custom writing help
Gianyar Berpotensi Terpapar Virus ASF, Distan Gencarkan Sosialisasi - Manggala OnlineManggala Online

Gianyar Berpotensi Terpapar Virus ASF, Distan Gencarkan Sosialisasi

Dispar Bali Doakan Virus Corona Cepat Reda
February 4, 2020
Jaga Kelancaran Lalu Lintas Polres Gelar Personel di Titik Rawan Kemacetan
February 4, 2020

Gianyar Berpotensi Terpapar Virus ASF, Distan Gencarkan Sosialisasi

Gianyar(Manggalaonline)-Gianyar berpotensi terpapar virus African Swine Fever(ASF), virus yang menyerang babi, yang menyebabkan kematian babi massal. Kasus ini diduga telah menyerang babi yang menyebabkan kematian babi massal di Tabanan dan Badung. Gianyar sebagai lalulintas perdagangan babi harus waspada terhadap wabah ini. Karena itu, Dinas Pertanian (Distan) Gianyar gencarkan sosialisasi kepada peternak di sentra produksi babi di Gianyar. 

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Vetrinear(Keswan Kesmas Vet) Dinas Pertanian Gianyar,  Made Santiarka, seijin Kadis Pertanian I Made Raka, mengatakan, di Giayar sudah ada babi mati mendadak sebanyak 70 ekor di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamaga  Sukawati, Gianyar. Babi yang mati tersebut berasal dari kurang lebih 25 orang  peternak masyarakat. Namun, dari babi yang maTi tersebut dikatakan mati dengan gejala gejala yang berbeda. “Tim kami sudah turun. Dan langsung melakukan sosialisasi pencegahan,” ujarnya Snin(3/2).

Menurut Santiarka, pihaknya belum berani memastikan apakah penyakit yang menyebabkan kematian 70 babi tersebut jenis penyakit ASF atau tidak.  yang sama dengan kematian babi massal yang terjadi di Tabanan dan Badung. Karena, gejala penyakit yang menyebabkan kematian itu berbeda- beda. Ada yang mencret darah  ada yang nafsu makan hilang dan gejala lainnya. Bahkan ada tanpa gejala. “Kami tak berwenang menyatakan penyampaikan penyakit yang menyebabkan kematian babi-babi itu, sebelum ada hasil uji labolatorium. Sampel sudah kami kirim ke lab. Tapi hasilnya belum keluar,” katanya.

Diungkapkan ciri penyakit ASF adalah, nafsu makan berkurang, lumpuh, ada bintik merah pada kulitnya. Dalam hitungan 5 hari babi akan mati. Bahkan tanpa gejala ada yag mati mendadak. 

Untuk mencegah Gianyar tetpapar virus ASF tersebut Dinas PeRtanian Gianyar gencar melaksanakan sosialisasi. Sosialisasi pertama dilaksanakan di Banjar Abasan, Singapadu Tengah, Senin(27/1) lokasi di mana banyak babi masyarakat yang mati mendadak. Selasa(28/1) sosialisasi dilaksanakan di Desa Lodtunduh, Ubud, Rabu(29/1) sosialisasi dilaksanakan di Banjar Semaon, Desa Puhu, dan Kamis(30/1) sosialisasi di Banjar Bukian Kaja, Desa Bukian, Payangan. “Melalui sosialisasi ini kami harapkan masyarakat waspada terhadap meluasnya virus ASF ini,” harapnya.

Untuk mencegah agar wabah ini tidak meluas, peternak diharapkan menjaga keamanan(safety) kandang. Jangan memberikan orang lain lalulalang di dalam kandang. Kalau masuk kandang harus bersih dan ganti pakaian. Dan jika menjual babi, mobi dan bangsung harus steril.  Namanya virus bisa saja menyebar melalui alat transportasi dan alat yang dimasukkan ke kandang. Bahkan melalui peternak sendiri juga bisa. “Sekarang peternak terbalik. Mandi dan ganti pakaian sebalum ke kandang. Sebelumnya, ganti pakaian setelah usai aktifitas di kandang ” ujarnya.

Diingatkan pula, babi yang mati harus dikubur. Jangan dibuang disaluran air atau dijurang. Juga diharapkan peternak tidak boleh menjual babi hang sakit. Hal ini selain melanggar UU Kesehatan juga akan mempercepat meluasnya paparan wabah ini.”walau jenis virus ini tak menular ke manusia, sebaiknya membeli daging yang sehat. Jika ketahuan menjual babi sakit akan berurusan dengan hukum,” tegasnya.

Di Gianyar populasi mencapai 140 ribu ekor, dengan babi siap potong sekitar 35 persen.  Peternak besar yang memelihara babi ratussn ekor  sekitar 50 pengusaha. Lainnya peternak masyarakat, yang memelihara babi paling banyak 10 ekor.

Salah seorang peternak asal Banjar Tangkup, Desa Bukian, Payangan I Wayan Arya mengatakan, paparan virus ASF  ini membuat khawatir petenak babi. Terlebih di Gianyar sudah ada babi mati yang mendadak. 

Mrnurutnya, jenis penyakit yang menyebabkan kematian babi di Gianyar perlu segera diketahui, sehingga peternak lebih serius lagi menanggulangi. ” Sebagai peternak kami ingin segera tahu jenis wabah yang menyerang babi mati mendadak di Gianyar,” harapnya.

Menurut Arya, berjangkitnya penyakit babi terkadang dimanfaatkan oleh pada saudagar babi unguk meraup keuntugan yang tinggi, dengan membeli babi masyarakat dengan harga murah. “Syukur kali ini belum terjadi. Harga babi masih stabil. Mudah-mudahan tetap stabil,” harapnya.

Disarankan Arya peternak harus selalu berupaya tetap menjaga kesehatan ternak dengan asupan gizi dan vitamin yang cukup dan menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Anggota DPRD Gianyar dari Fraksi PDIP Dapil Tampaksiring Blahbatuh, I Made Wardana, mengarapkan agar instansi terkait serius menyikapi isu penyakit babi yang telah menyebabkan kematian puluhan babi di Kabupaten Gianyar.

Menurutnya, Dinas Pertanian harus berupaya mencari kepastian apakah babi mati karena penyakit yang sama yang menyerang babi dengan di kabupaten lain yang menyebabkan kematian babi massal. Dan apa jenis penyakit yang menyebabkan kematian babi mati  massal tersebut. Selain itu, Wardana juga mrngharapkan agar Dinas Pertanian mebelusuri apakah isu kematian babi massal ini dihembuskan dan dibesar- besarkan, oleh oknum tertentu dengan maksud mencari keuntungan sendiri. ”Ini demi kepastian bagi masyarakat peternak,” katanya.

Kadis Pertanian I Made Raka mengungkapkan, pihaknya telah berupaya melakukan pencegahan Gianyar terhadap meningkatnya kematian babi di Gianyar, dengan ssosialisasi. Pihaknya ingin peternak waspada dengan menjaga kebersihan kandang dan mencegah penularan penyakit dari tempat lain.

Terkait kekhawatiran masyarakat memakan daging babi diharapkan, masyarakat tidak perlu khawatir memakan daging babi, asal berasal dari babi yang sehat. “Jenis virus ASF ini tidak menular kepada manusia. Tapi tetap harus memotong babi yang sehat,” katanya.

Untuk keamanan daging yang dikonsumsi masyarakat menyambut Galungan, pihaknya rutin setiap hari penampahan Galungan melaksanakan sidak ke tempat-0tempat pemotongan. Ini untuk menghidarkan agarpemotong tidak memotong babi yang sakit. Jika ada kedapatan, pasti akan diambil tindakan tegas,” jelasnya.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *