custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 274 of 313Manggala Online | Page 274

Manggala Bali

Singaraja (Manggala)-Upacara Bukakak, salah satu budaya dan tradisi unik yang hanya ada di Bali Utara, tepatnya di Desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya warisa leluhur yang masih terjaga dengan baik di Bali. Tujuan dari upacara Bukakak ini untuk melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan agar diberikan kesuburan kepada tanah-tanah pertanian mereka supaya hasil panennya berlimpah ruah.

Tradisi ini hanya dilakukan di Desa Giri Emas, dan jika kebetulan anda sedang berwisata di Bali dan melakukan perjalanan tour ke daerah Bali Utara, anda bisa menyaksikan prosesi upacara ini pada bulan punama sasih kedasa menurut kalender Bali.

Daya tarik pulau Bali tidak hanya pada keindahan objek wisatanya saja tetapi berbagai warisan budaya dan tradis seperti upacara Bukakak ini menjadi budaya lokal yang pantas anda kenal lebih dekat

Prosesi ini mengarak bukakak dengan segala perlengkapan upacaranya diiringi dengan gamelan Ning Nong, yang diyakini tempat berstana dewi kesuburan, perjalanan arak-arakan ini lumayan jauh,  mengelilingi persawahan, dan kemudian menuju sebuah Pura Desa tempat berstana Dewi Sri/ dewi kesuburan.Pengusung bukakak sendiri dibagi menjadi 2 kelompok, untuk pengusung bukakak harus sudah dewasa/ menikah dan pengusung sarat alit para remaja.

Keanehan muncul saat upacara bukakak berlangsung, setelah diperciki air suci para pengusung bukakak seperti dirasuki kekuatan yang melebihi kekuatan manusia normal, para pengusung bukakak ini mengaum, sepertinya kemasukan roh dan tidak lazim.

Persiapan yang dilakukan dalam upacara Ngusaba Bukakak ini, pembersihan upacara perlengkapan, membuat Dangsil bersegi empat, dari pohon pinang, dengan rangkaian bambu dihiasi dengan daun enau tua dirangkai dengan bambu, dihiasi daun enau tua, dibuat bertingkat yang melambangkan Tri Murti (Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa), mengadakan upacara Ngusaba di pura yang terdapat di desa setempat dan Upacara Gedenin di pura Subak.

Nama Desa Giri Mas Kecamatan Sawan Buleleng, memang identik dengan tradisi unik yang dikenal dengan sebutan  Bukakak. Karena begitu lekatnya nama Desa Giri Emas dengan Tradisi Bukakak, orang atau wisatawan domestik maupun manca negara datang khusus ke kabupaten Buleleng Bali semata mata hanya  ingin melihat atau menyaksikan prosesi ritual itu. Tradisi unik nan langka 2 tahunan yang digelar setiap purnama kedasa  oleh Subak Sangsit dangin Yeh tersebut, merupakan  wujud syukur dan permohonan keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai dewi kesuburan agar senantiasa memberikan hasil panen yang berlimpah bagi warga desa.

Desa Giri Emas Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng merupakan hasil pemekaran Desa Sangsit yang diresmikan menjadi desa difinitif pada tanggal 14 November 2005. Kalau menyinggung masalah keunikan budaya desa Giri Emas, pasti terngiang nama bukakak. Kata bukakak itu sendiri berasal dari  kata Lembu dan Gagak, Lembu melambangkan Ciwa dan Gagak melambangkan Wisnu. Bukakak merupakan simbul perpaduan antara sekta Ciwa, Wisnu dan juga Sambu. Bukakak ini diwujudkan sebagai seekor burung Garuda/Paksi yang di buat dari daun enau muda (ambu).

Sedangkan sarana untuk pelinggih/singgasana yang akan naik di atas garuda adalah seekor babi hitam pulus yang diproses menjadi dua warna yaitu Hitam (warna bulu asli) melambangkan Dewa Wisnu, separuh lagi warna putih (bulu dibersihkan) melambangkan Dewa Ciwa. Sedangkan babi itu sendiri adalah simbul Dewa Sambu.

Sehari sebelum diselenggarakannya upacara bukakak ini, dilakukan upacara nuntun Ida Bhatara yang merupakan proses untuk memohon petunjuk dengan jalan dialog secara supra natural oleh Jro Mangku untuk menentukan pura-pura mana yang akan dituju.       Saat hari H tiba, para pemedek akan mengusung bukakak yang telah dibuat tersebut ke pura-pura yang telah ditentukan. Prosesi ini berlangsung satu hari penuh. Walaupun jarak yang harus ditempuh para pemedek cukup jauh, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mereka yang sangat antusias menantikan momen ini.

Prosesi Ngusaba Bukakak sudah dimulai pada Sukra Pahing Dungulan, diawali dengan upacara melasti dan ngusaba uma. Sebagai tanda Ngusaba Bukakak, krama desa dan subak mengawali dengan membuat tiang Dangsil pada Redite Wage Kuningan, Tiang Dangsil ini menurut salah satu pemuka Subak Sangsit Dangin Yeh Ketut Setiawan, merupakan simbol perwujudan Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa. Ketiga buah Dangsil tersebut dipancangkan berjejer di Pura Subak selama Ngusaba Bukakak tersebut digelar.  Bentuk menyerupai Tiga buah Meru terbuat dari pohon pinang di hias daun enau berbentuk lingkaran yang masing-masing berjumlah tujuh, sembilan dan sebelas. Dangsil ini melambangkan tingkat para Dewa tertinggi Ciwa Sada Ciwa dan Parama Ciwa.  (Ias)

April 18, 2017

Desa Giri Emas Kuatkan Wisata Budaya

Singaraja (Manggala)-Upacara Bukakak, salah satu budaya dan tradisi unik yang hanya ada di Bali Utara, tepatnya di Desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya […]
April 17, 2017

Gerakan Tanam Cabai di Sukawati

Gianyar (Manggala)-Menindaklanjuti penandatangan naskah kesepakatan atau MoU antara Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar tentang peningkatan […]
April 17, 2017

Wabup Serahkan Kursi Roda

Jembrana (Manggala)- Salah seorang warga asal dusun Pangkung Jelati Desa Yeh Sumbul kecamatan Mendoyo, I Made Weder (55), belum lama ini menerima kedatangan Wakil Bupati Jembrana […]
April 14, 2017

Pembukaan Cricket Internasional di Jimbaran

Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menghadiri Pembukaan Turnamen Internasional/Opening Bali Sixes Ke- 21 dan Kartini Cup ke-3 Tahun 2017 yang diselenggarakan Komite Olah Raga Nasional Indonesia berkolaborasi […]