custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 277 of 313Manggala Online | Page 277

Manggala Bali

Jembrana (Manggala)-Keberadaan pasar Musiman Pergung Kecamatan Mendoyo, yang muncul tiap Libur Hari Raya Galungan Kuningan kembali menjadi sorotan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Wabup meminta kepada pengelola agar pada pelaksanaan pasar musiman kali ini bisa berlangsung lebih tertib.

Salah satunya dengan menyeleksi pedagang yang hendak berjualan  lebih  ketat sehingga pelaksanaan kali ini memiliki kualitas lebih baik dari sebelumnya. Tidak perlu mengejar kuantitas  atau sekadar ramai namun  kualitas dari dagangan yang mereka tawarkan perlu dijaga. Bagaimana etalase barang dagangan  itu bisa didisplay secara rapi, produk yang ditawarkan bervariasi dengan harga kompetitif, sehingga  membuat nyaman pengunjung yang hendak berbelanja.

Demikian juga halnya dengan kebersihan harus menjadi pertimbangan utama. Baik saat berjualan maupun pasca pasar musiman ini berakhir. “ Pengelola harus memastikan seluruh pedagang memiliki komitmen yang sama. Selain itu saya juga minta  agar  para pedagang lokal lebih banyak diakomodir sehingga perputaran uang  dominan di Jembrana, “tegasnya.

Ditemui dalam suatu kesempatan, Wabup Kembang Hartawan mengaku memang berencana menghentikan aktivitas pasar musiman Pergung, namun secara bertahap. Pasalnya, keberadaan Pasar itu  kerap mendapat sorotan negatif dari masyrakat. Mulai dari  kasus  pencurian dan pencopetan, menjadi biang kemacetan jalan utama Denpasar – Gilimanuk, serta  aktivitas pasar ini juga  menyisakan masalah terutama persoalan sampah serta kerusakan lingkungan. Tak hanya itu, kontribusi yang masuk ke desa adat dan dinas  ternyata sangatlah kecil, tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.Pasar ini hanya dinikmati segelintir orang dan perputaran uang lebih banyak dinikmati orang luar Jembrana yang berdagang disana.

Hanya saja , Ia tak menampik keberadaan  pasar ini menjadi alternatif warga Jembrana dalam menghabiskan liburan hari raya. Namun Ia tetap berharap hal ini tidak mengganggu kepentingan umum yang lebih luas. “ Kedepan kita akan tertibkan pasar tersebut mengingat keberadaannya lebih banyak merugikan daripada manfaat yang bisa diambil. Tentunya setelah beberapa rencana Pemkab Jembrana dalam membenahi obyek-obyek wisata unggulan terealisasi. Sehingga warga Jembrana mempunyai banyak pilihan untuk berekreasi sekaligus menghabiskan liburan bersama keluarga, “ kata Kembang.

Sebelumnya, saat pelaksanaan pasar musiman enam bulan yang lalu, Wabup Kembang sempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap aktivitas pasar  yang dinilainya menyisakan banyak masalah. Di antaranya menumpuknya sampah sebagai sumber penyakit, serta rusaknya sejumlah fasilitas lapangan yang membuat dirinya  geram . Padahal  pemerintah daerah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk mempercantik  lapangan Pergung. Nilainya mencapai Rp 3 milyar yang digunakan menata taman berserta tanamannnya , serta fasilitas tambahan lainnya seperti tempat berjualan dan tribun upacara. Bahkan Kembang saat itu mengancam akan menutup pasar musiman Pergung  sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak pengelola . (pab)

April 10, 2017

Wabup Kembang Soroti Pasar Musiman Pergung

Jembrana (Manggala)-Keberadaan pasar Musiman Pergung Kecamatan Mendoyo, yang muncul tiap Libur Hari Raya Galungan Kuningan kembali menjadi sorotan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Wabup […]
April 10, 2017

Bekraf Selenggarakan Advokasi Penegakan Hukum HKI

Kuta (Manggala)- Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan seminar advokasi bagi pelaku ekonomi kreatif tentang perlindungan dan penegakan hukum HKI (Hak Kekayaan Intelektual) atau hak cipta di […]
April 10, 2017

Trans Serasi Tabanan Raih Penghargaan

Tabanan (Manggala)-Program Trans Serasi yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan meraih penghargaan Government Award 2017 untuk Bidang Pengelolaan Transportasi Publik dari Sindo Weekly. Penghargaan tersebut diterima […]
April 2, 2017

Samsul Azhari ‘Berhubungan dengan Senyuman’

Memiliki pengalaman luas di bidang kepariwisataan, justru membuat lelaki muda usia ini ingin terus berkarya. Meraih prestasi puncak di usia 36 tahun dan diberikan kepercayaan besar […]