tambahan pengalaman cara-cara pengembangan kakao yang berkualitas dari Desa Nglanggeran, Patuk, Gunung Kidul, Jogyakarta.

Melibatkan sekitar 20 media cetak dan online, BI Prov. Bali melakukan kegiatan Lokakarya Kehumasan dan Kebanksentralan di Yogyakarta 9-11 Februari 2018, yang salah satu tujuan lokakarya adalah pengembangan kakao di Desa Nglanggeran tersebut.

Tujuan BI Bali adalah memotivasi petani kakao atau coklat di wilayah Kabupaten Jembrana dan Tabanan agar bisa berkembang dalam meningkatkan produksi dan kualitas. Komoditas coklat di dua kabupaten di Bali itu termasuk komoditas andalan yang tidak hanya untuk bisa menopang perekonomian masyarakat setempat tetapi juga turut mendongkrak perekonomian Bali secara umumnya.

Menurut Deputi Direktur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Azka Subhan, saat ini yang tengah menjadi fokus dalam membantu pengusaha UKM di Bali adalah pengembangan komoditas coklat. “Kami akan kembangkan kegiatan penelitian komoditas produk dan jenis unggulan produk berbasis UKM,” ungkap Azka usai mengikuti perjalanan bersama media ke pusat pengembangan coklat di Desa Nglanggeran, Sabtu (10/2/2018).

Sejauh ini, lanjut Azka, yang menjadi prioritas BI pada komoditas coklat adalah di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana. Di wilayah itu, terdapat Koperasi Kerta Semaya yang sudah mampu berproduksi biji coklat dengan kriteria ekspor dengan kualitas baik. Hanya saja, produksi yang ada masih sebatas pada fermentasi, belum sampai pada proses produksi biji coklat karena keterbatasan kendala alat produksi mesin.

“Karena itu, kami mencoba melihat model petani coklat di Nglanggeran Kabupaten Gunung Kidul, yang memanfaatkan teknologi tepat guna,” tutur Azka lagi.Suatu saat, diharapkan, koperasi petani coklat di Bali bisa lebih meningkatkan kapasitas produksinya menjadi lebih besar. Sedangkan di sisi lain, pihaknya mendorong agar nantinya petani lewat koperasi yang dibentuk itu, secara industri bisa membuat mesin yang bisa memproduksi powder coklat.

“Kami sudah bertemu pengurus koperasi, setelah kami pelajari seksama, untuk bisa meningkatkan kualitas biji satu-satunya harus mendapatkan kualitas biji bagus dan pengelolaan yang bagus pula,” terang Azka.

Di pihak lain, BI, selama ini juga mendorong penggunaan pupuk organik sehingga ke depan akan dicoba sebagaimana telah diujicobakan untuk tanaman padi, bawang agar dari sisi produktivitas meningkat lebih bagus.

Penggunaan pupuk organik pada lahan-lahan yang selama ini menggunakan pupuk kimiwai diharapkan bertahap bisa beralih ke pupuk organik. Selain itu, untuk permentasi coklat haruslah menghasilkan kualitas bagus.Dari 40 subak yang ada, baru 16 yang sudah melakukan proses pengeringan sedangkan untuk pembentukan biji permentasi masih dalam skala kecil.

Untuk di Tabanan dan Jembrana, baru ada sebagian kecil koperasi yang memiliki unit usaha yang mengolah biji coklat untuk disortir secara manual selama seminggu.  Nantinya, dengan penggunaan mesin pengeringan, bisa memangkas waktu cukup dua jam.

“Kami nanti akan bantu untuk pengadaan alat mesin itu. Kemudian kami akan bawa perwakilan petani coklat di Bali untuk belajar dan melihat langsung bagaimana usaha petani coklat di Nglanggeran, Yogyakarta. Mereka nantinya bisa mengaplikasikan program atau upaya-upaya yang dilakukan petani Coklat di Gunung Kidul,” demikian Azka Subhan.   (ari)

February 12, 2018

Petani Kakao Binaan BI Bali Diharapkan Lebih Termotivasi

Petani kakao binaan Bank Indonesia (BI) Prov. Bali harus bisa lebih maju dibandingkan daerah lainnya. Hal ini penting karena coklat telah menjadi salah satu komoditas unggulan […]
February 12, 2018

BI Bali Dorong Optimalisasi Wisata Pasca Erupsi Gunung Agung

Jogyakarta (Manggala)–  Pasca bencana erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali yang berdampak anjloknya jumlah kunjungan wisatawan ke Bali, bahkan sempat membuat ‘mati suri’ parwisata di […]
February 8, 2018

Gubernur Mutasi Enam Pejabat Eselon II

Denpasar (Manggala)-Dalam rangka penyegaran organisasi, Gubernur Bali Made Mangku Pastika melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, […]
February 8, 2018

Pastika Tertarik Pengobatan Tradisional Cina

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan ketertarikannya akan pengobatan tradisional Cina khususnya dalam penanganan ketergantungan narkoba. Hal ini disampaikan Gubernur Pastika saat menerima kunjungan delegasi Universitas […]