custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 175 of 313Manggala Online | Page 175

Manggala Bali

Banyuwangi (Manggalaonline)- Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi merupakan desa penghasil buah naga terbesar di Banyuwangi. Saat panen, buah naga menjadi primadona untuk diolah menjadi makanan/camilan berbagai varian produk. Sayangnya, untuk meningkatkan produksi olahan berbahan baku buah naga ini, masih menemui kendala yakni alat produksi yang kurang memadai.

Keinginan untuk memiliki alat produksi modern untuk proses olahan buah naga ini disampaikan salah seorang  anggota kelompok perajin dodol dari buah naga, Sri Utami (36). Bersama rekannya Misinem (42) yang tergabung dalam UMKM Center binaan P.T. Banyuwangi Suksesindo(BSI), dirinya berharap alat produksi itu bisa segera terwujud.

“Di saat buah naga berlimpah (panen-red) kami kewalahan karena permintaan cukup banyak tetapi karena alat produksi terbatas maka kami tidak bisa memenuhi permintaan pasar,” ujarnya kepada sejumlah media saat berkunjung ke pusat pembuatan dodol di desanya.

Sri Utama salah satu anggota kelompok UMKM  binaan P.T. BSI yang sukses menjalankan usaha dodol buah naga. Dirinya mengaku telah membuat dodol berbahan baku buah naga sejak 2016. “Kami di sini adalah kelompok UMKM binaan P.T. BSI. Satu kelompok diberi dana Rp 5 juta yang digunakan untuk memproduksi dodol buah naga. Satu kelompok terdiri dari empat orang,” urainya sembari mengaduk dodol.

Dia bersama kelompok lainnya berterima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya perhatian dari P.T. BSI. “Selama menjadi binaan BSI, usaha dodol kami menjadi lebih maju apalagi permintaan terus bertambah terutama saat liburan,” ujarnya sumringah.

Sri Utami menyebutkan, tak hanya laku keras di Banyuwangi, dodol buah naga sudah pula dipasarkan hingga Bali, Malang, Kalimantan, Semarang hingga menembus pasar luar negeri seperti Taiwan, Hongkong dan Malaysia.

“Kami  membutuhkan alat produksi yang lebih modern untuk mempersingkat proses pengolahan. Selama ini kami mengolah dodol dengan cara manual dengan dimasak biasa menggunakan wajan teflon yang memerlukan waktu hingga 4 jam untuk proses memasaknya. Dalam sehari hanya mampu membuat dodol sekali proses sebanyak 12 kilogram. Jika menggunakan alat modern, sehari bisa dua kali proses pembuatan,” terang Sri Utami.

P.T. BSI Siap Wujudkan

Pihak P.T. BSI sendiri menyatakan siap mewujudkan permintaan perajin UMKM binaannya. “Kami siap mewujudkan apa yang menjadi keinginan anggota kelompok UMKM binaan P.T. BSI untuk segera memiliki alat produksi yang lebih modern. Itu sudah menjadi komitman kami. Tahun baru 2019 ini kami segera realisasikan,” janji Corporate Communications Manager PT. Bumi Suksesindo (BSI), T. Mufizar Mahmud.

Menurut Mufizar, tak hanya perajin dodol buah naga, perajin lainnya seperti perajin berbagai produk kue kering, dll juga diberikan fasilitas yang sama. Apa yang masih menjadi kendala dalam berproduksi, siap memfasilitasinya. “Ini sudah komitmen PT BSI dalam pemberdayaaan ekonomi masyarakat Banyuwangi secara umumnya,” tandas Mufizar lagi.

 

Sementara itu Ketua Paguyuban UKM Banyuwangi Selatan, Agustin mengatakan dodol buah naga tersebut untuk memanfaatkan potensi lokal di daerah Banyuwangi. Sebagian warga memproduksi dodol yang dijual di luar daerah Banyuwangi. “Di daerah sini buah naga selalu ada. Dalam satu tahun ada dua kali panen raya. Dengan demikian produk olahan buah naga dapat mengangkat ekonomi petani,” katanya.

Agustin menambahkan, UMKM binaannya itu terdiri 30 kelompok yang membuat olahan buah naga dan juga memproduksi aneka jenis makanan lainnya seperti mie kering, suar suir, abon, aneka kue kering, jahe bubuk, dll. “Ada sekitar 24 macam aneka makanan olahan, baik yang berbahan dasar buah naga maupun tepung terigu untuk kue kering, termasuk membuat aksesoris seperti kalung, gelang, dll,” demikian Agustin.   (ari).p9

January 4, 2019

Perajin Dodol Buah Naga Butuhkan Alat Produksi Modern

Banyuwangi (Manggalaonline)- Desa Sumber Mulyo, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi merupakan desa penghasil buah naga terbesar di Banyuwangi. Saat panen, buah naga menjadi primadona untuk diolah menjadi […]
January 4, 2019

Menengok Tambang Emas di Tumpang Pitu Banyuwangi

Banyuwangi (Manggalaonline)- Warga masyarakat yang berada di sekitar tambang emas Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur, kini bisa tersenyum lebih lebar. Pasalnya, kehadiran P.T. Banyuwangi Suksesindo (BSI) […]
January 4, 2019

Karang Taruna Putra Persada Raih Peringkat V Pilar Pilar Sosial

Gianyar(Manggalaonline)-Karang Taruna Putra Persada, Desa Sukawati persembahkan kado spesial awal tahun 2019 kepada masyarakat Bali, khususnya masyarakat Gianyar. Karang Taruna Putra Perada raih peringkat V nasional […]
December 14, 2018

Tahun 2019 Ekonomi Bali Tumbuh di Atas Enam Persen

Denpasar(Manggalaonline)-Berbagai kemajuan telah dicapai Bali di tahun 2018, di mana tercatat kinerja ekonomi Bali pada triwulan III 2018 lebih tinggi  bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. […]