custom writing help
Disdik Gianyar Laksanakan PPDB Sistem Daring - Manggala OnlineManggala Online

Disdik Gianyar Laksanakan PPDB Sistem Daring

Bangun Merk Bali Yangshuo ASEAN Tourism Year
June 3, 2020
KPU Gianyar Bantu Sembako Empat Yayasan
June 3, 2020

Disdik Gianyar Laksanakan PPDB Sistem Daring

Gianyar(Manggalaonline)-Pandemi Coronavirus desesease(Covid)-19 telah merubah sistem yang sebelumnya telah ajeg. Karena pandemic Covid-19, penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2020 pun,  harus mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 di kalangan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan(Disdik) Gianyar I Wayan Sadra mengungkapkan, di masa pandemi Covid -19 sekarang ini Disdik Gianyar menerapkan protokol kesehatan untuk PPDB. Calon siswa baru tidak mesti datang ke sekolah yang dituju untuk mendaftar. Tapi pendaftaran dilakukan melalui online(daring).

Dijelaskan, untuk penerimaan siswa tingkat SD, Kepala TK mengumpulkan data siswa untuk mendaftar ke SD yang dituju, sesuai keinginan orang tua. Berkas pendaftaran yang berisi persyaratan yang dibutuhkan diantar oleh Kepala TK ke Disdik Gianyar. Dalam berkas tersebut juga disertai Surat Pernyataan Orang Tua, dan mesti dilengkapi dengan nomor handphon masing-masing. “Untuk  form pendaftaran sudah kami siapkan,” ujarnya.

Untuk PPDB tingkat SD menuju SMP juga sama. Kepala SD mengumpulkan data siswanya untuk didaftarkan ke SMP yang diinginkan orang tua. Selanjutnya Kepala SD tersebut membawa berkas pendaftaran ke Disdik.

Seluruh berkas pendaftaran itu akan dilakukan verifikasi di Disdik. Verifikasi  dilakukan terhadap kelengkapan administrasi, pengelompokkan sesuai keinginan orang tua dan disesuaikan dengan zona, prestasi, siswa miskin dan khusus. “Untuk ini kami siapkan beberapa tenaga untuk melakukan verifikasi,” ujarnya.

Untuk menentukan siswa diterima atau tidak bersekolah di sekolah yang dituju, harus disesuaikan dengan Peraturan Bupati yang mengatur tentang PPDB, Surat Keputusan Bupati tentang Zona, dan SOP pelaksanaan PPDB. Dari hasil evaluasi ini  akan diumumkan dalam bentuk Surat Keputusan Bupati Gianyar, tentang Penetapan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2020 di seluruh SD dan SMP di Kabupaten Gianyar. “SK akan kami foto dan dikirim kepada seluruh orang tua siswa. Jadi siswa dan orang tua tidak usah datang ke sekolah. Ini bisa menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan Covid-19 di sekolah,” jelas Sadra.

Menurut Sadra, untuk PPDB di tingkat SD mungkin tidak banyak persoalan. Karena keberadaan rombongan belajar(rombel) yang ada memenuhi kebutuhan. Yang lebih menjadi perhatian adalah PPDB di tingkat SMP. Hal ini karena kapasitas rombel yang ada tidak seimbang dengan jumlah tamatan SD. “Kami akan optimalkan agar semua siswa bisa sekolah,” ujarnya.

Tahun ini jumlah tamatan SD 7.993 orang. Namun daya tampung hanya 161 rombel. Atau yang kemungkinan diterima hanya 6.239 siswa, dengan asumsi tiap SMP negeri hanya menerima 10 kelas, dengan jumlah per kelas 38 orang.

Skenario ke dua, dengan mengoptimalkan rombel di sekolah baru sehingga jumlah rombel menjadi 181 dan optimal daya tampung per rombel 40 siswa.  Dengan sekenario ini bisa menampung 7.240 siswa. Dengan kekenario ini juga masih ada 753 siswa tidak tertampung di sekolah negeri yang ada. “Kami akan lihat nanti. Berapa siswa yang akan sekolah di sekolah swasta,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman selama ini, hampir semua orang tua siswa berkeinginan anaknya sekolah di sekolah negeri. Jika orang tua siswa yang anaknya tidak tertampung di sekolah negeri itu ngotot, mungkin akan dilanjutkan dengan scenario ke tiga. Yakni, dengan memaksimalkan daya tampung sekolah, dengan menerima siswa sebanyak 11 kelas dengan jumlah 40 orang per rombel. Dengan jumlah 24 SMP negeri, akan ada 264 rombel. Berarti jika ini dilakukan, akan diterima 10.560 siswa. “Dengan sekenario ini, semua siswa lulusan SD tertampung. Cuma masalahnya pemerintah dianggap mematikan sekolah swasta. Kita jadi delematis,” ujarnya.

Mengingat masih masa pandemi Covid-19, dalam memasuki tahun ajaran baru, Disdik Gianyar tidak akan melaksanakan kegiatan masa orientasi siswa(MOS). Andai itu dibuka, pihaknya tetap tidak akan melaksanakan, karena sangat berisiko terhadap anak-anak.

MOS menurutnya adalah untuk menanamkan jati diri dan dan karakter kepada siswa. Untuk tahun ini tidak akan dilakukan melalui MOS. Mungkin akan dilaksanakan di dalam kelas, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Ini semua demi keamanan dan kenyamanan semua anak-anak,” cetusnya.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *