custom writing help
Adat & Seni Budaya Archives - Page 6 of 14 - Manggala OnlineManggala Online | Page 6

Adat & Seni Budaya

Amlapura(Manggala)-Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meresmikan penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (11/10). Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan,peresmian penggunaan busana adat Bali dan Bahasa Bali yang dilakukan secara serentak di seluruh Bali merupakan kebijakan program prioritas dalam bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Hal ini  sebagai wujud komitmen serius upaya pemajuan kebudayaan Bali. Di samping itu, bertolak dari kondisi dewasa ini di mana penggunaan busana adat Bali khususnya di kalangan generasi muda yang sudah jauh dari  pakem yang ada. Demikian pula halnya dengan keberadaan Bahasa Bali yang kurang diminati para generasi muda, sehingga dikawatirkan ke depan Bahasa Bali akan menjadi punah. Semakin sedikit sekarang generasi muda yang bisa berbahasa Bali dengan baik , sesuai dengan sor singgih, demikian pula dengan penggunaan busana adat Bali yang terkadang sudah tidak sesuai dengan pakem yang ada. “Untuk itu mari kita kembali kepada pekem yang ada, kita lestarikan dan jaga busana adat dan bahasa Bali yang kita miliki, sebagai bentuk rasa memiliki dan tindih dalam memajukan adat, agama, tradisi, seni dan budaya Bali, ” imbuhnya.

Sementara itu Ketua MUDP Bali Jero Gede Suwena Putus Upadesa menyambut baik dan mengapresiasi langkah yang diambil Pemprov. Bali dalam upaya pelestarian busana adat Bali dan Bahasa Bali yang diperkuat dengan diterbitkannya Pergub sebagai payung hukumnya.

Acara peresmian di tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Pura Penataran Agung Besakih diawali dengan pementasan tari sakral tari rejang renteng dan tari baris kincang kincung.. Setelah itu dilanjutkan dengan  pemakaian destar kepada  Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta serta dua tokoh masyarakat yakni Prof. Made Surada dan Prof. I Nengah Duija oleh Wagub Bali Cok Ace.  Lantas dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Ida Pedanda Gede Rai Pidada dari Griya Pasekan Klungkung.

Sementara itu di Kabupaten Jembrana penggunaan aksara dan busana Bali dipusatkan di Pura Jagatnatha Jembrana. Peresmian  ditandai dengan pemasangan destar dan selendang oleh Bupati Artha serta Ny Ari Sugianti Artha kepada perwakilan pegawai.

Menurut Bupati Artha ,  berbusana adat Bali setiap Kamis, Purnama dan Tilem, maupun peringatan hari besar provinsi maupun kabupaten. Selama mengenakan busana adat Bali wajib melakukan komunikasi bahasa Bali sesuai sor singgih (tata bahasa). Termasuk saat menggelar rapat juga menggunakan bahasa pengantar bahasa Bali.

“ Kebijakan ini bentuk keseriusan melestarikan budaya Bali.Juga untuk menguatkan bahasa, sastra serta aksara Bali, “ujar Artha.

Bupati Artha berharap penggunaan aksara serta busana Bali ini juga bisa disosialisasikan kemasyarakat. Seperti bagaimana tata krama berbusana bali yang benar, khususnya saat masuk keparahyangan. Penggunaannya sendiri juga diatur sesuai etika yakni nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan, dan kepantasan yang berlaku di masyarakat.

Peresmian penggunaan busana dan Bahasa Bali dipusatkan di di Pura Agung Kentel Gumi Kecamatan Banjarangkan, (Kamis 11/10/2018). Bupati Suwirta mengatakan kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemda Klungkung mendukung program Gubernur Bali dalam upaya melindungi dan melestarikan busana, bahasa, aksara serta satra Bali.

“Pelaksanaan program ini supaya dimanfaatkan untuk belajar meskipun busana, bahasa dan sastra sudah digunakan setiap hari namun pada hari ini kita pertegas pemakaian busana dan bahasa Bali yang benar.”ujar Bupati Suwirta.

Supaya tidak berkesan jorjoran, Bupati Suwirta instruksikan penggunaan busana adat bali yang sederhana dan sopan, baik itu untuk setiap hari Kamis serta Rahina Purnama dan Tilem. Untuk busana pria wajib mengenakan baju dan udeng putih dengan saput berwarna Kuning. Sementara untuk busana wanita, diwajibkan mengenakan kebaya putih sederhana yang tidak transparan dan sopan.

Acara peresmian diawali dengan dengan sembahyang bersama di Pura Agung Kentel Gumi, dilanjutkan dengan pementasan tari Rejang Renteng serta penyerahan Destar/udeng dan slempod oleh Bupati Nyoman Suwirta kepada sejumlah kepala perangkat daerah. (wir/pab/jim).

October 14, 2018

Peresmian Penggunaan Busana Adat dan Bahasa Bali di Besakih

Amlapura(Manggala)-Wakil Gubernur Bali Cokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) meresmikan penggunaan Busana Adat Bali dan Bahasa Bali di Pura Penataran Agung Besakih, Kamis (11/10). Dalam […]
August 19, 2018

616 Layang-Layang Berlaga di Pengambengan

Jembrana (Manggala)-Berlangsung di tengah guyuran hujan, Lomba layang – layang dalam rangkaian HUT Kota Negara ke-123 diselenggarakan  di Lapangan Tanah Timbul, Pengambengan, Negara. Meski cuaca tidak […]
August 19, 2018

Unik, Pawai Festival KSSL Bernuansa Merah Putih

Kuta – Unik dan istimewa, begitu kesan yang ingin ditunjukkan dari Festival Kuta Sea Sand Land (KSSL) kedua ini. Mengapa?, ini karena penyelenggaraannya yang bersamaan dengan […]
August 19, 2018

Hops Puppet Show Hibur Anak-Anak Di DSM

Kuta-   Hops Puppet Show, kelompok panggung boneka dan drama, siap menghibur anak-anak yang berkunjung ke Discovery Shopping Mall (DSM) pada 17-19 Agustus 2018. Hops Puppet Show […]