custom writing help
Bencana Alam di Tabanan, Kerugian Miliaran Rupiah - Manggala OnlineManggala Online

Bencana Alam di Tabanan, Kerugian Miliaran Rupiah

Gubernur Koster Terima Aspirasi Serikat Pekerja Pariwisata terkait UU Cipta Kerja
October 14, 2020
Bupati Suwirta Motivasi Peserta Pelatihan Hidroponik
October 14, 2020

Bencana Alam di Tabanan, Kerugian Miliaran Rupiah

Tabanan (Manggalaonline) – Hujan deras belakangan ini yang turun di wilayah Kabupaten Tabanan, mengakibatkan bencana alam berupa tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. Akibat bencana alam tersebut, kerugian material ditaksir miliaran rupiah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengungkapkan hal itu saat dikonfirmasi Manggala, Senin (12/10).  “Berdasarkan laporan yang masuk, kami mendata bencana alam itu terjadi di 57 titik lokasi. Kerugian material ditaksir mencapai miliaran rupiah,” katanya.

Menurut Made Sucita, bencana alam akibat diguyur hujan deras tersebut, hampir merata terjadi di semua kecamatan di Kabupaten Tabanan, kecuali Kecamatan Baturiti. yang sampai saat ini belum ada laporan yang masuk dari Kecamatan Baturiti

Disebutkan, dari jumlah bencana yang terjadi tersebut,  belum bisa dipastikan total kerugian yang ditimbulkan. Namun diprediksi sekitar Rp3 miliar. “Kalau ditanya kepastian jumlah kerugian akibat bencana alam ini, kami belum bisa memastikan. Kami bersama pejabat Dinas PUPR Tabanan masih mendata taksiran kerugian yang timbul.

Terlepas dari bencana alam yang telah terjadi, Sucita juga mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat, khususnya di Kabupaten Tabanan, agar senantiasa waspada dan menjaga kelestarian lingkungan alam. “Meskipun bencana itu tak bisa diduga kapan terjadi, namun perlu kewaspadaan semua pihak. Masyarakat juga ikut membantu menjaga lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa mengakibatkan saluran air tersumbat hingga terjadi banjir. Mari kita tingkatkan kesadaran dan sama-sama saling mengingatkan, serta menjadikan bencana alam ini sebagai pelajaran bagi kita bahwa betapa penting menjaga lingkungan dan alam ini,” paparnya.

Informasi dihimpoun di lapangan, bencana alam yang terjadi di wilayah Kecamatan Selemadeg, antara lain tembok penyengker Pura Dalem Desa Adat Munduk, Desa Bajera Utara longsor sepanjang 30 meter. Kerugian material sekitar Rp75 juta. Banjir di Banjar Bajera Sari, Desa Bajera, yang mengakibatkan dua rumah terendam, masing-masing milik I Ketut Lanus (43) dan I Made Astika Dana (33). “Wantilan Pantai Soka pun ambruk. Sementara pohon tumbang di timurJembatan Bajera,” ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Budi Astawa.

Di Kecamatan Kediri,  benacana alam tanah longsor dan banjir juga terjadi di halaman rumah warga, di Jalan Tukad Pancoran Blok X No. 11, Banjar Sanggulan Anyar. Longsor dengan kedalaman sekitar enam meter. Banjir  juga terjadi di jalur masuk PerumahanPanorama Sanggulan, yang mengakibatkan 28 rumah warga terendam banjir setinggi sekitar satu meter. “Seluruh warga sudah dievakuasi ke Museum Subak Sanggulan. Nihil korban jiwa,” ujar Kapolsek Kediri, Kompol I Gusti Nyoman Wintara.

Jembatan putus terjadi di Lembah Sanggulan. Semua warga sudah dievakuasi ke Sanggulan Desa. Satu orang, Ahmad Soleh (26) mengalami luka, karena sempat terseret arus sungai, namun sudah mendapatkan pengobatan di rumah sakit. Tanah longsor juga terjadi di Perum Sandan Sari Blok G, Banjar Jadi Pisah, Desa Banjar Anyar.

Banjir juga  terjadi di Perum Griya Multi Jadi, Banjar Jadi Pisah dam  di Jalan Tukad Sangsang, Perumnas Bukit Sanggulan Indah, serta di sejumlah wilayah lainnya di Desa Banjar Anyar. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *