custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 273 of 313Manggala Online | Page 273

Manggala Bali

Denpasar (Manggala)– Rabu (12/7), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendeklarasikan Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara (GPBN) di ruang Publik. Deklarasi berlangsung di Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar. Salah satu pembicara yang dihadirkan adalah Mr. Joger selaku pemilik Pabrik Kata-Kata Joger.

Deklarasi GPBN di Ruang Publik dilakukan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetiaan dan kebanggaan terhadap bahasa negara, Bahasa Indonesia. Selain itu juga untuk meningkatkan kesiapan masyarakat untuk menertibkan penggunaan bahasa asing di ruang publik guna memajukan bahasa negara.

Mr. Joger yang diundang khusus dalam deklarasi itu oleh panitia diharapkan menjadi  figur yang mampu menjadi teladan sekaligus ‘perpanjangan tangan’ pemerintah dalam upaya meraih hasil yang diharapkan di antaranya terlaksananya partisipasi masyarakat dalam pengutamaan bahasa negara di ruang publik.

“Bahasa Indonesia memang harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri, bukan bahasa lainnya. Bahasa Indonesia harus nomor satu, Indonesia First, yang lainnya boleh nomor 2 dan seterusnya. Pengutamaan penggunaan bahasa negara karena bahasa negara selain menjadi pemersatu bangsa, juga menjadi identitas bangsa ini. Alangkah lucunya jika punya negara tapi nggak punya bahasa negara sendiri, aneh itu,” ungkap Mr. Joger yang bernama lengkap Joseph Theodorus Wuliandi ini.

Tak hanya itu, dengan mengutamakan bahasa negara, maka dampaknya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa cukup besar, bangsa ini menjadi semakin kokoh. “Bahasa akan merekatkan kebhinnekaan kita. Kita akan bisa saling mengisi. Bahasa adalah perekat budaya, budaya yang apik akan lahir dari bahasa negara yang apik dan itu mencerminkan kita bangsa yang beradab,” papar Mr. Joger.

Figur pengusaha dengan banyak penghargaan ini juga mengingatkan, penggunaan bahasa negara yang tidak pada tempatnya, tidak santun, tidak beretika akan mengundang permasalahan. Mr. Joger mengakui jika akhir-akhir ini banyak orang saling lapor karena merasa direndahkan, diremehkan, itu karena salah satunya karena penggunaan bahasa negara yang tidak pada tempatnya termasuk ujaran kebencian, caci maki, fitnah, dsb. “Saya mengingatkan lagi bahwa pengutamaan penggunaan bahasa negara yakni Bahasa Indonesia bisa meredam gejolak masyarakat dalam berbangsa dan bernegara,” ingatnya.

Untuk mewujudkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara sebagaimana diamanatkan UU No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan maka pelaksanaan Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik dilaksanakan brsama-sama  dengan Pemprov. Bali di Museum Bajra Sandhi, Renon, Denpasar selain  juga berlangsung di tiga provinsi yang lainnya yakni Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Papua dan Provinsi Kepulauan Riau. (ari)

July 13, 2017

Mr. Joger Jadi Narsum Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara

Denpasar (Manggala)– Rabu (12/7), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mendeklarasikan Gerakan Pengutamaan Bahasa Negara (GPBN) di ruang Publik. Deklarasi berlangsung di […]
April 18, 2017

Keberadaan Hutan Bakau Memprihatinkan

Keberadaan hutan bakau memegang peranan yang sangat penting dalam kelangsungan ekosistem baik itu ekosistem hutan, air dan alam sekitarnya. Keberadaan hutan bakau memiliki fungsi penting diantaranya […]
April 18, 2017

Touring HUT ke-12 PPMKI

Denpasar (Manggala)-Kapolda Bali Irjen Petrus Golose dipastikan akan hadir dan melepas peserta touring dalam HUT ke-12 Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) Bali  yang dipuasatkan di […]
April 18, 2017

Harmoni dan Kesejahteraan

Gianyar (Manggala)-Pemerintah Kabupaten Gianyar bekerjasama dengan Program Studi Doktor Kajian Budaya Fakultas Ilmu Budaya Unud menggelar seminar internasional serangkaian Rakernas VI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) […]