custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 89 of 288Manggala Online | Page 89

Manggala Bali

Gresik(Manggalaonline)-Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak di Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Waringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan leluhur. Tidak hanya bagi umat beragama Hindhu, agama lain juga memuja leluhur di pura ini. Pura Medang Kemulan sebagai tempat pemujaan leluhur nusantara. 

Menurut Romo Sepuh Satya Bhuana Medang Kemulan, Pura Medang Kemulan merupakan tempat memuja leluhur. Hal ini sesuai konsep penciptaan manusia pertama yang disebut “Manu” di mana terurai dalam Kitab Medang Kemulan. Manusia sejatinya sama berasal dari leluhur yang sama. Perbedaan  ditentukan oleh perbuatan dan kehormatan terhadap  terhadap leluhur. “Mereka yang bakti kepada leluhur pasti akan diberkati,” ujarnya.

Katanya, Agama Hindhu percaya dengan Punarbhawa(Reinkarnasi atau kelahiran kembali). Hal ini karena sangat jarang manusia mampu berprilaku seperti dewa, sehingga begitu meninggal bisa menyatu Tuhan. Kelahiran kembali ini mengharuskan kita menghormati leluhur. “Jadi di Pura Medang Kemulan ini siapa saja boleh tangkil, dengan agama apa saja, dan berpakaian apa saja. Yang penting mereka akan menyebah dan memuja  leluhur atau ngelinggihanm leluhur,” ungkapnya.

Menurut Romo, Pura Medang Kemulan era tahun 1980an sejatinya ada 75 KK Hindu yang ngempon pura. Namun, karena berbagai faktor, jumlah KK Hindu kian menyusut. Hingga sejak Tahun 2010 terisisa hanya 7 KK sampai saat ini. Di Pura Medang Kemulan ini ada dua ritual setiap tahun. Yakni Piodalan, yang jatuh setiap Purnama  Kawulu. Dan ritual satu lagi Natah Jagat, yang jatuh setiap tanggal 30 Juni. Upacara ini bertujuan untuk menghormati para Pahlawan, menghormati Gajah Mada, dan semua Bhagawanta Nusantara. Besoknya hari lahir Pancasila. Jadi Upacara Natah Jagat, bertujuan untuk menyatukan NKRI yang berlandaskan Pancasila. Rangkaian upacara Natajagat cukup sederhana, yakni doa lintas agama menyelami spirit bersatunya Nusantara. “Doa dilakukan di ajeng pelinggi Ida Bhatara Dalem Gajah Mada,” jelasnya.

Dalam setiap kegiatan di Pura Medang Kemulan, pantang mengunakan daging dari binatang berkaki empat. Hal ini dimaksudkan agar kesan netral bisa terpelihara. Ini sangat penting untuk memelihara teloransi, sebagai mana kita berasal dari leluhur satu mestinya tidak perlu ada konflik. Terlebih sesame saudara dan keluarga.

Di Pura Medang Kemulan ini cukup netral. Toleransi antar  umat beragama di kawasan pura sangat terjaga. Terbukti setiap kali digelar prosesi melasti jelang Nyepi, ratusan umat muslim berjilbab turut serta beriringan menuju Jolotundo. Jarak yang ditempuh sekitar 50-60 kilometer dengan naik kendaraan. “Sampai di Jolotundo, kita turun dari kendaraan lalu jalan kaki. Mereka juga antusias ikut jalan kaki,” jelasnya.

Di Pura Medang Kemulan, yang disebutkan sebagai genah leluhur se Nusantara oleh Romo Sepuh yang nama welakanya I Kadek Sumanila, Marinir aktif TNI AL Surabaya ini. Dibangun diatas lahan seluas 2 hektar termasuk Pesanggarahan Romo Sepuh. Dalam pesanggrahan atau kawasan rumah Romo Sepuh, dihuni 3 KK bersama Jro Mangku dan Seksi Konsumsi. Dijelaskan, Pura ini konsepnya sedikit berbeda dengan pura pada umumnya. “Ini murni konsepnya leluhur. Kalaupun ada Padma, Candi, dominan kultur leluhur, sesuai nama Medang Kemulan,” jelas lulusan AKABRI 1995 ini. Pada prinsipnya, Pura Medang Kemulan mengingatkan umat untuk eling pada leluhur. “Makanya pada kesempatan hidup ini, yang masih punya orangtua dan mertua jaga dengan baik, rawat dengan baik karena kita akan menjadi tua nanti. Apa yang kita tanam, itu yang kita petik,” jelasnya. 

Romo berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar, katanya telah dua kali melakukan bhakti pengayar saat Pujawali Purnama Kaulu. (wir).

October 1, 2019

Pura Medang Kemulan , Tempat Pemujaan Leluhur

Gresik(Manggalaonline)-Pura Penataran Luhur Medang Kamulan terletak di Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Waringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pura ini diyakini sebagai tempat pemujaan leluhur. Tidak hanya […]
September 22, 2019

WFC Summit, Bangkitkan Industri Perbungaan di Indonesia.

Gianyar(Manggalaonline)-World Flower Council (WFC) Summit kembali diselenggarakan, dan tahun ini Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah dengan memilih Bali sebagai lokasi acara.  WFC Summit merupakaan ajang bagi […]
September 22, 2019

Ikatan Alumni ITB Bedah Pemikiran Visioner Gubernur Koster

Denpasar (Manggalaonline) – Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IA ITB, Sabtu (21/9) di Rama Sita Room, Inna Grand Bali […]
September 22, 2019

Pemkab Tabanan Gelar Sosialisasi Pamsimas III

Tabanan (Manggalaonline) – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan I Ketut Subrata Suyasa, membuka Sosialisasi Pamsimas ( Program Penyediaan Air […]