custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 311 of 314Manggala Online | Page 311

Manggala Bali

Denpasar (Manggala)-Hari Raya Tumpek Landep yang dirayakan setiap 210 hari sekali tepatnya
jatuh pada, Sabtu Kliwon, Wuku Landep hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk mempertajam pikiran sehingga dapat berpikir lebih kritis, lebih jernih, proaktif,  selalu ingin belajar dan terus menambah pengetahuan  yang akan  meningkatkan *sradha bhakti* dalam melaksanakan swadharma
masing masing .

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam dharma wacananya serangkaian piodalan Tumpek Landep di Pura Penataran
Agung Kerta Sabha di rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha , Sabtu ( 4/2). Lebih jauh Pastika menyampaikan Tumpek Landep merupakan sebuah tonggak penajaman terhadap citta, budhi dan manah ( pikiran ) dan dengan
demikian akan selalu berperilaku berdasarkan kejernihan pikiran dengan berlandaskan nilai nilai agam. ‘’ Dengan pikiran  yang jernih itu pula kita
akan dapat memilah mana hal  yang baik dan mana yang buruk. ” Landep itu
artinya tajam atau runcing, kita maknai hari raya ini dengan menajamkan hati dan pikiran kita, kembangkan pengetahuan yang kita miliki, jangan
biarkan otak kita berhenti untuk bekerja, teruslah belajar dan berpikirlah kritis, ” imbuhnya.

Orang nomor satu di Bali ini menambahkan  pada awalnya ,dalam upacara Tumpek Landep diupacarai beberapa pusaka yang memiliki sifat
tajam seperti keras dan tombak, namun  selaras dengan perkembangan yang ada, dewasa ini senjata lancip sudah meluas pengertiannya . Tak hanya  sebatas keris dan  tombak namun termasuk didalamnya benda benda hasil cipta karsa manusia yang dapat mempermudah hidup seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer dan sebagainya turut diupacarai pula dalam perayaan
Tumpek Landep. ” Sekali lagi saya ingatkan jangan sampai ada salah mengartikan, bahwa ketika kita mengupacarai mobil, motor, komputer
dan sebagainya bukan berarti kita menyembah benda- benda tersebut. Namun kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati untuk memberikan kekuatan pada
benda tersebut sehingga betul betul dapat  mempermudah  kita dalam melaksanakan swadharma kita masing masing, ” tuturnya. Rangkaian upacara piodalan diawali dengan prosesi *nedunang* keris pusaka dari payogan beliau dan *kalinggihang *di Merajan Jayasabha untuk
diupacarai. Prosesi yang dipuput Ida Pedande Putra Lor Singarsa dari Griya  Simpangan Bernasi Buduk , Mengwi Badung ini berlangsung dengan
hikmat dan diikuti Wagub Sudikerta , Sekda Prov Bali Cokorda Pemayun serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali. Rangkaian ritual piodalan juga  diisi dengan Tari Rejang Renteng yang dipimpin langsung oleh Ny Ayu Pastika serta  Tari Topeng Tua dan Topeng Sidakarya. Prosesi diakhiri  dengan persembahyangan bersama dan nunas nasi yasa. (wir).

February 5, 2017

Maknai Tumpek Landep sebagai Momentum Pertajam Pikiran

Denpasar (Manggala)-Hari Raya Tumpek Landep yang dirayakan setiap 210 hari sekali tepatnya jatuh pada, Sabtu Kliwon, Wuku Landep hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk mempertajam pikiran sehingga dapat […]
February 3, 2017

Bendesa Kaliakah Kangin Dilantik

  Jembrana (Manggala)-Setelah melalui pemilihan oleh krama desa akhirnya, I Nyoman Baliasa kembali terpilih memangku jabatan untuk kedua kalinya sebagai Bendesa Desa Pekraman Kaliakah Kangin Desa Kaliakah, […]
February 3, 2017

Dihamtam Puting Beliung, Bangunan Bale Gong Ambruk

Jembrana (Manggala)-Musibah puting beliung yang merobohkan bangunan bale gong pura dalem Yeh Buah Penyaringan, Kecamatan Mendoyo,  mendapat perhatian Bupati Jembrana I Putu Artha. Jumat pagi (3/2) baru […]
February 3, 2017

Panorama di Subak Sukabayu Tegallalang

  Kabupaten Gianyar selain terkenal sebagai kota seni, juga memiliki panorama alam yang cukup indah. Banyak objek wisata alam telah ditata dan lumayan laris mampu menyedot […]