custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 9 of 314Manggala Online | Page 9

Manggala Bali

Gianyar(Manggalaonline)-Program vaksinasi anjing Dinas Pertanian Gianyar menghadapi kendala, selama musim pandemi Covid-19, karena anggaran operasional untuk vaksinasi dari pusat dipangkas. Karenanya, Dinas Pertanian Gianyar memprioritaskan vaksinasi di desa-desa yang positif. Maksudnya, di desa-desa yang sempat ada kasus anjing positif rabies.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Dinas Pertanian Gianyar I Made Santiarka seijin Kepala Dinas Pertanian Gianyar  mengatakan,  vaksinasi tetap dilakukan tapi dengan biaya APBD Kabupaten. Hal ini mengingat kasus rabies di Gianyar masih ada sepanjang 2020. Terbatasnya anggaran menyebabkan vaksinasi harus memprioritaskan di desa-desa yang positif dan zona merah rabies.

Diungkapkan, kini pihaknya melaksanakan vaksin dengan dua cara. Yakni dipusatkan di balai banjar dengan protokol kesehatan ketat. Di samping itu, jika ada masyarakat tidak mampu membawa anjingnya ke balai banjar, petugas mendatangi langsung ke rumah-rumah warga.

Diungkapkan, sekarang ini kesadaran masyarakat memvaksin anjingnya cukup tinggi. Karenanya, jika dilakukan terpusat khawatir melanggar protokol kesehatan. “Makanya kami laksanakan dua system. Jemput langsung ke rumah-rumah, atau dipusatkan di balai banjar dengan protkol kesehatan ketat,” ujarnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III Kabupaten Gianyar drh. Nyoman Arya Dharma saat vaksinasi di Banjar Negari, Singapadu, Sukawati mengatakan, vaksinasi ini digelar serentak di Bali selama bulan Oktober 2020. Digelar dalam rangka penanggulangan rabies di Kabupaten Gianyar. “Targetnya di Banjar Negari sebanyak 415 anjing. Tapi karena pandemi, sesuai protokol kesehatan. Seberapa dapat ya segitu maksimal, tidak lagi bisa masuk ke rumah-rumah,” ujarnya. 

Arya Dharma bertugas mewilayahi tiga Kecamatan ini stanby di balai banjar bersama 4 petugas lain. “Di banjar kami stanby sampai siang. Besok lanjut lagi di banjar lain. Dipilihnya Desa Singapadu Tengah ini karena pernah masuk zona merah, ada kasus rabies Tahun 2016 lalu. Bersyukur Tahun 2020 ini nihil kasus,” ungkapnya.

Selain zona merah, wilayah Singapadu juga termasuk wilayah perbatasan sehingga rentan terjadi mobilisasi hewan anjing. 

Dia mengimbau agar masyarakat memastikan anjing peliharaan tidak dilepasliarkan. Agar dipelihara, dirawat. Sebaiknya diikat atau dikandangkan. 

Dari data yang ada, vaksinasi tahun 2020, dilaksanakan di berberapa desa. Di antaranya, Desa Batuan: 2178 ekor,  Sebatu: 1255 ekor, Taro: 1937 ekor, Medahan: 716 ekor, Buruan: 1224 ekor, Bresela: 423 ekor, Keliki: 1079 ekor. Sehingga total yang sudah divaksin bulan September Oktober sebanyaj 8.812 ekor. Sedangkan yang sudah dieliminaai Tahun 2020 sebanyak 88.833 ekor.(wir).

October 7, 2020

Gianyar Prioritaskan Vaksinasi Anjing di Desa Positif

Gianyar(Manggalaonline)-Program vaksinasi anjing Dinas Pertanian Gianyar menghadapi kendala, selama musim pandemi Covid-19, karena anggaran operasional untuk vaksinasi dari pusat dipangkas. Karenanya, Dinas Pertanian Gianyar memprioritaskan vaksinasi […]
October 7, 2020

Bupati Suwirta Lantik 22 Perbekel

Semarapura(Manggalaonline)-Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta dan Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta melantik 22 perbekel terpilih masa […]
October 7, 2020

Desa Pejeng Bangun TPS 3R

Gianyar(Manggalaonline)-Sebagai upaya mengendalikan pencemaran dan kerusakan lingkungan serta membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah sampah, Desa Pejeng, Tampaksiring, Gianyar membangun Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) berbasis 3 […]
October 7, 2020

Pemkab Klungkung Jalin Kerjasama Pemasaran Rumput Laut

Semarapura (Manggalaonline)– Guna menciptakan kestabilan harga dan meningkatkan pemasaran rumput laut yang dihasilkan para petani Nusa Penida, Pemerintah Kabupaten Klungkung menjalin kesepakatan dan kerjasama dengan Perusahaan PT. Indonusa Algaemas […]