custom writing help
TMMD Simbol Gotong Royong, Mampu Atasi Kesulitan Masyarakat - Manggala OnlineManggala Online

TMMD Simbol Gotong Royong, Mampu Atasi Kesulitan Masyarakat

Pangdam dan Bupati Gianyar Tanam Padi Demplot Ketahanan Pangan
July 1, 2020
Gubernur Koster Tutup Kegiatan Bulan Bung Karno
July 1, 2020

TMMD Simbol Gotong Royong, Mampu Atasi Kesulitan Masyarakat

Gianyar(Manggalaonline)-Bupati Gianyar I Made Mahayastra membuka  Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-108, di Aula Kodim 1616 Gianyar, Selasa(30/6). Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Gianyar, AA Gde Mayun, Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta, Wakapolres Gianyar dan instansi terkait lainnya.

Pada kesempatan itu, Dandim 1616 Gianyar Kolonel Inf. Frandi Siboro mengatakan, TMMD ke-108 akan mengerjakan badan jalan sepanjang 2,359 km, yang menghubungkan Desa Buahan Kaja dan Desa Kerta. Tepatnya di Banjar Singaperang, Desa Buahan Kaja dengan Banjar Saren, Desa Kerta. Ada dua jenis kegiatan yang akan dilakukan selama TMMD nanti. Yakni kegiatan fisik, membuka badan jalan, membuat senderan dan bought decker. Sedangkan kegiatan nonfisik akan diisi dengan kegiatan penyuluhan pencegahan penyalahgunaan narkoba, penyuluhan pengembangan pariwisata, penyuluhan pertanian dan peternakan, budaya hidup sehat, pencegahan Covid-19, dan wawasan berbangsa dan bernegara.

Dikatakan, biaya TMMD untuk kegiatan fisik Rp 1.927.000.000, sedangkan kegiatan nonfisik Rp 152.000.000. Selama kegiatan akan selalu menerapkan protokol kesehatan, sehingga kegiatan TMMD ikut mencegah penularan Covid-19.

Menurutnya, TMMD telah diawali dengan pra TMMD, sejak kurang lebih sebulan lalu. Selama pra TMMD telah dilakukan kegiatan pembukaan badan jalan, dengan alat berat.

Dijelaskan, fungsi pembangunan jalan ini untuk membuka akses kelancaran transportasi dua desa. Melalui pembangunan jalan ini nantinya bisa memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan sekitarnya, dan berkembangnya sektor pariwisata di dua desa ini. “Akan banyak sekali manfaat yang bisa didapat dengan pembangunan jalan ini,” ujarnya.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat menyampaikan sambutan Gubernur Bali mengatakan, TMMD merupakan simbul gotong royong. Di mana pemerintah kabupaten, TNI dan masyarakat bersama membangun infrastruktur yang dibutuhkan, seperti jalan misalnya.

Katanya, hampir semua pembukaan jalan di Gianyar dibangun dengan diawali  kegiatan TMMD. Bahkan, dari semua itu semua tergolong sulit. Kalau yang sulit-sulit pasti dipercayakan kepada TNI.

Pihaknya percaya, melalui TMMD mampu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, Pemda Gianyar tidak banyak perhitungan untuk membiayai TMMD. “Kami percaya TNI. Di mana ada kesulitan TNI  selalu hadir. Kami berterima kasih kepada TNI,” ujarnya.

Menurutnya,jalan Buahan- Payangan juga dibangun TMMD. Bahkan saat itu, TMMD jauh lebih berat. Sampai alat berat ada yang terperosok ke jurang. Dan TMMD saat itu mengerahkan seluruh daya TNI dan masyarakat, karena waktu cukup singkat, dengan biaya yang sangat terbatas. Sekarang TMMD sudah ada pra TMMD. Ini memberi ruang waktu yang cukup, sehingga kegiatan bisa dikerjakan lebih bagus.

Perbekel Buahan Kaja I Wayan Wirtama mengungkapkan, pembangunan jalan Buakan Kaja-Kerta ini memang telah lama diharapkan masyarakat. Karena berbagai hambatan, melalui TMMD ini baru terwujud. “Kami berterima kasih kepada TNI, yang telah memfasilitasi terwujudnya TMMD di desa kami,” ujarnya.

Jalan ini akan mengatasi keterhisoliran masyarakat karena tidak ada akses jalan. Jalan ini akan berfungsi memperlancar  ekonomi warga.

Sementara Perbekel Kerta I Made Gunawan mengatakan, jalan ini akan membuka akses transportasi bagi masyarakat. Jalan ini juga merupakan jalan lingkar kabupaten, yang menghubungkan Desa Buahan Kaja-Desa Kerta dan jalan utama di Payangan. Jalan ini juga akan memberi akses pendidikan bagi SMP siswa di Banjar Saren dan Bunteh, Desa Kerta, yang siswa SMP lebih dekat  ke SMPN 3 di Desa Buahan Kaja. Jalan ini juga akan menjadi jalan strategis pengembangan pariwisata ke depan. Karena, dua desa ini memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan desa wisata. Jalan ini menjadi jalur pariwisata Kebun Raya Gianyar menuju Bendungan Sidan, yang nantinya selesai akan menjadi danau buatan dan akan menjadi obyek wisata. Di samping itu Desa  Kerta sedang membangun Desa Wisata sedangkan Buahan Kaja akan mengembangkan agrowisata. “Jalan ini akan menjadi penghubung kerja sama antardesa Desa Kerta dan Desa Buahan Kaja,” ujarnya. (wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *