custom writing help
Agro & Wisata Archives - Manggala OnlineManggala Online

Agro & Wisata

Gianyar(Manggalaonline)-Secara realitas( berdasarkan luas lahan sawah) Kabupaten Gianyar sesungguhnya sudah mampu mencapai target luas tambah tanam(LTT) padi 2018. Namun jika dikaitkan dengan target yang diberikan Kementerian Pertanian RI, Kabupaten Gianyar belum mampu penuhi target. Hal ini karena faktor budaya indek penanaman(IP) yang dipatok pusat beda dengan kondisi budaya di sebagian wilayan Gianyar. Pusat menentukan IP tiga kali setahun. Sementara untuk Gianyar, khususnya daerah Payangan, Tegallalang dan Tampaksiring masih mengikuti kerta masa(mengikuti sasih penanaman padi). Daerah Gianyar utara itu hanya mampu menanam dua kali setahun. “Hanya daerah bawah saja mampu mengikuti IP tiga kali setahun. Daerah bawah mengikuti sistem tulak sumur(tidak memperhitungkan sasih),” ujar Kadis Pertanian Gianyar Ir. I Made Raka, di ruang kerjanya, Selasa(22/1).

Lebih jauh diungkapkan, tahun 2018 Kabupaten LTT padi Kabupaten Gianyar mencapai 28.539 hektar. Sedangkan target yang diharapkan tahun 2018 adalah 29.926 hektar.

Selain karena faktor budaya kerta masa, penyebab lainnya adalah, banyak saluran irigasi yang diperbaiki tahun 2018. Hal ini menyebabkan mundurnya masa tanam. Di samping itu, di beberapa subak, saat musim komarau 2018 ada yang debit airnya menurun. Sehingga subak harus melaksanakan system sorog(bergilir gunakan air).

Tapi, soal produktifitas padi di Gianyar masih tergolong bagus. Rata-rata produktifitas padi di Gianyar mencapai 6,47 ton per hektar.

Menyinggung soal target LTT tahun 2019, Raka mengatakan, kalau target kementerian, biasanya target tahun ini dihitung dari besar capaian di tambah 10 persen. Sedangkan target daerah, dihitung berdasarkan luas lahan yang dihitung oleh Badan Pusat Statistik.

Katanya, berdasarkan data BPS, luas lahan sawah di Gianyar tahun 2018 seluas 14.320 hektar. Diprediksi jumlah itu tak akan tetap di 2019. Hal ini karena pengaruh alih fungsi lahan pertanian untuk pemukiman dan lainnya. Di samping itu, juga beralih fungsi komoditas, lahan sawah tidak ditanami padi. “Untuk LTT Kabupaten, kami belum bisa tentukan, karena data dari BPS belum keluar. Karena saat 2018 sedang dilakukan penghitungan ulang luas sawah di Gianyar. Hasilnya belum keluar,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Gianyar I Wayan Suarta mengungkapkan, untuk meningkatkan produksi gabah di Gianyar pihaknya terus melakukan upaya intensifikasi. Yakni dengan menanam varietas unggul jenis baru hibrida, yang hasilnya jauh lebih tinggi. Di samping itu, dari aspek teknis penanaman, pihaknya menganjurkan petani mennanam dengan system jajar legowo 2:1, dan system SRI(Sistem Rice Intensification). Di mana system SRI ini menanam benih muda, dengan air macak-macan, dan dilengkapi pengunaan pupuk kandang selain pupuk kimia.(wir.

January 23, 2019

Sistem “Kerta Masa” Hambat Capaian LTT Gianyar

Gianyar(Manggalaonline)-Secara realitas( berdasarkan luas lahan sawah) Kabupaten Gianyar sesungguhnya sudah mampu mencapai target luas tambah tanam(LTT) padi 2018. Namun jika dikaitkan dengan target yang diberikan Kementerian […]
January 20, 2019

Bupati Eka Nobatkan Desa Geluntung Jadi Desa Wisata Mandiri

Tabanan ( Mangalaonline) – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, menghadiri Karya Ngenteg Linggih Kantor Perbekel Desa Geluntung, Marga, Sabtu (19/1). Kegiatan Karya Ngenteg Linggih tersebut […]
January 18, 2019

Wagub Cok Ace Dukung Pengembangan Desa Wisata

Denpasar(Manggalaonline)-Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung pengembangan desa wisata yang disesuaikan dengan potensi wilayah masing-masing. Hal tersebut disampaikan Cok Ace saat […]
January 11, 2019

Sembilan Desa Wisata Sepakat Bentuk BUMDesa Bersama

Gianyar(Manggalaonline)-Sembilan desa yang ditetapkan Bupati Gianyar tahun 2017 menjadi Desa Wisata sepakat membentuk BUMDesa bersama. Hal ini untuk menghindari kesenjangan dan penyebaran perkembangan wisata, lebih baik […]