custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 191 of 277Manggala Online | Page 191

Manggala Bali

Semarapura (Manggala)-Sebuah karya sastra,  semestinya menjadi estetika secara universal yang dapat dinikmati semua orang tanpa pembatasan apapun. Tidak demikian dengan puisi Sukmawati Sukarno Putri berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan dalam acara 29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta, 29 Maret 2018 lalu. Isi puisinya dianggap melecehkan islam dan menimbulkan ketersinggungan. Tak pelak puisi yang dibacakannya, memang memantik beragam sikap lembaga, komunitas, perorangan, dan partai politik dalam beberapa hari terakhir dan sampai sekarang.

“Saya menyesalkan puisi itu bisa di buat dan di sampaikan di acara yg besar. Namun seyogyanya mbak Sukma klo dia tidak paham sebaik nya bertanya dulu, ”komentar Ketua MUI Kabupaten Klungkung, H.Yusuf Wahyudi, MA saat ditemui Manggala beberapa waktu lalu. Lebih lanjut dia memaparkan bahwa dalam koridor seorang nasionalispun itu tidak bisa dibenarkan.  Karena dalam konteks nasionalis semestinya mensejajarkan budaya yang ada, tidak meninggikan yang satu kemudian merendahkan yang lain. Karena sebagai seorang nasionalis, jika dia menghargai konde, kidung dan sebagainya,maka azan pun seharusnya ditempatkan diposisi yang sama bila dilihat dari unsur budaya.

Hal senada juga disampikan Kasi Bimas Islam Kabupaten Klungkung, H. Ma’arif beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. Menurutnya sebagai seorang budayawan dia (Sukma-red) punya imajinasi untuk menyampaikan apa  yang ada d dalam hatinya, hanya dari sudut pandang agama itu tidak sesuai dengan akidah dan akhlak seorang muslim. ”Menurut pandangan islam kurang tepat, tetapi sebagai budayawan mereka punya imajinasi untuk mengeluarkan (pendapat) seperti itu,’ujarnya.

Diapun menambahkan, bahwa Sukmawati juga sudah mengakui kesalahan  dan kecerobohannya, dengan meminta maaf melalui MUI yang kemudian menginstruksikan kepada umat untuk menghentikan proses hukumnya. Sebagai bangsa yang arif dan bijaksana harus lebih mengedepankan kedamaian, karena Allah saja maha pemaaf masa seorang hamba tidak bisa memafkan orang yang yang minta maaf, imbuhnya.

Mengenai proses hukum, menurutnya bahwa setiap orang punya pikiran masing-masing. Ada yang punya kepentingan secara politik, betul-betul karena aqidah atau ikut-ikutan bahkan tidak tau sama sekali. Maka saat harus mengambil sikap , langkah yang tepat adalah dasar agama. ”katanya orang yang mulia adalah orang yang mengakui kesalahan dan Sukma sudah mengakui kesalahannya. Yang jelas MUI mengajak masyarakat untuk memaafkan,” tegasnya.

Selaku Kasi Bimas Islam dia pun mengimbau kepada umat, agar umat harus belajar Islam yang kaffah (menyeluruh), sesuai tuntunan,jangan setengah-tengah. Perkuat aqidah, akhlak yang mulia dan iman yang teguh, maka semua akan aman.

 

Mengamini apa yang disampaikan Kasi Bimas Islam, Ketua MUI Klungkung juga sepakat wajib hukumnya memaafkan orang yang sudah berbuat salah, kemudian meminta maaf.  Tapi ketika ada yang melapor ke ranah hukum, maka itu adalah suatu hal yang sah dari segi hukum dan dari segi agamapun sah karena hukum itu bisa ditegakkan. Dalam rangka  membuat pelaku jera dan yang bersangkutan tidak mengulanginya. ”Muslim itu banyak, maka satu orang tidak boleh mewakili muslim lainnya. Maka ketika itu (permohonan maaf) dirasa tidak cukup kemudian menuntut yang bersangkutan keeranah hukum itupun sah menurut hukum negara dan sah menurut hukum agama, dalam kontek untuk membuat jera pelakunya,” tandasnya.

Daripada berpolemik, bapak yang juga menjabat sebagai Plt. FKUB ini juga menegaskan bahwa pengadilan lah yang akan menentukan bersalah atau tidaknya Sukmawati atas karyanya yang berjudul Ibu Indonesia. Agar bisa menjadi pelajaran bagi setiap orang betapa pentingnya menjaga ucapan. Bahwa hak kebebasan berpendapat itu juga ditaur dibatasi dengan kebebasan orang lain sesuai dengan norma yang telah disepakati termasuk norma agama. Maka tidak boleh dengan alasan hak asasi manusia kemudian orang semena-mena berujar. Adapun pernyataan Ketua MUI pusat yang meminta agar kasus hukum  Sukmawati dihentikan, menurutnya adalah pernyataan pribadi dan bukan pernyataan resmi dari MUI . Konteksnya dengan ketua MUI pusat, adalah ada yang meminta maaf, maka sudah sewajibnya untuk memaafkan.

imbauannya kepada umat Islam, Klungkung khususnya, agar sebagai umat Islam harus belajar memahami agama secara objektif, sehingga tidak gampang menyalahkan satu kelompok dengan sekelmpok lainnya. ”Saya mengira sebenarnya, menurut praduga saya, mbak Sukma ini lagi benci sama kelompok islam tertentu. Cuma kemudian isu yang diambil itu bersifat universal, jadi reaksinya juga universal. Padahal sebenarnya dia ingin mengkritik kelompok tertentu,”ujarnya.

Disinggung mengenai demo, ayah satu orang putri ini berpendapat bahwa demo itu terjadi ketika saluran resmi tidak berjalan dengan dengan baik. Sekarang ini tidak tepat waktunya untuk demo . ketika memang sudah ada yang mengadukan dan diproses serta ditanggapi maka tidak perlu ada demo. Meskipun demo itu sah tapi harus proporsional. Kalau secara jalur hukum yang resmi kemudian tidak ditanggapi, barulah kekuatan sosial pressure itu diperlukan.

Dalam kontek mengembalikan aturan agar sesuai dengan prosedur yang ada. sosial pressure diperlukan ketika perangkat-perangkat negara yang bertanggungjawab tidak menjalankan tanggungjawabnya dengan betul, demikian paparnya menutup pembicaraan. (yan)

April 10, 2018

Puisi Ibu Indonesia, Dalam Koridor Nasionalispun  tidak Dibenarkan

Semarapura (Manggala)-Sebuah karya sastra,  semestinya menjadi estetika secara universal yang dapat dinikmati semua orang tanpa pembatasan apapun. Tidak demikian dengan puisi Sukmawati Sukarno Putri berjudul “Ibu […]
April 10, 2018

Puluhan Penambang Liar Terjaring Operasi Yustisi

   Semarapura (Manggala)-Tim Yustisi Pemerintah kabupaten Klungkung melakukan sidak administrasi kependudukan kepada para penduduk pendatang (duktang ), Selasa (10/4/). Sidak yang dipimpin Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan […]
April 2, 2018

Ekonomi Bali Tahun 2018 Diprediksi Membaik

Denpasar (Manggala)-Perekonomian Bali pada tahun 2018 diperkirakan mengalami pertumbuhan sebesar 6 sampai 6,4 persen setelah sebelumnya mengalami perlambatan di tahun 2017. Hal ini disampaikan Kepala Biro […]
April 2, 2018

“Kilorun 2018” Gairahkan Pariwisata Bali

Ubud (Manggala)-Index Creative Village PLC bekerja sama dengan Thai AirAsia Co., Ltd., secara resmi mengumumkan konsep terbaru dalam dunia lari dengan meluncurkan “Kilorun 2018” Bali. Kegiatan […]