custom writing help
Industri Pariwisata Harus Serius Jalankan Sertifikasi Protokol New Normal - Manggala OnlineManggala Online

Industri Pariwisata Harus Serius Jalankan Sertifikasi Protokol New Normal

Kapolres Ziarah Serangkaian Memperingati Hari Bhayangkara ke-74
July 1, 2020
Satpol PP Kota Denpasar Tertibkan ODGJ Membawa Senjata Tajam
July 1, 2020

Industri Pariwisata Harus Serius Jalankan Sertifikasi Protokol New Normal

Denpasar(Manggalaonline) – Di masa pandemi Covid-19 ini isu kesehatan dan keamanan dari  Covid-19 menjadi sangat penting, terutama di sektor pariwisata. Karena industri pariwisata adalah industry yang mengandalkan imege atau kepercayaan yang harus dijaga untuk mendatangkan wisatawan terus. Demikian disampaikan  Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat memimpin rapat Persiapan Protokol Era Baru di Bidang Pariwisata bertempat di Ruang Rapat Praja Sanha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (29/6). 

Dalam rapat yang turut dihadiri juga oleh Kepala Dinas Priwisata Prov Bali, Putu Astawa, Dinas Pariwisata kab/kota serta asosiasi pariwisata, Cok Ace menekankan semua pihak untuk serius menjalankan protokol era baru. “Semua harus dijalankan dengan serius dan ketat. Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Jika ada pengusaha yang bermain curang dengan tidak menerapkan protokol era baru harus segera ditindak, jika perlu dilarang beroperasi selama masa ini,” jelasnya.

Di samping itu,dalam kesempatan tersebut juga menekankan jika infrastruktur harus terus ditambah dan ditingkatkan. “Fasilitas kesehatan harus ditingkatkan. Meskipun kita tidak mau ada wisatawan yang sampai terjangkit Covid-19 di sini, namun,setidaknya kita harus menyiapkan segala kemungkinan terburuk,” imbuhnya. Selain untuk menyiapkan dari segala kemungkinan terburuk, usaha ini juga berguna untuk menjaga kepercayaan wisatawan kepada Bali, apalagi hasil survey mengatakan jika sekitar 86% wisatawan dunia sudah rindu berkunjung ke Bali.

Untuk memuluskan rencana ini, Wakil Gubernur  juga meminta agar para asosiasi pariwisata bertanggung jawab terhadap anggotanya. “Anda menjamin para anggota sudah menerapkan protokol ini. Misal PHRI sudah memastikan jika semua hotel dan restoran sudah menerapkan protokol era baru dan tersertifikasi. Begitu juga dengan asosiasi lainnya,” bebernya.

Menurutnya, protokol  era baru harus sesuai standar, baik standar WHO, Kementrian Pariwisata dan Kementrian Kesehatan serta PemerintahProvinsi Bali.

Selanjutnya Cok Ace berharap rencana ini sudah bisa segera terlaksana, karena pemerintah sudah berencana membuka pariwisata normal baru pada tanggal 9 Juli mendatang. “Sebelum tanggal 9, semua pelaku pariwisata seperti hotel, restoran, daya tarik wisata, transport dan travel agent sudah harus mengantongi sertifikasi protokol new normal,” tandasnya. Kadis Pariwisata Bali Putu Astawa memaparkan tentang tahapan protokol tatanan kehidupan Bali era baru bagi industry pariwisata. Astawa menyatakan jika tujuan sertifikasi ini adalah untuk memberikan pengakuan usaha mempunyai standar, memastikan aspek keamanan dan kesehatan yang komprehensif bagi konsumen serta untuk meningkatkan dayasaing usaha pariwisata dari aspek produk, pelayanan dan pengelolaan. 

Dijelaskan, jika blanko penerbitan sertifikat disediakan Dinas Pariwisata Provinsi Bali. “Bagi para penguasaha pariwisata yang akan mengikuti bisa mengunduh di website disparda.baliprov.go.id, kemudian melakukan assessment mandiri dengan cara ajukan ke tim verifikator masing-masing asosiasi. Jika dinilai layak oleh tim verfikator, maka sertifikat bisa diterbitkan dan siap melayani para wisatawan di era normal baru ini.(hum/wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *