custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 259 of 276Manggala Online | Page 259

Manggala Bali

Ni Nyoman Suwini,33, gelisah tak mampu melakukan operasi ketiga bagi putra pertamanya I Wayan Darmawan,9, yang menderita hidrosepalus. Pada operasi kedua kepala Darmawan dipasangi selang untuk menyalurkan cairan otak usus besar.

 

Atas saran dokter, selang itu harus diganti jika sudah berusia tujuh tahun. Karena keterbatasan biaya, operasi ketiga untuk mengganti selang itu belum bisa dilaksanakan. Darmawan tunggu uluran tangan dermawan.

I Wayan Darmawan dipangku ibunya Ni Nyoman Suwini

Matahari mulai surut, warga banjar Satung, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, mulai berdatangan dari meburuh. Sampai di rumahnya, langsung mengambil alat pertanian pergi ke ladang atau sawahnya masing-masing, untuk mencari pakan ternak atau sekadar menengok tanaman pertanian. Di tengah kesibukan warga itu, tampak Ni Nyoman Suwini,33, murung. Menatap putra pertamanya tergolek di tempat tidur, penuh belas kasihan. Sesekali dipangku sambil membelai rambut anaknya dengan rasa kasih sayang.

Belaian lembut ibunya hanya dibalas geliat kepala tanpa kata. “Sudah sembilan tahun kami hidup seperti ini. Hanya menunggu anak di rumah. Kasihan kalau ditinggal,” ujarnya lirih, kepada Koran ini, Jumat(17/2).

Putra pertamanya I Wayan Darmawan, 9, menderita hidrosepalus (kepala membesar) yang diketahui sejak beumur empat bulan. Saat lahir di Puskesmas Payangan 25 November 2007 silam,  kelihatannya normal. Hanya saja tidak tidak mau menyusu. Untuk tindakan lebih lanjut, Puskesmas merujuk ke RS Sanjiwani Gianyar. Setelah mendapat pemeriksaan tim medis di RS Sanjiwani, diduga ada syaraf mata yang terganggu. Karena mata Darmawan terus mendelik, dengan pandangan kosong.

Namun, setelah diperiksa ternyata mata normal. Lalu diteliti lagi. Lalu Darmawan didiagnose menderita hidrosepalus. Otak terus memproduksi cairan yang menyebabkan kepala terus besar.Ketahuan menderita penyakit hidrosepalus, lalu dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.

Saat berumur 6 bulan baru dilakukan tindakan operasi, dengan pembiayaan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Operasi pertama gagal, karena tidak mampu mengalirkan cairan otak. Justru di kepala yang dioperasi membengkak.

Lalu dilakukan operasi ke- dua, dengan memasang selang untuk mengalirkan cairan dari otak ke saluran pembuangan. Yaitu, selang dipasang di dalam kulit di luar daging yang menghubungkan dari kepala ke usus besar. Pemasangan selang itu, mampu mencegah menumpuknya cairan di kepala. Sehingga cairan tidak menumpuk di kepala yang menyebabkan gangguan otak.

Menurut saran dokter bedah yang menangani, selang itu harus diganti jika Darmawan telah berumur tujuh tahun. Karena, selang yang dipasang ukurannya hanya mencapai usia tujuh tahun. Lebih dari itu, selang yang terpasang sudah kependekan, akibat pertumbuhan tubuh yang semakin pangjang.

Darmawan kini sudah sembilan tahun lebih tiga bulan.

Dari target yang direkomendasikan dokter sudah lewat dua tahun tiga bulan. Tapi operasi ke- tiga belum bisa dilakukan karena orang tua tak memiliki biaya. Menurutnya, Untuk biaya operasi mungkin bisa dilakukan dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tapi, untuk biaya tunggu dan biaya obat yang tidak ditanggung KIS ini masih jadi beban. “Biasanya obat-obat yang tidak ditanggung harganya cukup mahal. Kami belum punya biaya untuk itu. Terpaksa kami biarkan dulu, walau kami gelisah juga terhadap keterlambatan melakukan operasi itu,” ungkapnya.

Suwini, mengharapkan ada orang yang bisa membantu pembiayaan untuk lakukan operasi anaknya itu. Kalau tidak, akan semakin  terlambat melakukan operasi, akan berdampak memburuknya kesehatan anaknya. Karena ayahnya I Wayan Darmayasa,33, hanya bekerja serabutan. Sementara dirinya tidak bisa bekerja karena harus menunggu Darmawan yang sakit, dan mengawasi anak ke-dua yang kini sudah sekolah PAUD,  setiap hari. “Untuk kebutuhan sehari-hari saja kami sudah kesulitan. Belum terbayang kapan kami bisa melakukan operasi untuk kesehatan anak kami,” cetusnya, dengan mata menatap kosong.

Kurang lebih dua tahun lalu, sejak tersiar kabar anaknya menderita hidrosepalus, sempat ada bantuan dari Dinas Sosial Gianyar, berupa sembako dan uang Rp 500 ribu. Juga bantuan datang dari Dinas Sosial Provinsi Bali, berupa beras 50 kilogram, dan uang Rp 500 ribu. Dari Desa Buahan juga ada bantuan Rp 200 ribu. Saat itu, katanya akan berlanjut. Namun nyatanya hanya sekali saja.

Tapi kini dia hanya menerima bantuan rutin dari The Legong, berupa telor satu krat, beras 5 kilogram, satu bal pampes, dan satu botol obat Soman. Bantuan itu datang rutin tiap bulan. Selain itu, The Legong juga membantu terapi dua kali seminggu.

Menurutnya, sejak dilakukan terapi rutin ada perubahan. Kulitnya mulai kelihatan merah. Diperkirakan itu pertanda aliran darah mulai lancar. “Sekarang kami hanya bisa melakukan terapi secara rutin sesuai yang diajurkan, agar kesehatan anak kami tetap stabil,” pungkasnya.

Berat beban memang harus ditanggung Ni Nyoman Suwini, dan keluarganya. Damun demikian, dia tidak jerih karena besarnya kasih sayang pada anaknya yang kini sedang menderita. Di tengah berbagai keterbatasan, tetap berjuang dan berharap keajaiban bisa merubah nasib anaknya.  (wir)

February 20, 2017

Darmawan Tunggu Dermawan

Ni Nyoman Suwini,33, gelisah tak mampu melakukan operasi ketiga bagi putra pertamanya I Wayan Darmawan,9, yang menderita hidrosepalus. Pada operasi kedua kepala Darmawan dipasangi selang untuk […]
February 20, 2017

I Gst. Ngurah Supriadi, S.H. ‘’Berkuda Terapi Menyehatkan’’

Di tengah zaman yang semakin maju, berbagai jenis alat transportasi diciptakan. Dari yang paling sederhana sampai yang mewah dan canggih. Namun hal itu tak lantas mengubur […]
February 19, 2017

Setahun Kepemimpinan Artha-Kembang

Jembrana (Manggala)-Malam puncak peringatan setahun kepemimpinan diperiode kedua Bupati Jembrana I Putu Artha bersama wakilnya I Made Kembang hartawan, berlangsung meriah, bertempat di gedung Kesenian Bung […]
February 19, 2017

Kakao Jembrana Tembus Pasar Ekspor

Jembrana (Manggala)-Koperasi Kerta Semaya Samaniya bersama pihak Valrhona – Prancis melakukan pertemuan dengan Wakil Bupati Kembang Hartawan yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Ketut […]