custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 241 of 302Manggala Online | Page 241

Manggala Bali

Singaraja (Manggala)-Ratusan warga Desa Adat Banyuasri, Buleleng melakukan aksi damai menuntut protes terhadap aturan pungutan dana punia terhadap pedagang di pasar tumpah Banyuasri. Warga berbondong-bondong datang dengan berpakaian adat madia berkumpul sejak pukul 12.00 WITA di Wantilan Desa Pakraman Banyuasri.

Aksi damai yang digelar Senin, (18/12/2017) siang menuntut terhadap adanya tidak kesesuaian aturan prarem desa terkait pemungutan yang membuat seluruh pedagang di pasar tumpah Banyuasri di luar pasar induk menolak memberikan sumbangan atau dana punia terhadap desa itu sendiri.

Sementara menurut Nyoman Sadwika selaku Wakil Kelian Desa Adat Banyuasri saat ditemui Manggala mengungkapkan, awal mula dari penolakan pedagang dimintai dana restribusi dikarenakan adanya surat interen laporan hasil rapat koordinasi terkait pungutan retribusi oleh Desa Pakraman Banyuasri yang beredar kepada pedagang tumpah di pasar tersebut.

“Dari pihak PD Pasar dengan inisiatif sendiri meminta notulen hasil rapat dari kabag Hekbang,  kebetulan di bawah Asisten II  diberikan untuk interen bukan untuk disebarkan, dari pihak PD Pasar yang mengambil surat itu diperbanyak dan  disebarkanlah kepada pedagang yang isinya tidak sesuai dengan hasil rapat. Hasil rapat kan diizinkan ternyata di notulen itu poinnya agar pungutan dihentikan” ucapnya.

Jro Made Susila bertindak selaku koordinator aksi damai menegaskan untuk sementara pungutan dihentikan beberapa hari kedepan guna menjaga kodusifitas. Sekaligus dalam mediasi pihaknya mewakili warga masyarakatnya menuntut kepada Asisten II Drs. Ida Bagus Gria Made Astika meminta untuk memenuhi beberapa tuntutan serta menelususri dan menindak oknum yang menyebarkan surat tersebut.

“Tuntutannya satu, klarifikasi kepada para pedagang tentang surat yang sudah tersebar kepada pedagang, kedua kontribusi pasar banyuasri kepada desa adat banyuasri, ketiga bila mana PD Pasar memerlukan tenaga ataupun karyawan agar bisa merekrut dari pada warga yang ada di desa pakraman Banyuasri” ucapnya.

Sebagai hasil mediasi yang berlangsung kurang lebih 2 jam  Asisten II Setda Buleleng berjanji akan berkoordinasi dengan pihak PD Pasar guna menyelesaikan permasalahan tersebut. Hingga saat ini warga masyarakat meberikan batas waktu 3 hari untuk memenuhi tuntutan yang menjadi hak mereka, apabila hal tersebut belum terlaksana maka aksi serupa akan kembali digelar dengan langsung terjun ke pasar Banyuasri. (ias).

December 20, 2017

Pungutan Ditolak Warga Banyuasri Protes

Singaraja (Manggala)-Ratusan warga Desa Adat Banyuasri, Buleleng melakukan aksi damai menuntut protes terhadap aturan pungutan dana punia terhadap pedagang di pasar tumpah Banyuasri. Warga berbondong-bondong datang […]
December 20, 2017

Pekaseh Subak Tengipis, Meninggal Gantung Diri

Gianyar (Manggala)-Made Jenget , 60, Banjar Tengipis, Desa Buahan Kaja  Payangan, meninggal dunia gantung diri, Selasa(20/12). Korban adalah  Kelian Subak (Pekaseh) Tengipis, meninggal gantung diri di […]
December 20, 2017

Sekda Pemayun: Sudah Sesuai Aturan

Adanya pemberitaan miring pada salah satu media cetak di Bali terkait proses seleksi lelang jabatan  Inspektur Provinsi Bali yang sudah akan memasuki tahap pengumuman hasil mendapat […]
December 20, 2017

Tak Capai Target LTT, Bantuan Pusat Terancam Distop

Gianyar(Manggala)-Pemerintah pusat sekarang ini sangat serius memperhatikan stabilitas pangan nasional. Untuk ini, Pemerintah pusat memantau luas tambah tanam (LTT) di masing-masing kabupaten/kota. Bahkan tiap kabupaten/kota ditarget […]