custom writing help
News Archives - Page 142 of 202 - Manggala OnlineManggala Online | Page 142

Singaraja(Manggala)- Salah satun tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun wisatawan nusantara dari lintas agama, adalah Brahma Viraha Arama. Berbicara Vihara, sudah barang tentu konotasi kita identik dengan umat Buddha, karena Vihara kita tahu sebagai tempat bersembahyang umat Budha.

Namun Brahma Vihara Arama Desa Banjar Tegeha Kecamatan Banjar, merupakan Vihara yang tergolong tertua dan terbesar di Bali, memiliki keunikan tersendiri  , selain  sebagai tempat persembahyangan bagi umat Budha juga kerap kali dikunjungi berbagai umat lintas agama dengan alasan  mencari ketenangan bathin.

Karena bila memasuki areal Vihara yang cukup luas hampir 2,5 hektar auranya sangat khas, seakan akan ada kedamaian di tempat tersebut. Brahma Vihara Arama yang didirikan sekitar  tahun 1969 oleh Bhiku Giri Rahito Rama Tera,  awalnya dibangun di  Desa Banjar bersebelahan dengan Air Panas Banjar, namun mengingat tempatnya tidak refresentatif dan tidak didukung fasilitas , maka Vihara tersebut dipindah kesebelah timur yakni di Banjar Tegeha tempat yang sekarang.

  1. Rahoela, selaku Ketua Yayasan Giro Rahito Mahatera mengatakan pembangunan Brahma Vihara Arama dilakukan secara bertahap  dengan bangunan pertama yang terwujud Dharma Sala sebagai tempat meditasi. Menyusul bangunan-bangunan lainnya dengan mengandalkan dana sumbangan dari  umat , mengingat hingga kini tidak ada dana taktis untuk mendukung dan melengkapi Brahma Vihara Arama.

Termasuk ada satu bangunan unik berupa stupa , dengan arsitektur khusus perpaduan dua budaya yakni  Tibet dan  Bali yang memiliki nilai sejarah. Stupa ini dibangun untuk mengenang jejak-jejak perjalanan spiritual Dalelama ke- 14 yang pernah berkunjung ke Brahma Vihara Arama tahun 1982.

Dari satu bangunan ke bangunan yang lain memang mempunyai fungsi berbeda, bahkan bangunan utama yang kini  dalam tahap renovasi diperkirakan rampung Juni adalah patung terbesar di Bali yakni patung Budha Gautama sepanjang 18 meter. Rahoela menambahkan, Bharma Vihara Arama   sengaja mencari tempat yang bertingkat-tingkat, mengingat seluruh bangunan yang diwujudkan memiliki makna mulai dari tangga menuju satu bangunan ke bangunan yang lainpun memiliki arti atau mengandung filosofi dalam hidup  dan kehidupan manusia.

Didukung dengan tumbuhan  pohon bodi yang diyakini sebagai pohon suci naiknya Budha Gautama menuju Nirwana melengkapi Brahma Vihara Arama. Rahoela menambahkan di areal Vihara Arama , juga dibangun miniatur Borobudur yang sangat unik dan cukup menarik, biasanya wisatawan yang datang ke tempat ini meluangkan waktu berlama-lama  hanya untuk menikmati kedamaian, bahkan pihak yayasan sendiri menyediakan tempat bersemadi bagi yang berminat untuk mencari ketenangan untuk mengingat-ingat arti sebuah kehidupan.

Rahoela yang mantan Kabag Humas Pemerintah Kodya Denpasar mengakui, di tempat ini bukan mengajarkan umat lain menjadi pemeluk Bhuddis namun bagaimana  mereka yang datang mencapai  kedamaian untuk menjadi umat pada keyakinan dan agama yang mereka yakini pula.

Setiap hari ada 500 wisatawan nusantara maupun asing , datang ke tempat ini dengan beragam tujuan, ada   yang  hanya sekadar melihat-lihat bentuk bangunan atau ada juga yang datang bersemadi hingga betah beberapa hari. Brahma Vihara Arama berada pada ketinggian 300 hingga 350 meter, tertata cukup asri,  sehingga pengunjung betah berlama-lama berada di tempat ini.  Salah seorang wisatawan Michael,  asal Miami Amerika mengakui, tertaril datang Vihara ini untuk mengetahui secara jelas apa yang ada  di Brahma Vihara Arama Banjar Tegehe Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, sekaligus mencari tahu fungsinya karena dia mengetahui keberadaan Vihara terbesar di Bali ini dari informasi berbagai media dan web site, sehingga tertarik untuk langsung datang bersama beberapa rekannya  ke tempat ini, ditemani pemadu wisata yang cukup piawai  menjelaskan pemaknaan dari tempat suci milik umat Budda tersebut

Untuk mengembangkan apa yang menjadi daya tarik   kepariwisataan di daerah ini , seperti diakui    Ir. Nyoman Sutrisna, M.M, .M.B.A, Kadis Pariwisata Kabupaten Buleleng yang  terkenal cerdas melalui konsep 5331 nya  dan terus berupaya mencari terobosan terbaru   melibatkan masyarakat dan lintas terkait lainnya    Sejalan dengan  pengembangan pariwisata di Indonesia , jenis-jenis pariwisata menurut Sutrisna dapat dibagi tiga yakni wisata budaya, wisata alam dan wisata buatan.

Kabupaten  Buleleng  yang didukung wilayah  berhawa tropis, ketiga jenis wisata tersebut   berkembang pesat  di daerah ini, terutama wisata religi yang paling banyak dikunjungi  wisatawan, hal ini sejalan dengan  adat istiadat serta budaya yang sangat kental  dan hingga kini masih dijunjung tinggi masyarakat  setempat.

Pada prinsipnya Dinas Pariwisata Buleleng terus melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap semua  pengelola tempat wisata, dengan selalu mengedepankan sapta pesona , diharapkan   dapat berdampak terhadap  kunjungan wisatawan. Apa yang dilakukan pihak terkait terhadap terobosan untuk memperomosikan daerah-daerah kunjungan wisata yang pengembangannya telah diperdakan melalui SK Bupati, saat ini ada 38 objek wisata didukung 68 daerah tujuan wisata di Buleleng kini tumbuh subuh dan dipelihara cukup apik oleh pengelola maupun dinas terkait.

Bahkan Badan Pengelola Pariwisata Daerah-BPPD melalui Sekretarisnya Gede Parma, SST Par, M.Par akan mendukung apa yang menjadi program pemerintah melalui pemberdayaan potensi-potensi yang ada.     Menurut Gede Parma  Buleleng memiliki objek wisata yang potensial untuk dijual,tentunya dengan dukungan berbagai unsur seperti pokdarwis, dan pihak pengelola  bersinergi bersama pemerintah  untuk mencapai kesuksesan dalam upaya  mendatangkan wisatawan yang lebih banyak ke Buleleng ditopang dengan  satu visi yakni  membangun dunia pariwisata itu sendiri.(Ias)

May 2, 2018

Mencari Ketenangan di Brahma Vihara Arama

Singaraja(Manggala)- Salah satun tempat wisata yang ramai dikunjungi wisatawan asing maupun wisatawan nusantara dari lintas agama, adalah Brahma Viraha Arama. Berbicara Vihara, sudah barang tentu konotasi […]
May 2, 2018

Simantri Mampu Tingkatkan Pendapatan Gapoktan 

Badung (Manggala)-Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. IB Wisnuardhana, M.Si., saat peresmian Gedung Sekretariat Simantri 174 Lukluk yang sekaligus sebagai Sekretariat Asosiasi […]
May 1, 2018

Kunjungi Jembrana,Danrem Pamitan 

Jembrana (Manggala)-Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. I Gede Widiyana, melaksanakan lepas pisah di Jembrana, Senin (30/4) baru lalu. Bersama jajaran Korem, berpamitan kepada jajaran pemerintah kabupaten […]
May 1, 2018

Menangkan Paslon SUWASTA, PKS Klungkung Gelar Direct Selling

Semarapura (Manggala)-Jelang perhelatan pesta demokrasi beberapa bulan mendatang, banyak cara yang dilakukan pendukung pasangan calon bupatipun gubernur guna menarik simpati masyarakat. Demikian halnya dengan salah satu […]