custom writing help
I Wayan Tagel Arjana, S.T. Gagal Jadi Legislatif Provinsi Bali, Bangun Obyek Wisata WET - Manggala OnlineManggala Online

I Wayan Tagel Arjana, S.T. Gagal Jadi Legislatif Provinsi Bali, Bangun Obyek Wisata WET

Masa Pandemi Covid-19 Kunjungan Destinasi Wisata WET Terus Meningkat
November 14, 2020
Pemkot Denpasar Bahas Plan Action Sister City dengan Mosel Bay Afrika Selatan
November 14, 2020

I Wayan Tagel Arjana, S.T. Gagal Jadi Legislatif Provinsi Bali, Bangun Obyek Wisata WET

Setelah dua periode duduk di kursi DPRD Provinsi Bali, pada Pemilu 2019 I Wayan Tagel Arjana, S.T., 57 Tahun, asal Banjar Kedewatan, Desa Kedewatan, Ubud, Gianyar, gagal untuk period eke tiga kalinya. Perolehan suara meningkat secara pribadi, namun perolehan suara Partai Gerindra, justeru turun. Perubahan sistem perhitungan suara pada Pemilu 2019, menyebabkan gagal dapat kursi. “Kalau sistem perhitungan suara kursi sebelumnya saya optimis lolos,”kenang, Ketua PAC Gerindra Gianyar ini, di rumahnya, Banjar Kedewatan, Desa Kedewatann, Ubud, Gianyar,Selasa(3/11).

Sebagai orang yang memiliki jiwa pengusaha, mantan DPRD Kabupaten Gianyar dari Partai PNBK(Partai Nasional Banteng Kebangsaan ini, tidak stress. Kegagalannya itu membuatnya berpikir dengan kesibukan baru.

Kebetulan, suami dari Ni Made Sitini ini sejak lama memang mengenal kawasan Desa Senganan, Angsri, dan Apuan Tabanan. Dan memang sudah lama terbesit untuk membangun obyek wisata berbasis mata air panas, yang ada di kawasan desa tersebut. Hanya saja, kesibukan sebagai legislatif di Provinsi Bali menyebabkan belum sempat menggarapnya. “Potensi itu(sumber mata air panas) sudah lama saya kenal. Dan ingin menjadikan obyek wisata. Tapi karena sibuk, tidak sempat menggarap lebih matang. Hanya setelah menjelang akhir masa jabatan sebagai DPRD periode 2014-2019, baru mulai merintisnya, dengan mengadakan pendekatan dengan pemerintahan desa setempat, tokoh masyarakat dan mengalang dukungan dengan teman seprofesi lainnya. Tahun 2019, baru mulai digarap, dan kami beri nama Wahana Eka Tirta(WET),” kata mantan DPRD Gianyar 2004-2009 ini.

Kini, WET menjadi fokus perhatian Tamatan Teknik Sipil Universitas Warmadewa 2004 ini. Bahkan, hampir tiap hari dari pukul 09.00-16.00 wita ada di WET. “Sekarang masih proses pembangunan melengkapi sarana dan prasana, harus selalu ada di sana untuk melakukan pengawasan,” selorohnya.

Menurut Bapak tiga putrid an satu putra ini, kesibukan membangun WET telah mampu mengantikan kesibukkan sebagai pejabat pemerintahan. “Membangun WET juga merupakan pengabdian. Karen ajika WET ini nanti berkembang akan memberi dampak luas bagi masyarakat sekitarnya, bahkan bagi Pemkab Tabanan. “WET kami harapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan pendapatan desa sekitarnya dan pendapatan asli daerah Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Katanya, membangun obyek wisata di masa pandemi Covid-19 sekarang ini memang sangat sulit. Selain karena faktor krisis, juga harus taat protokol kesehatan. Namun, dia bersyukur di tengah krisis sekarang ini pembangunan WET tetap berjalan. Hal ini karena, WET  dikunjungi masyarakat. Pendapatan ini mendongkrak peningkatan sarana.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *