custom writing help
News Archives - Page 140 of 202 - Manggala OnlineManggala Online | Page 140

 

 Gianyar (Manggala)-Belasan siswa SD 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, Gianyar, keracunan usai minum es di kantin sekolah, Senin (7/5). Siswa yang keracunan dilarikan ke RSUD Sanjiwani, Gianyar untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Ni Kadek Intan Lestari Dewi, salah seorang siswa mengatakan, dirinya bersama siswa lainnya membeli es di kantin sekolah saat jam  istirahat pertama. Usai minum es, kepalanya merasa pusing dan perut mual dan mau muntah.

Dikatakan, es yang dibeli di kantin oleh siswa katanya es campur yang diberi disebut es kepal milu. Es campur yang pertama kali dijual di kantin sekolah SD 1 Temesi. “Pedagang di kantin sekolah memang sudah lama. Tapi pertama kali menjual es. Dan kami membeli untuk menghilangkan rasa haus,” ujarnya, usai mendapat perawatan di RSUD Sanjiwani.

Banyaknya siswa yang keracunan menyebabkan ramai ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sanjiwani Gianyar. Hal ini karena orang tua siswa juga datang mendampingi anak-anak mereka yang keracunan.

Kepala SD 1 Temesi Putu Ciri Bagiani, S.Pd., mengatakan, prihatin dengan kejadian yang menimpa siswanya. Katanya, dia tidak melihat secara persis kejadian yang menimpa siswa di sekolah, karena sedang ada tugas di luar sekolah. “Mendengar ada informasi siswa keracunan dan sudah dibawa ke RSUD Sanjiwani, saya langsung datang ke sini (RSUD Sanjiwani-red), untuk memastikan siswa yang keracunan sudah mendapat penanganan,” katanya.

Dijelaskan, pedagang di kantin sekolah sesungguhnya pedagang sudah lama. Bahkan, sebelum dia bertugas di sekolah SD 1 Temesi pedagang sudah berjualan di kantin sekolah.

Pihaknya juga sudah sering mengingatkan kepada pedagang di kantin itu untuk selalu menjaga kesehatan makanan dan minuman yang dijual, sehingga tidak menimbulkan bahaya bagi para siswa.

Diungkapkan, terkait minuman es campur yang di sebut es kepal milu itu  pedagang kantin baru pertama kali menjual es itu. “Es itu baru pertama kali di jual tadi pagi,” tegasnya.

Dikatakan, ada 13 siswa dari kelas 2 sampai kelas 5. Mereka adalah: Kadek Adi, 8 , Vaetna, 8, Ajisca 8, Vionata, 8, Anandita, 9, Sukma,9, Komang Trisna Bayu, 10, Ayu Ani Lovya, 11, Fitri Hendrayanti, 10, Ni Putu Trisna Dewi, 10, I Gst Ayu Leona Putri, 11, Dewa Ayu Mirah Dwilaksmi 11, Sang Ayu Putu Sanjiwani,11, Kadek Eri Heliyana, 11, dan Ni Kadek Intan Lestari Dewi, 11.

Kadis Kesehatan Gianyar Ida Ayu Cahyani mengatakan, semua siawa korban keracunan telah mendapatkan perawatan dengan baik. Mudah-mudahan tidak sampai ada yang berbahaya. Kini sedang dilakukan observasi. Jika kondisi membaik nanti bisa pulang. Dan jika kondisinya tidak ada perubahan, akan dirawat inap. “Kita tunggu saja. Mudah-mudahan semua segera sehat kembali, dan bisa pulang,” ujarnya.

Terkait biaya pengobatan, pihaknya memastikan Pemkab Gianyar akan menanggung. Ini merupakan kewajiban pemerintah, untuk menanggung akibat dari bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Gianyar AA Oka Digjaya, mengungkapkan, begitu mendengar laporan ada keracunan kurang lebih pulul 09.30 wita, segera mengontak unit-unit untuk melakukan evakuasi. Ini sudah menjadi tanggung jawab BPBD untuk membantu melakukan evakuasi sehingga tidak terjadi korban jiwa. “Pertama nyawa harus kita selamatkan. Secepatnya dilakukan evakuasi untuk segera mendapatkan pertolongan. Ini sudah protap kami di BPBD,” ujarnya.

Oka Digjaya menyangkan mengapa kejadian keracunan massal masih saja terjadi di Gianyar. Keracunan massal menimpa siswa maupun masyarakat. Setidaknya dalam kurun waktu 7 tahun bertugas sebagai Kepala BPBD Gianyar, sudah tujuh kali terjadi bencana keracunan massal. Itu artinya rata-rata setahun sekali terjadi keracunan massal di Gianyar. Hal ini membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat Gianyar terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kehygenisan makanan dan minuman yang akan disajikan secara massal.

Karena itu, kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran terakhir bagi masyarakat Gianyar.

Jangan sampai terulang lagi. Untuk itu, semua pihak harus peduli menjaga dan mengawasi kesehatan mananan dan minuman yang akan disajikan dan dikonsumsi secara massal, sehingga tidak lagi menimbulkan keracunan massal yang bisa mengancam kesehatan bahkan nyawa siswa atau masyarakat secara massal. “Mari kita peduli kehygenisan makanan dan minuman yang akan disajikan secara massal, sehingga tidak menimbulkan bencana lagi,” harapnya.(wir).

 

May 8, 2018

Usai Minum Es, Belasan Siswa S D 1 Temesi  Masuk IGD

   Gianyar (Manggala)-Belasan siswa SD 1 Temesi, Kecamatan Gianyar, Gianyar, keracunan usai minum es di kantin sekolah, Senin (7/5). Siswa yang keracunan dilarikan ke RSUD Sanjiwani, […]
May 8, 2018

Koramil Payangan, Bantu Jamban Masyarakat Kurang Mampu

Gianyar (Manggala)-Membantu masyarakat kurang mampu dalam pembuatan jamban Koramil 1616-07 Payangan melakukan jambanisasi di Desa Buahan, Payangan, beberapa waktu lalu. Jambanisasi menyasar masyarakat kurang mampu, agar […]
May 4, 2018

Bupati Ajak Masyarakat Badung Tingkatkan Gotong-Royong

Mangupura (Manggala)-Pancasila sebagai dasar negara dengan lima sila di dalamnya memiliki inti sari yang sangat mendalam yakni gotong royong. Gotong royong harus dimaknai bukan hanya sebagai […]
May 3, 2018

Pemuda Diminta Bersinergi dengan Pemerintah

Denpasar (Manggala)-Gubernur Bali Made Mangku Pastika menerima audiensi para pemuda Bali yang tergabung dalam Pro Bali Ambassador dan Yayasan Dana Abadi Bali di ruang kerjanya, Kantor […]