custom writing help
Bupati Tabanan Minta Sektor Pertanian Tetap Berproduksi - Manggala OnlineManggala Online

Bupati Tabanan Minta Sektor Pertanian Tetap Berproduksi

Pembenihan Ikan Karper Cyprinus carpio
April 13, 2020
Sinergi Cegah Covid-19 Bangun Wastapel di Tempat Strategis
April 13, 2020

Bupati Tabanan Minta Sektor Pertanian Tetap Berproduksi

Tabanan (Manggalaonline) –   Guna mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk akibat wabah covid-19 utamanya terkait masalah pangan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meminta Dinas Pertanian dan instansi lainnya terkait sektor pertanian harus tetap melakukan langkah-langkah startegis sehingga sektor pertanian tetap berproduksi

Bupati menyebutkan, terkait stok bahan pangan di Kabupaten Tabanan, khususnya beras diprediksi mencukupi untuk 6-8 bulan kedepan. Namun hal itu dikatakannya tidak menjamin stok pangan di Kabupaten Tabanan aman apabila masyarakat, khususnya petani di Tabanan tidak melakukan produksi di sektor pangan. Oleh karena itulah, sektor pertanian harus terus didorong untuk melakukan produksi.

“Makanya untuk sektor pertanian harus tetap didorong. Kalau mereka tidak berproduksi dan hanya dikonsumsi saja, kita nantinya akan kehabisan juga,” ujar  Bupati Eka dalam rapat bersama Forkompinda Tabanan melalui video conference, Kamis (9/4).

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Nyoman Budana dihubungi secara terpisah mengungkapkan

untuk ketersediaan beras di Kabupaten Tabanan relatif masih aman. Ini dilihat dari data estimasi luas tanam, luas panen dan produksi padi tahun 2020 bahwa luas panen pada April dan Mei lebih luas dibandingkan Maret. Pada April, luas panen sebesar 1.641 hektare atau setara 577.243 ton beras dan produksi Mei sebesar 1.128.911 ton beras dengan estimasi luas panen 3.150 hektar.


Angka ini bertambah pada Juni, dengan estimasi luas panen sebesar 6.365 hektare atau setara 2.246.575 ton beras. “Untuk bulan Maret kemarin, estimasi hasil panen tercapai,”  katanya saat dikonfirmasi, Senin (13/4)

Ditanya tentang dampak pandemi virus Covid-19 pada aktivitas petani dalam bercocok tanam, menurut Budana belum dirasakan petani secara signifikan. Dalam arti petani masih tetap bekerja dan berproduksi.  Hanya saja, jika sebelumnya para petani khususnya di Kecamatan Baturiti yang lebih pada komoditi yang dipasarkan untuk hotel maupun restoran, kini diharapkan beralih pada komoditi yang memang dibutuhkan masyarakat lokal. “Kebutuhan sayur mayur saya rasa aman untuk tiga bulan ke depan karena petani sayur juga sudah ada yang mulai panen,” terangnya.

Diungkapkannya lebih lanjut, belum lama ini pihaknya telah berkoordinasi melalui video conference dengan pemerintah pusat terkait upaya percepatan pengembangan komoditi yang bersumber dari dana pembantuan pusat. “Daerah diminta untuk melakukan percepatan pengembangan komoditi yang dibantu pusat, seperti bawang putih di mana saat ini sudah masuk proses tender dan akan segera direalisasikan,” pungkasnya. (gus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *