custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 54 of 298Manggala Online | Page 54

Manggala Bali

Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bern­ilai ekonomis penting, tersebar luas di Indonesia dan cukup populer di Bali. Di Indonesia, Ikan karper memiliki beberapa nama sebutan yakni ikan mas, tombro, rayo, ameh atau nama lain sesuai dengan daerah penyebarannya.

Meski cukup populer di Bali, namun pada faktanya ikan karper ini kurang berkembang bila dibandingkan dengan perkembangan ikan nila atau lele. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurang berkembangnya usaha pembenihan. Padahal untuk membenihkan ikan karper caranya cukup mudah dan sederhana.

Teknik pembenihan

Pembenihan ikan karper dapat dilakukan dengan dua cara, yakni secara tradisional dan secara intensif yang dibedakan berdasarkan teknis pelaksanaannya. Pembenihan secara intensif umumnya diterapkan oleh Balai Benih Ikan (BBI) milik pemerintah, sedang­kan para petani umumnya menerapkan cara tra­disional yang relatif sederhana.

Cara pembenihan tradisional umumnya dilakukan tanpa diadakan pemilihan induk, pemberian pakan seadanya, pemu­pukan sekedarnya serta kualitas air yang kurang diperhatikan. Pembenihan secara tradisional ini dapat dilakukan di kolam maupun di sawah.

Untuk melakukan pembenihan ikan karper di kolam, ada beberapa tahap yang harus dilaksanakan, yaitu pemijahan, pendederan dan penyimpanan in­duk. Pemijahan atau pelepasan telur-telur dan sperma yang menghasilkan pembuahan telur-telur tersebut pada ikan karper dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak tergantung pada musim.

Ciri-ciri induk ikan karper yang baik untuk dipijahkan di antaranya  adalah: umur masih muda  antara 1,5 – 3 tahun, tubuh atau sirip  tidak cacat,  sisik letaknya beraturan, ekor normal cepat terbuka, pangkal ekornya lebar dan tebal. Selain itu, kepalanya relatif berukuran kecil. Pada saat seleksi induk ini, dipilih induk betina yang bobot minimal 1,5 Kg dan induk jan­tan minimal 0,5 Kg per ekor.

Induk betina yang siap memijah (matang ke­lamin), memiliki ciri-ciri perutnya membengkak dan terasa lembek bila diraba. Sedangkan induk jantan bila perutnya ditekan akan keluar cairan sperma berwarna putih.

Cara Pemijahan

Di Indonesia saat ini bisa ditemukan berbagai cara pemijahan ikan karper yang telah berkembang se­cara tradisional. Perbedaan pokok dari berbagai macam cara pemijahan ikan karper ini terletak pada kontruksi dan wadah pemijahan (di kolam atau sawah) serta pada ba­han untuk melekatkan telur ikan karper.

Dari berbagai cara tradisonal tersebut, pemijahan ikan karper cara sunda merupakan cara yang paling populer sehingga dikembangkan dan dimodifikasi menjadi cara hapa. Pada cara hapa ini, pemijahan di lakukan di kolam se­cara langsung atau di dalam hapa (kantong kain) yang ditempatkan di dalam kolam. Setelah terjadi pemijahan, telur yang melekat pada kakaban ditetaskan di dalam hapa agar larvanya lebih terkontrol.

Sebelum dilakukan pemijahan, kolam dikeringkan terlebih dulu selama kira-kira 3 hari sampai tanah dasarnya sedikit retak-retak. Setelah kolam dikeringkan, air den­gan debit sekitar 0,5 liter/detik dimasukkan setinggi 50 – 75 Cm lalu kakaban dipasang secara berderet di ko­lam pemijahan. Untuk setiap 1 Kg induk yang dipijahkan diperlukan empat buah kakaban.

Pada sore hari kemudian induk betina dan jantan ikan karper dengan perbandingan berat 1 : 1 yang sudah matang kelamin dan diseleksi sebelumnya dimasukkan ke kolam pemijahan. Padat tebarnya 2 Kg induk betina / 4 M2.

Bila persiapan pemijahan dan pemilihan induk dila­kukan dengan baik dan benar, pada malam hari setelah induk dimasukkan ke dalam kolam biasanya induk su­dah memijah yang ditandai dengan adanya telur ikan yang menempel pada kakaban.

Setelah pemijahan, induk ditangkap dan dikem­balikan ke kolam induk untuk dipelihara lebih lanjut. Te­lur yang ada di kakaban tetap dibiarkan di kolam pemija­han atau dipindah ke dalam hapa yang diletakkan kolam penetasan untuk ditetaskan di dalam hapa. Sekitar 2 – 3 hari kemudian, telur akan menetas menjadi larva.

Pendederan

Umur seminggu, larva kemudian ditang­kap dan dipindahkan ke kolam pendederan pertama den­gan padat penebaran 300 – 400 ekor/M2 untuk dipelihara selama 2 – 3 minggu hingga mencapai ukuran benih 1 – 3 Cm. Benih ukuran 1 – 3 cm   ini sudah bisa lang­sung dijual atau dipelihara  lebih lanjut di kolam pend­ederan lanjutan (pendederan II, III dan IV) yang dilakukan masing- masing selama satu bulan sesuai keinginan. Bila benih yang akan dijual berukuran besar, maka pendederannya perlu dilakukan lebih lama.

Sebelum benih ditebarkan, kolam perlu diolah dan diperbaiki pematangnya. Tanah dasar kolam dikapur dengan kapur tohor sebanyak 1 – 2,5 Kg/m2 dan dipupuk dengan pupuk organik (kotoran ayam) 25—50 Kg/m2 dan pupuk an-orgonik (Urea dan SP) 100 gram/are. Berikutnya kolam diisi air setinggi 30—50 Cm dan dibiarkan selama 3—5 hari. Setelah air kolam be­warna hijau kecoklatan, benih bisa ditebarkan pada pagi hari.

Di Bali, benih ikan karper dalam tata niaganya dikelompokkan menjadi benih ukuran panjang tubuh 1-3 cm, 3 – 5 cm, 5-8 Cm dan benih tanggung ( panjang tubuh 8-12 cm). Agar penjualan benih dapat memberikan ukuran yang memadai, maka dalam rencana produksi dan panennya perlu didasarkan pada saat permintaan pasar yang tinggi terhadap masing-masing ukuran benih.

Ber­dasarkan pertimbangan tersebut, maka pemanenan benih ikan dapat dilakukan pada umur tiga minggu (ukuran benih 1-3 cm) pendederan I,  umur dua bulan (ukuran benih 3-5 cm) pendederan II,  umur tiga bulan (ukuran benih 5-8 cm) pendederan III atau umur empat bulan (ukuran benih 8 – 12 cm) pendederan IV.  Benih karper hasil pendederan IV   biasanya dipasarkan untuk dipelihara di kolam air deras, saluran irigasi atau jaring kantong terapung.  (Agus Rochdianto, Penyuluh Perikanan Madya di Tabanan)

April 14, 2020

Pembenihan Ikan Karper Cyprinus carpio

Ikan karper (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang bern­ilai ekonomis penting, tersebar luas di Indonesia dan cukup populer di Bali. Di Indonesia, Ikan karper […]
April 14, 2020

Bupati Eka Tegaskan Desa Berperan Penting Tanggulangi Covid -19

Tabanan (Manggalaonline) – Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menegaskan  bahwa desa  memiliki peranann  penting karena desa merupakan Garda terdepan dalam rangka penanggulangan krisis yang disebabkan oleh […]
April 14, 2020

Toyota Agya Facelift Hadir di Bali

PT Toyota Astra Motor (TAM) telah meluncurkan Toyota Agya  terbaru versi facelift. Mobil yang masuk segmen LCGC (Low Cost Green Car) ini telah hadir di Bali dengan […]
April 14, 2020

Pedagang Bengkung, Bupati Suwirta Geram

Semarapura (Manggalaonline)- Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta didampingi Kadis Koperasi UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, I Wayan Ardiasa, Kepala UPT. Pasar Semarapura, I Komang Sugianta Kasat […]