custom writing help
Gianyar Perbaiki Saluran Irigasi Seniali Rp 6,2 Milyar - Manggala OnlineManggala Online

Gianyar Perbaiki Saluran Irigasi Seniali Rp 6,2 Milyar

Bupati Artha Lepas 450 Ekor di Pantai Perancak
July 22, 2020
Gedung Sport Centre Terintegrasi Desa Punggul Diresmikan
July 22, 2020

Gianyar Perbaiki Saluran Irigasi Seniali Rp 6,2 Milyar

Gianyar(Manggalaonline)-Meski masa Covid-19, Gianyar tak lupa membangun infrastruktur bidang pertanian. Tahun ini ada sebanyak 25 program perbaikan trowongan dan saluran irigasi yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang(PUPR) Kabupaten Gianyar. Seluruh program perbaikan saluran irigasi tersebut menelan anggaran Rp 6,2 milyar lebih. Hal itu diungkapkan Kabid Suber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Gianyar I Wayan Tinda, di ruang kerjanya, Senin(20/7).

Lebih lanjut diungkapkan, karena masa Covid-19, di Bidang Sumber Daya Air, ada 10 program perbaikan irigasi yang kena refocusing anggaran. Selain juga karena ada prajuru subak yang menunda program. Nilainya berkisar Rp 2 milyar lebih.

Menurutnya, dari program yang dilaksanakan ini seluruhnya merupakan perbaikan saluran irigasi induk. Pengerjaannya ada yang berdasarkan tender dan ada yang penunjukkan. Program yang ditenderkan program yang nilainya lebih dari 200 juta dengan waktu 4-6 bulan. Sedangkan program yang dilaksanakan dengan penunjukkan adalah program dibawah 200 juta, dengan waktu 2-3 bulan. “Ini tergantung besar kecil pekerjaan dan biaya yang dianggarkan,” ujarnya.

Selain program untuk saluran induk,  pihaknya juga melaksanakan program bantuan social untuk perbaikan saluran tersier. Ada tiga titik tahun ini dibantu dengan bansos. Nilainya mencapai Rp 600 juta. “Ini komitmen Pemkab Gianyar bagi pertanian, yang memegang peranan penting untuk ketahanan pangan. Pemerintah terus memprogramkan perbaikan irigasi sehingga pertanian Gianyar tetap produktif,” ungkapnya.

Diungkapkan, walau masa pandemi Covid-19, program perbaikan saluran irigasi di Gianyar tidak banyak hambatan. Biasanya karena harus melaksanakan protokol kesehatan hambatannya mengumpulkan karma subak saat sosialisasi. Tapi seluruh program ini sudah dilakukan sosialisasi sebelum pandemi Covid-19. “Sekarang rekkanan yang mengerjakan tinggal berkoordinasi dengan prajuru subak saja. Tidak lagi harus mengumpulkan krama subak lagi,” jelasnya.

Dijelaskan, hambatan yang ada sekarang ini paling soal penundaan pelaksanaan, karena musim tanam. Untuk ini bisa dikomunikasikan hanya oleh rekanan dan prajuru subak.

Diungkapkan, selama pandemi Covid-19 di dinas lain sebagian pegawai kerja di rumah. Namun, di Dinas PUPR khususnya pegawai di Bidang Sumber Daya Air, bekerja di lapangan. Sebagian besar stap harus turun ke lapangan. Hal ini menyebabkan program yang dilaksanakan sebagian besar lancar. Dan sampai saat ini keseluruhan program sudah selesai 65 persen lebih.

Hal ini dilakukan karena urusan pertanian sangat erat dengan musim tanam. Terlebih pertanian padi harus memperhitngkan kerta  masa. Jadi sedikit saja lambat petani tak bisa menanam padi. “ Kami pantau terus pengerjaanya. Saya optimis seluruh program selesai tepat waktu,” ujarnya.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *