custom writing help
Warga Bedulu Terima Sembako Bantuan Desa Adat - Manggala OnlineManggala Online

Warga Bedulu Terima Sembako Bantuan Desa Adat

Suiasa Bagikan Masker di Pasar Desa Adat Gulingan
April 14, 2020
Gugah Kesadaran Kesehatan Ny. Adnyani Mahayastra Bagikan Masker
April 14, 2020

Warga Bedulu Terima Sembako Bantuan Desa Adat

Gianyar(Manggalaonline)-Warga Desa Adat Bedulu, Blahbatuh, Gianyar menerima bantuan paket sembako dari Desa Adat Bedulu, untuk mengatasi kesulitan warga di tengah pandemi Covid-19. Sebagaimana arahan Satgas Penanggulangan Covid-19, semua warga harus melaksanakan sosial distancing(jaga jarak) harus menghindari keramaian bahkan kerumunan. Hal ini akanberdampak terhadap kelesuan perekonomian masyarakat,

Untuk meringankan warganya, Desa Adat Bedulu, membantu seluruh warganya dengan paket sembako. Pendistribusian paket sembako tersebut langsung diantar Satgas Gotong Royong Desa Adat Bedulu ke rumah warga, Minggu (12/4).

Sebanyak 45 orang anggota Satgas Gotong Royong Desa Adat Bedulu sejak pagi mengemas paket sembako untuk 872 KK. Paket sembako berisi beras, mie instan dan minyak goreng ini langsung diantar ke rumah warga yang ada di lima banjar adat.

Bandesa Adat Bedulu I Gusti Ngurah Made Serana mengakui keputusan membantu semua krama setelah melalui pembahasan dengan Sabha Desa, Desa Adat Bedulu. Karena melihat dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 yang kini sangat dirasakan masyarakat. Di samping itu, juga  melihat kondisi warga yang kini banyak mengalami pemutusan kerja, maupun warga yang dirumahkan akibat usaha tempat kerjanya sudah ditutup, i imbas dari Covid-19.

Ngurah Made Serana menegaskan, dalam pemberian bantuan paket sembako ini dibagikan secara merata. Karena diakui imbas Covid-19 saat ini sudah sangat dirasakan sebagai beban semua warga.

Selain membantu dengan pembagian paket sembako, bandesa bersama unsur sabha desa serta prajuru Desa Adat Bedulu juga telah melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian hand sanitizer kepada warga. Selain melakukan gotong royong membersihkan lingkungan, desa adat juga melakukan pembatasan waktu buka pasar dan warung sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Serta melaksanakan foging menyusul sejumlah warga sempat terjangkit demam berdarah belum lama ini.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *