custom writing help
Kalah Pilkades, Anwar Tipu Warga Iming-Iming Gandakan Uang - Manggala OnlineManggala Online

Kalah Pilkades, Anwar Tipu Warga Iming-Iming Gandakan Uang

Pilkada Tabanan 2020 Nihil Calon Perseorangan
February 25, 2020
Bupati Mahayastra Isi Data Sensus Penduduk Secara Online
February 25, 2020

Kalah Pilkades, Anwar Tipu Warga Iming-Iming Gandakan Uang

Gianyar(Manggalaonline)-Unit Reskrim Polsek Payangan membekuk dua tersangka pengganda uang, Jumairi (57) dan Anwar (61), Kamis (14/2/2020). Kedua tersangka dibekuk bersama barang bukti sebesar Rp 125Juta.

Kapolsek Payangan, AKP Gede Sudyatmaja saat melakukan pengungkapan kasus, Jumat (21/2/2020), menjelaskan, dua pelaku asal Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur itu mendatangi rumah korban di Desa Bresela, Kecamatan Payangan pada Kamis (13/2) lalu pukul 12.00. Kepada korban Anwar yang mantan Calon Kepala Desa yang gagal ini merayu korban Wayan Ardika, mengaku punya teman yang bisa mengandakan uang. Korban tertarik, karena kebetulan saat itu korban butuh uang banyak, untuk membiayai ayahnya yang sedang sakit keras. Dia pun meminjam uang kepada temannya sebesar Rp 125 juta, yang akan diserahkan kepada pelaku untuk digandakan. “Uang Rp 125 juta tersebut akan digandakan menjadi Rp 20 milyar,” katanya.

Menurut Sudyatmaja, pelaku berhasil ditangkap, awalnya jajaran Unit Reskrim Polsek Payangan mendengar informasi di Bresela ada peredaran uang palsu. Berdasarkan informasi itu, lalu Tim Opnal Polsek Payangan melakukan penyelidikan. Dan saat pengrebegan, pelaku ditemukn sedang melaksanakan ritual terhadap uang Rp 125 juta tersebut, sebelum uang itu di bawa ke bang.

Dijelaskan, uang asli diberi jimat dan dilakukan ritual dan akan dibawa ke bank. Diharapkan, uang ini akan menarik uang dari nasabah lain di bank, dan masuk ke dalam kantong deterjen sebagai hasil pengandaan.   “Informasi yang kami terima, ada peredaran uang palsu. Saat melakukan penyelidikan dan penggerebekan di salah satu rumah warga, ternyata bukan uang palsu, melainkan penggandaan uang,” jelasnya.

Di rumah I Wayan Andika itu polisi mendapati Juma’ ari berbju koko berperan sebagai tuan guru. Sedangkan Anwar, berbaju batik, selaku pencari mangsa/korban. Kami juga temukan uang tunai Rp 125 juta, deterjen, kotak susu, amplop dan tas” ungkapnya.

Sudyatmaja menerangkan, pemilik rumah sekaligus korban diminta menyediakan uang untuk dimasukkan ke amplop. Kemudian diisi serbuk detergen. “Amplop kemudian didoakan. Korban diminta menaruh amplop itu di bank. Dengan maksud uang di bank ditarik ke amplop itu,” terangnya.

Sebelum korban Wayan Andika, ada 2 orang asal Kintamani, Bangli, yang juga rencananya ingin ikut menggandakan uang mereka. Tetapi karena jumlah uang yang mereka setorkan kepada dua tersangka tidak sesuai dengan permintaan tersangka akhirnya ditolak. “Ada yang menyetorkan uang Rp 40 Juta dan Rp 45 Juta, ditolak oleh tersangka karena terlalu sedikit,” jelasnya.

Dua tersangka beserta barang bukti langsung diamankan di Polsek Payangan. Dua tersangka itu dijerat pasal 378 ayat (1) KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. “Kami imbau ke masyarakat untuk hati-hati. Jangan mudah tergiur. Harus pikir logika dan sehat,” imbaunya.

Anwar mengakui melakukan penipuan modus penggandaan uang karena dirinya berhutang banyak setelah kalah dalam pemilihan kepala desa di daerah asalnya. Untuk membayar hutang-hutangnya tersebut, ia memilih melakukan penipuan di Bali. Namun keburu ditangkap oleh Polisi.

Sementara itu, pelaku Jumairi yang mengaku sebagai tuan guru dari Lombok mengaku tak bisa menggandakan uang. “Kalau bisa kan saya gandakan di rumah saja. Saya begini karena dijanjikan sama ini(Anwar-red),” ujar Jumairi sambil menunjuk tersangka Anwar.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *