custom writing help
I Made Urip Serahkan Alsintan, Kandel Dorong Generasi Muda Sebagai Petani - Manggala OnlineManggala Online

I Made Urip Serahkan Alsintan, Kandel Dorong Generasi Muda Sebagai Petani

16 Hotel dan 1 Destinasi Wisata Telah Kantongi SPTK Era Baru
September 8, 2020
Tegakkan Prokes Covid-19, Pemkab Tabanan Gelar Pasukan dan Razia Masker
September 8, 2020

I Made Urip Serahkan Alsintan, Kandel Dorong Generasi Muda Sebagai Petani

Gianyar(Manggalaonline)-Anggota DPR RI Dapil Bali I Made Urip menyerahkan bantuan bibit tanaman produktif dan alat mesin pertanian(alsintan) kepada sejumlah subak dan kelompok tani di Payangan, di Jaba Pura Nataran, Banjar Satung, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar, Minggu(6/9). Kegiatan itu difasilitasi Anggota DPRD Gianyar dari Fraksi PDIP Dapil Payangan- Tegallalang I Nyoman Kande. Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta,  Dirjen Kementerian Pertanian, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan(KTNA) Kabupaten Gianyar, I Wayan Rio, Perbekel Buahan, Buahan Kaja dan Sebatu, serta sejumlah pekaseh dan Ketua Kelompok Tani se Kecamatan Payangan.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil Bali I Made Urip, mengajak generasi muda cintai pertanian. Sektor pertanian tidak hanya urusan perut, namun juga pelestarian budaya dan lingkungan. Selain itu, sektor pertanian handal saat pandemi Covid-19, di tengah sektor lain sangat terpuruk.

Lebih lanjut I Made Urip mengatakan, World Health Organization(WHO) mengingatkan masa pandemi Covid-19 ini semua negara harus menjaga ketahanan pangan. Dampak dari pandemi ini memungkinkan negara-negara importir tidak lagi mengekspor produk pertaniannya. Karena untuk memenuhi kebutuhan di negaranya masing-masing.  Untuk mengantisipasi itu, Ketua Umum PDIP Perjuangan Magawati Suekarno Putri mengintruksikan jajarannya baik di eksekutif maupun di legislatif melaksanakan gerakan menanam. Menurutnya, menanam sesungguhnya merupakan kewajiban dalam menjaga keseimbangan alam. Gerakakkan menanam sesungguhnya untuk menyiapkan luas ruang terbuka hijau. Karena, tiap provinsi, kabupaten /kota wajib menyiapkan kawasaan ruang terbuka  hijau minimal 30 persen. Karena dari pohon atau hutan  akan ada air. Ada air ada kehidupan. “Karena itu mari kita rajin-rajin menanam,” ajaknya.

Selain mengajak  bertani, Made Urip juga menghimbau petani jangan mudah menjual lahan. Untuk ini, para prajuru harus ketat melaksanakan awig-awig, sehingga masyarakat tidak mudah menjual tanah. Agar tidak tergiur menjual tanah, masyarakat harus mengelola lahan dengan baik. Tren sekarang ini memfungsikan sebagai lahan pertanian organik, sehingga produksi pertanian dihargai lebih dan meningkatkan pendapatan petani. “Di kampung kami sudah ada masyarakat yang mampu mengelola desanya sebagai sentra tanaman hias. Ini cukup berdampak peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Pihaknya, siap memfasilitasi segala kebutuhan petani, asal masyarakat mau mengikuti prosedur yang ada.

Pada kesempatan itu I Made Urip enyerahkan bantuan traktor, hand sprayer, pompa air dan 1.000 bibit tanaman produktif.

I Nyoman Kandel mengatakan, sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia merupakan negara agraris. Kalau sebelumnya Indonesia sebagai negara agraris masih  mampu mencukupi pangan masyarakat. Namun belakangan jumlah petani menurun. Kini dari 260 juta rakyat Indonesia hanya kurang lebih 35 persen petani. Dampak penurunan itu produksi pertanian pun menurun. Indonesia tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Sebagian melalui impor dari negara lain. Dan impor meningkat tiap tahun.

 Tapi saat Covid-19, semua sektor drop. Hanya pertaian yang tidak kena imbasnya.  “Mari Covid-19 ini kita jadikan momentum ingat sejarah. Ingat sejarah Indonesia sebagai negara agraris,” ajaknya.

Lebih lanjut mengungkapkan, turunnya produksi pertanian sekarang ini menyebabkan impor terus membesar. Sebagai masyarakat di negara yang menyandang negara agraris malu. Untuk itu, pihaknya mengajak generasi muda untuk tidak malu sebagai petani. “Generasi muda harus mau dan mencintai pertanian,” cetusnya.

Menurutnya, sistem pertanian organik cukup menjanjikan ke depan. Karena, pertaniann organik mampu menghasilkan produk pertanian yang ramah lingkungan dana man bagi kesehatan. Di samping itu pertanian organik juga bisa melestarikan lingkungan, menjaga ekosistem tanah.

Untuk ini, pihaknya siap menjembatanni dengan pemerinatah, baik di eksekutif maupun di legislatif. Baik di daerah maupun di pusat.

Pada kesempatan itu, Kandel berterima kasih kepada I Made Urip atas kesediaanya memfasilitasi dan menyerahkan bantuan langsung kepada petani.

Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta mengatakan, apa yang disampaikan I Nyoman Kandel memang benar. Pihaknya  bersama Bupati Giannyar I Made Mahayastra siap memfasilitasi aspirasi petani. Tetapi, tetap harus mengikuti mekanisme yang ada.

Tagel Winarta mengapresiasi kinerja I Nyoman Kandel, baik sebagai anggota dewan maupun selaku kader PDIP yang cukup respon terhadap aspirasi masyarakat.

Tagel Winarta juga berterima kasih kepada I Made Urip, atas bantuan yang diberikan kepada petani Gianyar.

Katanya, bantuan-bantuan seperti ini telah sering diberikan kepada masyarakat Gianyar. Ini bantuan yang riil menjadi kebutuhan petani.

Kepada petani Tagel menghimbau, agar memanfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. “Bantuan ini sebagai penngingat Made Urip pernah datang mengunjungi langsung petani,” harapnya.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *