custom writing help
News Archives - Page 188 of 227 - Manggala OnlineManggala Online | Page 188

Gianyar(Manggala)-Setelah dilakukan uji coba penataan parkir di kawasan Ubud, sejak 11 Desember 2017 lalu, kemacetan dianggap berkurang. Pemkab Gianyar menggarap serius kemacetan Ubud, sehingga Ubud benar-benar bebas macet. Hal ini akan memperbaiki  citra destinasi wisata Ubud yang sejak beberapa tahun belakangan ini melorot karena isu kemacetan.

Kemacetan di kawasan wisata Ubud telah berdampak signifikan bagi citra pariwisata Ubud. Kemacetan telah menyebabkan semakin melorotnya ranking destinasi pariwisata kawasan Ubud dari hasil survey lembaga-lembaga internasional, beberapa tahun belakangan ini. Tahun-tahun sebelumnya, destinasi wisata kawasan Ubud, selalu bertengger di urutan tertinggi. Namun pada 2017 berada di tingkat ke-9. Jika hal ini dibiarkan, dikhawatirkan destinasi wisata kawasan Ubud akan semakin ditinggal para wisatawan.

Dampaknya, akan mengurangi pendapatan baik masyarakat maupun pemerintah dari sektor pariwisata. Sebagaimana diketahui, Ubud merupakan destinasi andalan Kabupaten Gianyar, Bali, bahkan Indonesia. “Kami Dinas Pariwisata sangat berkepentingan dengan penanganan kemacetan destinasi kawasan Ubud. Karena Ubud sebagai destinasi internasional mesti memberikan kenyamanan bagi setiap wisatwan yang datang ke Ubud,” ujarnya saat Pertemuan di Museum Renassance Blanco, Rabu (3/1).

Pertemuan itu dihadiri Kepala Dinas Perhubungan I Wayan Artha dan jajarannya, Camat Ubud IB Suamba, Lurah Ubud dan aparat kepolisian dari Polsek Ubud.

Lebih lanjut AA Ari Brahmanta menjelaskan, untuk percepatan penataan kawasan Ubud, khususnya soal kemacetan pihaknya mengajak para pengusaha untuk turut berpartisipasi mendukung. Misalnya dengan menyiapkan parkir bagi karyawannya. Atau menyiapkan shuttle bus untuk angkutan karyawan dari sentral parkir yang ditentukan.

Katanya, untuk ini, sudah ada yang berpartisipasi. Seperti Sentral Parkir Dalem Puri telah menyiapkan 7 shutle bus dan Monkey Forrest 3 shutle bus. “Saya harapkan semakin banyak yang berpartisipasi dalam menangani kemacetan Ubud sekarang ini,” harapnya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan I Wayan Arthana mengatakan, kemacetan Ubud tidak hanya membuat jengkel wisatawan yang akan menbelanjakan uangnya di Ubud. Namun, kemacetan juga membuat masyarakat lokal terganggu. Akibat kemacetan masyarakat sulit keluar rumah atau kembali.

Katanya, permaslahan kemacetan Ubud mesti ditangani dengan serius,komprehensif dan berkesinambungan. Untuk itu, perlu keterlibatan semua pihak, pemerintah, kalangan pengusaha dan masyarakat Ubud sendiri. Pihaknya bersyukur upaya mengaatasi kemacetan Ubud telah dimulai. Kendati dia mengakui masih banyak perlu dikaji dan dievaluasi. “Wajar masih banyak yang belum puas. Karena kita baru mulai,” ujarnya.

Arthana mengklaim, upaya penanggulangan kemacetan Ubud yang telah mulai 11 Desember 2017 lalu, sesungguhnya telah ada hasil. Dengan kerja keras Tim Percepatan Penanggulangan Permasalahan Kemacetan Kawasan Ubud, kemacetan sekarang sudah berkurang. “Sempat saya pantau menjelang pergantian tahun kemacetan tidak seperti sebelumnya. Kalau terjadi macet, paling hanya beberapa menit,” ungkapnya.

Diungkapkan, untuk mewujudkan Ubud benar bebas macet, diakui Dinas Perhubungan memang belum mampu sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Seperti pengadaan shuttle bus, kunci roda, mobil derek, rambu-rambu, dan sarana lainnya yang dianggarkan pada APBD 2018 belum bisa dieksekusi. Maka untuk sementara pihaknya hanya baru bisa sosialisasi untuk memberikan penyadaran  penataan parkir merupakan untuk destinasi kawasan Ubud yang berkelanjutan. “Sekarang sudah banyak yang peduli. Beberapa orang yang melihat mobil parkir di jalan melapor langsung kepada saya,” katanya.

Diungkapkan, untuk mengatasi kemacetan Ubud Dinas Perhubungan akan menyiapkan satu mobil Derek, satu pengunci roda, 20 shutle bus, dan melengkapi rambu-rambu yang dibutuhkan.

Menurut Arthana, penataan parkir kawasan Ubud akan memberi peluang bisnis baru bagi masyarakat Ubud. Misalnya menyiapkan lahan parkir, menyewakan sepeda dan lainnya. Hal ini juga akan menumbuhkan ekonomi masyarakat. “Partisipasi masyarakat sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Camat Ubud IB Suamba menegaskan, berterima kasih Pemkab Gianyar telah memprogramkan penanganan kemacetan Ubud. Hal ini merupakan keinginan dan harapan masyarakat. “Program ini  mimpi yang aakan menjadi kenyataan,” ujarnya.

Untuk mempercepat terwujudnya Ubud bebas macet, diusulkan Dinas Perhubungan membuat Unit Plelaksana Teknis (UPT) di Ubud. Dengan adanya UPT, permasalahan lalu lintas bisa ditangani dengan cepat.

Made Mario Blanco mewakili pengusaha Ubud, mendukung upaya penanggulangan kemacetan Ubud. Hal ini akan menguntungkan pihak pengusaha, karena dengan Ubud bebas macet, citra destinasi Ubud akan semakin baik. Citra yang baik akan mendongkrak kunjungan wisatawan. Terlebih Ubud, yang memang sudah termasuk destinasi wisata dunia, isu kemacetan ini akan mmenekan kunjungan wisatawan.

Sebagai bentuk dukungan, pihaknya ikut akan mengadakan shutle bus bagi wisatawan yang akan berkunjung ke museum miliknya. “Hal ini sudah menjadi pemikiran saya.Bahkan sebelumnya sudah sempat mengadakan shuttle bus sendiri. Namun saat itu karena tidak memiliki ijin, tidak beropersi,” ujarnya. (wir).

January 4, 2018

Citra Pariwisata Ubud Melorot ?

Gianyar(Manggala)-Setelah dilakukan uji coba penataan parkir di kawasan Ubud, sejak 11 Desember 2017 lalu, kemacetan dianggap berkurang. Pemkab Gianyar menggarap serius kemacetan Ubud, sehingga Ubud benar-benar […]
January 3, 2018

Menapaki Usia ke-53 Partai Golkar Makin Matang

Gianyar (Manggala)-DPD II Golkar Gianyar Peringati HUT ke-53 di Sekretariat DPD II Golkar Gianyar, Sabtu (30/12). Kegiatan itu dilaksanakan dengan menyanyikan Happy Birth Day dan  potong […]
January 3, 2018

Pentas Seni Sambut Tahun Baru

Gianyar(Manggala)-Di penghujung tahun 2017, Pemkab Gianyar melalui Dinas Kebudayaan menyelenggarakan beberapa hiburan bagi masyarakat bertema “Ekplorasi dan Kreasi Seni Akhir Tahun”. Seperti Sabtu, (30/12), warga Gianyar […]
January 3, 2018

Peserta JKN-KIS di Bali Lampaui Nasional

Denpasar (Manggala)- Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Bali melampaui nasional. Terdata di 2017, peserta JKN-KIS di Bali telah mencapai 73 persen lebih […]