custom writing help
News Archives - Page 188 of 200 - Manggala OnlineManggala Online | Page 188

Gianyar(Manggala)-Kabupaten menyambut baik dilaksanakannya Desa Wisata Award 2017, tanggal  26 Mei 2017, oleh Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali. Untuk persiapan, desa-desa di Gianyar diharapkan mendata potensi desa untuk membangun desa wisata.  Dari data itu, Tim dari Dinas Pariwisata akan melakukan verifikasi dan selanjutnya desa yang memenuhi syarat ditetapkan sebagai desa wisata, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor: 127 tahun 2017, tentang Desa Wisata.

Kadiparda Gianyar AA Ari Brahmanta,

Hal itu terungkap dalam Sosdialisasi Desa Wisata Award 2017, yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, bekerja sama dengan Forkomdewi Kabupaten Gianyar, di Gedung Budaya, Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Rabu(8/3). Rapat dihadiri Camat, Pengurus Forkomdewi Gianyar, Perbekel, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se Kabupaten Gianyar, dengan narasumber Ketua Forkomdewi Provinsi Bali, I Wayan Sila.

Kepala Dinas Pariwisata Gianyar AA Ari Brahmanta, menyambut baik pelaksanaan Desa Wisata Award, yang pertama kali 2017.  Desa Wisata Award diharapkan mampu mendorong tumbuhnya desa wisata baru di Gianyar. Kini di Gianyar sudah terdaftar 30 desa wisata. Namun, 30 desa wisata itu belum ditetapkan berdasarkan SK Bupati. Karenanya, 30 desa wisata yang ada akan dilakukan verifikasi kembali, sehingga bisa dItetapkan dengan SK Bupati.

Tidak hanya 30 desa wisata yang sudah terdaftar, akan dilakukan survei. Semua desa diharapkan bisa mengikuti survei. Desa-desa yang memenuhi syarat akan dilakukan verifikasi oleh tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Jika hasil verifikasi memenuhi syarat, akan ditetapkan menjadi desa wisata dengan SK Bupati. Dengan SK Bupati itu, kabupaten bisa membantu pembiayaan untuk pengembangan desa wisata bersangkutan selanjutnya.

Katanya, untuk tahap awal, pihaknya menyebarkan kuesioner yang harus diisi oleh  masing-masing desa yang ingin desanya ditetapkan sebagai desa wisata. Dalam kuesioner itu tertera kriteria dan syarat-syarat suatu desa yang harus dipenuhi untuk bisa dilakukan verifikasi menjadi desa wisata. Untuk bisa dilakukan verifikasi, akumulasi nilai minimal 73 dari seluruh kriteria. “Hasil verifikasi ini akan menentukan desa bisa ditetapkan menjadi desa wisata. Dari desa yang ditetapkan akan dipilih empat desa wisata terbaik untuk menjadi wakil Gianyar dalam Desa Wisata Award I, 2017,” jelasnya.

Lebih lanjut Gung Ari menyebutkan,  tiap desa di Gianyar memiliki potensi unik yang bisa dikembangkan menjadi desa wisata. Hanya belum digarap untuk dijadikan obyek desa wisata. Padahal, di sisi lain ada tren belakangan, wisatawan  lebih suka tinggal di pedesaan, karena lebih sepi dan tenang. Wisatawan tinggal diperkotaan semakin bising. Peluang ini mesti ditangkap dengan membangun desa wisata. Apapun produk yang bisa dikemas, sesuai keunikan yang dimiliki desa. Seperti, membangun pondok wisata, home stay, wisata spiritual, wisata kesehatan dan agro wisata dengan produk makanan dan minuman organik, yang berbasis masyarakat. “Model-model ini bisa digarap untuk dijadikan produk desa wisata unggulan,” ujarnya.

Hal sama diungkapkan Ketua Forkomdewi Provinsi Bali, I Wayan Sila. Bali ini sangat sempit, tidak memiliki kekayaan alam yang cukup untuk menghidupi masyarakatnya. Namun, di sisi lain, Bali memiliki keunikan budaya yang tiada duanya di dunia. Karenanya, pilihan pengembangan sektor pariwisata yang paling tepat.

Katanya, desa wisata merupakan pengembangan pariwisata  berbasis budaya dan masyarakat. Desa wisata merupakan jawaban untuk pemerataan terhadap kue pariwisata. Keuntungan pariwisata selama ini, lebih besar dinikmati  segelitir pemilik investasi. Dengan desa wisata, masyarakat memiliki, mengelola dan menikmati hasil wisata itu sendiri. Hanya saja, desa wisata harus dibangun dengan komitmen bersama seluruh masyarakat di desa, desa pakraman atau banjar bersangkutan.

Diungkapkan, di Bali ada 180 desa wisata yang terdaftar. Namun setelah dilakukan verifikasi hanya 100, yang memenuhi syarat. Dari 100 hanya 30 yang berjalan baik. Melihat kondisi itu, Forkomdewi ingin melaksanakan Desa Wisata Award, untuk mendorong kemajuan desa wisata di Bali. “Desa Wisata Award merupakan ajang desa wisata untuk berprestasi,” katanya.

Dalam Desa Wisata Award I, 2017, diikuti 36 peserta terbaik wakil dari desa wisata kabupaten/kota se Bali. Dari 36 itu akan dicari 9 terbaik untuk ikut grand final. Pada grand final dicari 6 terbaik. Enam terbaik ini nantinya akan bisa bersentuhan langsung dengan buyer internasional, selain menerima hadiah dan piagam.

Sementara terkait kriteria, Sila mengungkapkan, kriteria tetap mengacu kepada kearifan lokal Bali, yakni aspek Tri Hita Karana (Parhyangan, Pawongan dan Palemahan), Sapta Pesona, Sesuai dengan program prioritas Forkomdewi, dan sistem pengelolaan desa wisata. Tim juri akan melibatkan akademisi dari Universitas dan sekolah tinggi pariwisata yang ada di Bali, lembaga pariwisata kompeten, yang tentunya independensinya tak diragukan. “Kami harapkan, melalui Dewa Wisata Award ini nantinya pertumbuhan desa wisata di Bali akan semakin baik,” harapnya.

Diungkapkan, untuk memajukan desa wisata ada 6M yang harus dipenuhi. Yakni, Man (orang), desa wisata harus dikelola orang komitmen dan professional, Manajemen yang baik, dukungan pendanaan (money) yang cukup, material (memiliki infrastruktur yang memadai), medote( dilaksanakan dengan sistem yang baik), dan Marketing (pemasaran), untuk mendapatkan modal kembali dan keuntungan.

Sementara itu, Perbekel Desa Saba, IGN Mahendradinata menyambut baik pengembangan desa wisata di Kabupaten Gianyar. Pihaknya juga berencana mengembangkan potensi desanya untuk pengembangan desa wisata. Katanya, Saba memiliki potensi pengembangan rafting dan wisata pantai yang merupakan potensi pengembangan desa  wisata di Desa Saba. Hanya saja, masih mengalami hambatan infrastruktur, seperti jalan menuju pantai yang belum ada. Untuk itu, diharapkan Dinas Pariwisata Gianyar bisa memfasilitasi. Hal sama diungkapkan perwakilan dari Desa Celuk Sukawati, katanya, Desa Celuk siap ikut verifikasi. Karena Desa Celuk telah merintis pengembangan desa wisata sejak beberapa tahun terakhir.(wir).

March 10, 2017

Gianyar Sambut Desa Wisata Award

Gianyar(Manggala)-Kabupaten menyambut baik dilaksanakannya Desa Wisata Award 2017, tanggal  26 Mei 2017, oleh Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Provinsi Bali. Untuk persiapan, desa-desa di Gianyar diharapkan […]
March 8, 2017

N. Suwirta Stop Pemasangan Iklan Rokok

Semarapura (Manggala)-Komitmen Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta agar Klungkung bebas dari iklan rokok tidak diragukan lagi. Terbukti Bupati asal Ceningan ini menyetop pemasangan iklan rokok di jalan […]
March 8, 2017

Gubernur Pastika Apresiasi Pengentasan Kemiskinan di Jembrana

Negara (Manggala)-Gubernur Bali Made Mangku Pastika memberikan apresiasi terhadap kerja keras yang dilakukan Pemkab Jembrana dalam mengentaskan kemiskinan. Hal tersebut disampaikan mengingat apa yang menjadi program […]
March 6, 2017

Wabup Kembang Bantu Kursi Roda

Jembrana (Manggala)-I Kadek Agus Putra Adnyana (25) tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Pria asal Pancardawa Pendem tersebut mendapat bantuan kursi roda dari Pemkab Jembrana. Bantuan berupa […]