custom writing help
Manggala Bali, Author at Manggala Online - Page 170 of 298Manggala Online | Page 170

Manggala Bali

Air merupakan kebutuhan vital untuk kehidupan. Karenanya, air mesti tersedia dalam jumlah yang cukup dan higienis. Semakin hari semakin banyak sumber air yang tercemar. Hal ini menyebabkan semakin sulit mencari air bersih yang layak dikonsumsi.

Inilah yang membuka peluang menjamurnya usaha air minum kemasan (AMK). Namun, yang perlu menjadi perhatian konsumen adalah apakah AMK itu aman bagi kesehatan atau tidak. Konsumen bisa melihat dari beberapa aspek seperti aspek legalitas produksi yang biasanya tertera dalam label, sumber air yang diolah dan keandalan teknologi pengolahan yang digunakan.

‘Bali Water’, salah satu produk AMK yang ikut meramaikan pasar AMK di Bali. ‘Bali Water’ diproduksi U.D. Bali Water, yang berlokasi di Banjar Mukti, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Perusahan ini didirikan oleh I Nyoman Budarta, 44, setahun lalu. ‘Bali Water’ telah mampu menguasai pangsa pasar air minum kemasan, bersaing dengan produk lainnya. Bahkan, dengan kualitas produksi kini telah mampu merambah restoran, vila, bahkan hotel berbintang.

Pemilik UD. Bali Water, I Nyoman Budarta mengatakan, AMK ‘Bali Water’ diolah dari air sungai bawah tanah dengan kedalaman 50 meter. Diceritakan, saat membangun rumah kos, dia mencari tukang bor untuk air kebutuhan pemukiman. Namun, setelah kedalaman 50 meter, air sudah muncul. Air yang menyembul tersebut cukup bening.

Katanya, menurut tukang bor, jarang melakukan pengeboran langsung memunculkan air sebening itu. Biasanya baru dibor air yang muncul keruh. Tukang bor menduga, posisi pengeboran tepat dengan saluran air yang ada di bawah tanah sehingga airnya bening.

“Mungkin pengeboran ini tepat dengan saluran sungai di bawah tanah. Seribu satu terjadi kejadian seperti ini,” cerita Budiarta, menirukan tukang bor.

Dengan kualitas air yang cukup baik itu, tukang bor menyarankan untuk membuat pabrik air kemasan. Budarta pun menimbang-nimbang. Atas persetujuan keluarga akhirnya ditindaklanjuti nasehat tukang bor tersebut dengan menguji air yang muncul dari sumur bor tersebut ke laboratorium Pemkab. Gianyar dan  mengurus segala perlengkapan ijin sesuai ketentuan yang ada, sebagai persiapan membangun usaha air kemasan.

Berdasarkan hasil uji laboratorium, hasilnya cukup bagus dan layak dijadikan air konsumsi.

Untuk kualitas produksi air minum kemasannya, Budarta pun tak cukup hanya dengan sumber air yang baik. Air perlu diolah dengan teknologi yang andal, sehingga air layak dan aman dikonsumsi konsumen.

Menurut Budarta, AMK ‘Bali Water’ diolah dengan teknologi reverse osmosis (RO). Dengan teknologi penyaringan RO ini mampu menghasilkan air yang sehat untuk tubuh.

Teknologi RO ini dikembangkan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk penyiapan air minum bagi astronotnya yang pergi ke luar angkasa. Teknologi RO telah mendapat penghargaan di Amerika Serikat, dan seluruh dunia.

“Teknologi ini direkomendasikan oleh dokter-dokter di Amerika Serikat,” ujarnya.

Dengan teknologi RO ini mampu menghasilkan air kemasan yang berkualitas dan sehat untuk dikonsumsi karena dapat menyaring molekul besar dan ion-ion dari suatu larutan dengan cara memberikan tekanan pada larutan saat larutan berada pada membran seleksi.

  1. Bali Water memenuhi kebutuhan konsumen dengan berbagi kemasan. Ada kemasan galon 19 liter, kemasan botol 1.500 ml, kemasan botol 600 ml, kemasan botol 330 ml, dan kemasan gelas 220 ml. Ada juga dengan kemasan botol kaca 220 ml.

“Kemasan botol kaca 220 ml ini disukai konsumen vila dan hotel untuk mengurangi produksi sampah plastik,” ujarnya.

Uniknya lagi, U.D. Bali water mengijinkan konsumen mengganti label sesuai lembaga, atau kegiatan yang dilakukan konsumen. Hanya saja, pada label tersebut tetap berisi diproduksi U.D. Bali Water, dengan dimensi huruf cukup kecil.

Untuk permintaan ganti label ini, minimal harus pesan 10 pak. Desain label dibuatkan sesuai keinginan konsumen. Konsumen hanya perlu memberi foto yang akan dijadikan label. “Sekarang masyarakat yang akan melaksanakan pesta pernikahan banyak yang memesan ganti label,” ujarnya.

Untuk menjaga air kemasan ‘Bali Water’ tetap sehat dan tidak kedaluwarsa, UD. Bali Waler, tidak memproduksi besar-besaran. Hanya memproduksi dua kali dari  permintaan konsumen. Dengan demikian, stok tidak lama numpuk di gudang.  (wir)

October 10, 2018

‘Bali Water’ Mengolah Air dengan Teknologi RO

Air merupakan kebutuhan vital untuk kehidupan. Karenanya, air mesti tersedia dalam jumlah yang cukup dan higienis. Semakin hari semakin banyak sumber air yang tercemar. Hal ini […]
October 10, 2018

‘Bali Water’ Mengolah Air dengan Teknologi RO

Air merupakan kebutuhan vital untuk kehidupan. Karenanya, air mesti tersedia dalam jumlah yang cukup dan higienis. Semakin hari semakin banyak sumber air yang tercemar. Hal ini […]
October 10, 2018

Rejeki Ayung Rafting Utamakan Kenyamanan

Berlibur sudah membudaya di kalangan masyarakat sekarang ini. Tidak hanya masyarakat mancanegara, masyarakat domestik dan lokal juga membutuhkan. Berlibur perlu untuk menghilangkan rasa penat dalam  mengghadapi […]
October 9, 2018

Menaker Hanif Dhakiri: Tantangan Terbesar Siapkan Naker Terampil

Denpasar  (Manggalaonline) –  Penyiapan tenaga kerja terampil (skill worker) merupakan tantangan terbesar yang harus dihadapi dan dimitigasi secara tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi digital di Indonesia. […]