custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 62 of 302Manggala Online | Page 62

Manggala Bali

Tabanan (Manggalaonline) –   Guna mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk akibat wabah covid-19 utamanya terkait masalah pangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meminta Dinas Pertanian dan instansi lainnya terkait sektor pertanian harus tetap melakukan langkah-langkah startegis sehingga sektor pertanian tetap berproduksi

Bupati menyebutkan, terkait stok bahan pangan di Kabupaten Tabanan, khususnya beras diprediksi mencukupi untuk 6-8 bulan kedepan. Namun hal itu dikatakannya tidak menjamin stok pangan di Kabupaten Tabanan aman apabila masyarakat, khususnya petani di Tabanan tidak melakukan produksi di sektor pangan. Oleh karena itulah, sektor pertanian harus terus didorong untuk melakukan produksi.

“Makanya untuk sektor pertanian harus tetap didorong. Kalau mereka tidak berproduksi dan hanya dikonsumsi saja, kita nantinya akan kehabisan juga,” ujar  Bupati Eka dalam rapat bersama Forkompinda Tabanan melalui video conference, Kamis (9/4).

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana dihubungi secara terpisah mengungkapkan

untuk ketersediaan beras di Kabupaten Tabanan relatif masih aman. Ini dilihat dari data estimasi luas tanam, luas panen dan produksi padi tahun 2020 bahwa luas panen pada April dan Mei lebih luas dibandingkan Maret. Pada April, luas panen sebesar 1.641 hektare atau setara 577.243 ton beras dan produksi Mei sebesar 1.128.911 ton beras dengan estimasi luas panen 3.150 hektar.


Angka ini bertambah pada Juni, dengan estimasi luas panen sebesar 6.365 hektare atau setara 2.246.575 ton beras. “Untuk bulan Maret kemarin, estimasi hasil panen tercapai,”  katanya saat dikonfirmasi, Senin (13/4)

Ditanya tentang dampak pandemi virus Covid-19 pada aktivitas petani dalam bercocok tanam, menurut Budana belum dirasakan petani secara signifikan. Dalam arti petani masih tetap bekerja dan berproduksi.  Hanya saja, jika sebelumnya para petani khususnya di Kecamatan Baturiti yang lebih pada komoditi yang dipasarkan untuk hotel maupun restoran, kini diharapkan beralih pada komoditi yang memang dibutuhkan masyarakat lokal. “Kebutuhan sayur mayur saya rasa aman untuk tiga bulan ke depan karena petani sayur juga sudah ada yang mulai panen,” terangnya.

Diungkapkannya lebih lanjut, belum lama ini pihaknya telah berkoordinasi melalui video conference dengan pemerintah pusat terkait upaya percepatan pengembangan komoditi yang bersumber dari dana pembantuan pusat. “Daerah diminta untuk melakukan percepatan pengembangan komoditi yang dibantu pusat, seperti bawang putih di mana saat ini sudah masuk proses tender dan akan segera direalisasikan,” pungkasnya. (gus)

April 13, 2020

Bupati Tabanan Minta Sektor Pertanian Tetap Berproduksi

Tabanan (Manggalaonline) –   Guna mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk akibat wabah covid-19 utamanya terkait masalah pangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meminta Dinas Pertanian dan instansi lainnya […]
April 13, 2020

Pembenihan Ikan Karper Cyprinus carpio

Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bern­ilai ekonomis penting, tersebar luas di Indonesia dan cukup populer di Bali. Di Indonesia, Ikan karper […]
March 17, 2020

Wagub Bali Pimpin Spraying Disinfektan

Denpasar (Manggalaonline)– Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dan Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali […]
March 17, 2020

Wabup Kembang Ajak Petani Muda dan Perempuan Tekuni Kakao

Jembrana (Manggalaonline)-Wakil Bupati Jembrana , I Made Kembang Hartawan kembali  mengajak petani muda dan petani perempuan Jembrana  untuk menekuni  Kakao  . Prospek kakao sebut Kembang , […]