custom writing help
Mahayastra Sarankan Upeksa Mundur Jika Tak Mampu Laksanakan Layanan Digital Januari 2021 - Manggala OnlineManggala Online

Mahayastra Sarankan Upeksa Mundur Jika Tak Mampu Laksanakan Layanan Digital Januari 2021

I Nyoman Suwirta: Penting Menjaga Kebersihan Lingkungan
September 23, 2020
Dekranasda Serahkan Bantuan Peralatan Perajin dari CSR PT PLN
September 29, 2020

Mahayastra Sarankan Upeksa Mundur Jika Tak Mampu Laksanakan Layanan Digital Januari 2021

Gianyar(Manggalaonline)- Bupati Gianyar I Made Mahyastra merespon inovasi lembaga yang mampu menerapkan layanan berbasis digital. Karena, layanan digital akan tercipta layanan yang cepat, transparan, dan akuntabel kepada masyarakat. Respon itu ditunjukkan saat melouncing Aplikasi Layanan Digital Rumah Sakit Payangan, pada acara Refleksi Dua Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar I Made Mahayastra dan AA Gde Agung Mayun, di Halaman Belakang Kantor Bupati Gianyar,Minggu(20/9). Saat itu, Mahayastra juga menargetkan Januari 2021 Dirut  Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar harus melaksanakan layanan digital. Bahkan bupati mengancam, jika tidak mampu lebih baik mundur.

Bupati Mahayastra mengatakan, walau rumah sakit yang baru berjalan delapan bulan, telah mampu menelorkan layanan berbasis teknologi informasi atau layanan digital. Hal ini perlu dicontoh lembaga lain, terutama Rumah Sakit Sanjiwani, rumah sakit utama di Gianyar.

Katanya, dipilihnya RSUD Payangan sebagai rumah sakit pertama yang menerapkan sistem digital, karena sumber daya manusia(SDM) siap. Dan Rumah Sakit Sanjiwani belum siap menerapkan aplikasi tersebut. Menurut Mahayastra, Rumah Sakit Payangan merupakan rumah sakit baru berdiri. Sekarang sudah melayani 200 pasien per hari.

Dengan layanan digital yang akan dilaksanakan mulai Oktober 2020, bisa meningkatan layanan yang lebih berkualitas, transparan dan akuntabel.

Pada kesempatan itu, Bupati Mahayastra menargetkan Rumah Sakit Sanjiwani, sebagai rumah sakit utama di Gianyar dalam waktu 3 bulan juga harus melaksanakan layanan berbasis digital. “Saya beri waktu tiga bulan bagi Dirut Rumah Sakit Sanjiwani, untuk mempelajari sistem. Januari 2021 harus sudah terlaksana. Kalau tidak mampu Direktur Rumah Sakit Sanjiwani lebih baik mundur,” ujarnya.

Mahayastra menegaskan, pihaknya sesungguhnya tidak suka memecat atau menonjobkan orang. Namun, kalau memang kinerjanya tidak baik, apa boleh buat. Ini tanggung jawab kepada masyarakat.

Pelayanan digital yang dilaksanakan rumah sakit  ialah ketika masyarakat mengambil nomer pendaftaran, dalam sebuah aplikasi, sudah terpampang dokter siapa yang akan menangani, dan jam berapa pasien ini akan dilayani. Jika pelayanannya tidak bagus, masyarakat bisa memberikan komentar. Jika seorang dokter terlalu banyak mendapatkan komentar positif, maka Bupati Gianyar, Made Mahayastra akan mengambil tindakan tegas.

Penerapatan sistem digital di rumah sakit merupakan hal yang telah dipikirkannya sejak lama. Hal ini berdasarkan banyaknya keluhan masyarakat atas pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit milik pemerintah. “Sekarang sudah tidak zamannya main-main. Baik direktur, dokter atau siapapun, gaji kita terukur dalam kinerja. Saya paling tidak senang memecat orang. Hal yang paling saya hindari adalah menonjobkan orang,” ujarnya.

Terkait aplikasi digital tersebut, Mahayastra meminta supaya masyarakat mempergunakan dengan baik. Jika seorang dokter atau petugas apapun tidak menjalankan tugasnya dengan baik, supaya memberikan komentarnya langsung di aplikasi tersebut. “Jika ada pelayanan buruk, silahkan dikomentari dalam aplikasi. Jika seorang dokter terlalu banyak mendapatkan komentar buruk, maka saya akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya. (wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *