custom writing help
News Archives - Page 183 of 246 - Manggala OnlineManggala Online | Page 183

 

 Denpasar (Manggala)- Salah satu kendala yang menjadi momok bagi petani di Bali untuk

mendapatkan harga layak masih panjangnya mata rantai pemasaran. Untuk sampai ke konsumen komoditas yang dihasilkan petani selaku produsen harus melalui jalur yang berliku-liku. Ini mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas, yang mengakibatkan harga jual yang dinikmati petani rendah .

Menyadadari kondisi tersebut, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali melakukan program terobosan. Memangkas panjangnya mata rantai pemasaran, Dinas Ketahanan Pangan Bali meluncurkan TTIC (Toko Tani Indonesia Centra). Lokasi toko berada di kantor Dinas Ketahanan Pangan Prov. Bali ini, memiliki peranan amat strategis. Selain mampu memfasilitasi antara petani dengan konsumen, adanya distribusi komoditi langsung dari sentra produksi ke konsumen, banyak memberikan keuntungan bagi keduabelah pihak (petani-produsen). Seperti barang yang diterima konsumen jauh lebih fresh, harga lebih terjangkau dan harga yang diterima petani jauh labih layak.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana,M.M., belum lama ini. Dalam mendukung ketersediaan pangan pokok seperti yang diamanatkan dalam Undang-undang No 18 Tahun 2012 tentang pangan pemerintah berkewajiban mengelola stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, mengelola cadangan pangan pokok, serta distribusi pangan pokok untuk mewujudkan kecukupan pangan pokok yang aman dan bergizi bagi masyarakat.

Memenuhi kewajiban tersebut pemerintah Prov. Bali melalaui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali telah melakukan berbagai upaya dalam menjaga ketersediaan bahan pangan pokok, jumlah yang memadai, mutu baik serta dalam jangkauan harga yang wajar, bagi konsumen terutama menstabilkan pasokan dan harga bahan pangan pokok khususnya  beras di tingkat petani produsen dan konsumen.

Launching TTIC

TokoTani Indonesia Center (TTIC) yang berada di kantor Dinas Ketahanan Pangan Prov. Bali, Jl. WR Supratman, Denpasar, menurut Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bali, Ir. Nyoman Suarta, M.Si., akan di-launching, Jumat (25/5) oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pada kesempatan itu juga akan digelar pangan murah/pasar murah

Mardiana menambahkan, sesuai data yang ada, Bali memiliki luas lahan sawah seluas 79.256 Ha, dengan luas panen 140.703 Ha dan tingkat produktivitasnya 6 ton/Ha Gabah Kering Giling (GKG) dengan kepemilikan lahan ± 0,25 Ha. Dengan jumlah penduduk Bali 4,2 juta jiwa kebutuhan akan beras di Bali setiap bulannya mencapai 34.860 ton. Akibat terjadinya peningkatan jumlah penduduk Bali maka setiap tahun terjadi alih fungsi lahan sawah beralih untuk pemukiman seluas 325 Ha.

Menjawab Tantangan

Menjawab tantangan dan permasalahan tersebut, kehadiran Toko Tani Indonesia Center Dinas Ketahanan Pangan adalah salah upaya bersama  guna memotong mata rantai  pasokan pangan  yang panjang, bertujuan menjaga stabilnya harga  sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat sekaligus dalam rangka diversifikasi komoditas  pokok  yang diharapkan  dapat  membantu memenuhi  kebutuhan sembako bagi masyarakat  dan komoditi  lainnya  dengan  harga dibawah harga pasar.

Kondisi Ketahanan Pangan di Provinsi Bali sampai saat ini, kata Mardiana dari aspek ketersediaan pangan cukup memenuhi untuk kebutuhan penduduk Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa lebih, jumlah stok pangan yang ada di masyarakat sampai 3 (tiga) bulan kedepan Agustus 2018, berdasarkan data dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali luas tanam  bulan April, Mei, Juni, dan Juli seluas 46.947 Ha dengan produksi  176.615 ton  dengan perhitungan kebutuhan beras perkapita per hari sebesar 276 gram/hari/perkapita dengan asumsi kebutuhan sebanyak 34.860 ton per bulan diperkirakan tiga bulan kedepan kebutuhan pangan di masyarakat sebanyak 104.580 ton sehingga masih ada cadangan sebanyak 72.035 ton.

Sedangkan dari aspek distribusi pangan, lanjut Noman Suarta keterjangkauan pangan sudah sampai ke seluruh pelosok desa di Bali dengan harga sangat stabil. Namun demikian pemerintah tidak henti-hentinya mengajak semua pihak untuk senantiasa menjaga stabilitas cadangan dan harga pangan sehingga Bali lestari pangan tetap ajeg melalui berbagai program nyata yang dapat mendukung terwujudnya ketersediaan pangan yang berkelanjutan dan lestari.

Pada acara launching TTIC menurut Kasi Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bali, Dewa Sutamba Wijaya yang juga selaku pelaksana dalam acara launching TTIC tersebut akan diundang OPD Pemerintah Provinsi Bali terkait, Dinas yang menangani Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se – Bali, Lembaga Usaha Pangan Masyarakat (LUPM) beserta pendampingnya dan seluruh staf Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Pada Acara Launching juga akan diserahkan bantuan beras segar/beras TTI kepada lansia miskin di wilayah Kota Denpasar.

Dikatakan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian telah melakukan terobosan sebagai solusi untuk mengatasi gejolak harga pangan utama/beras melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM). Kegiatan ini, kata Sutamba Wijaya merupakan upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, rantai distribusi pemasaran yang terintegrasi, informasi pasar antar wilayah dapat berjalan dengan baik serta mencegah penyalahgunaan market power oleh pelaku usaha tertentu.

Kegiatan PUPM secara tidak langsung berperan dalam mengatasi anjloknya harga pada masa panen raya dan tingginya harga pada saat paceklik.

Provinsi Bali mendapat fasilitasi pemerintah Pusat melalui kegiatan PUPM sampai dengan tahun ini berjumlah 14 LUPM yang tersebar di 6 Kabupaten (Kabupaten Jembrana, Tabanan,Badung, Buleleng, Gianyar, dan Karangasem) dengan 76 TTI  yang tersebar di Kabupaten/Kota di Provinsi Bali.

Toko Tani Indonesia Center (TTI-C) merupakan sarana atau wadah Gapoktan/produsen pangan lainnya untuk memasarkan komoditas pangan hasil pertanian khususnya beras, cabai merah keriting, dan bawang merah yang diproduksi langsung dari pertanian serta komoditas pangan lainnya (gula pasir, minyak goreng, dan telur). Penyediaan sistem informasi perdagangan elektronik pangan pokok dan strategis berbasis teknologi informasi menjadi keharusan dalam menghadapi perkembangan TTI-C kedepan. (abi).

 

May 23, 2018

Dinas Ketahanan Pangan Bali Launching Toko Tani Indonesia Centre

   Denpasar (Manggala)- Salah satu kendala yang menjadi momok bagi petani di Bali untuk mendapatkan harga layak masih panjangnya mata rantai pemasaran. Untuk sampai ke konsumen […]
May 16, 2018

Anggota DPRD Badung Belajar TOSS ke Klungkung

   Semarapura (Manggala)-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Dapil Kuta Ni Luh Gede Mediastuti  melakukan kunjungan guna untuk meninjau Program Pengolahan Sampah menjadi energi terbarukan […]
May 16, 2018

Bali Tampilkan Komoditi Unggulan di Agrofood Expo 2018

Guna memperluas segmen pasar serta meningkatkan daya saing, sejumlah komoditi unggulan pertanian Bali dipamerkan pada ajang Agrofood Expo 2018 yang berlangsung di Hall B Jakarta Convention […]
May 16, 2018

Tabanan Jadi Pelopor Sistem E-Parking di Bali

Tabanan (Manggala)-Kabupaten Tabanan merupakan satu-satunya kabupaten di Bali yang kali pertama menerapkan sistem E-Parking atau sistem parkir elektronik. Bukan hanya yang pertama di Bali, namun yang […]