custom writing help
Gelapkan Pajak, Owner Hanging Garden Pidanakan Arif Muhamad Lufti - Manggala OnlineManggala Online

Gelapkan Pajak, Owner Hanging Garden Pidanakan Arif Muhamad Lufti

STB Serahkan Sembako kepada Warga Kurang Mampu
December 17, 2019
Yopi Randi Nabuasa Cemarkan Pariwisata Bali
December 17, 2019

Gelapkan Pajak, Owner Hanging Garden Pidanakan Arif Muhamad Lufti

Gianyar(Manggalaonline)- Hotel Hanging Gardens yang sebelumnya selalu bertengger di posisi tiga besar peyetor pajak terbanyak di Kanupaten Gianyar, namun dalam dua tahun  2015 sampai 2017, justru terjadi menunggak pajak mencapai Rp 13 Milyar.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata uang pajak yang selama ini dialokasikan, ditilep  orang kepercayaan pihak manajemen yakni Arif Muhamad Lufti. Lufti pun kini berurusan dengan aparat Polres Gianyar, atas  kasus penggelapan pajak tersebut.

Di hadapan awak media, Kamis (12/12), Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo memaparkan, kasus terungkap setelah adanya penunggakan pajak mencapai Rp 13 milyar. Di mana tersangka Lufti merupakan orang yang dipercaya oleh kakak kandungnya, Ade Chairani Nursafitri akrab di sapa Fitri, yang merupakan salah satu owner di Hotel Hanging Garden. Fitri memberikan Surat Kuasa kepada Lufti, untuk membayarkan pajak, padahal, tersangka bukan termasuk manajemen Hotel Hanging Garden.

Di tahun pertama, lanjut Kapolres, pembayaran pajak lancar. Namun pada Oktober 2015 sampai November 2017, pembayaran pajak macet. Uang yang seharusnya diserahkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, justru digelapkan.

Modus Lufti melancarkan niat jahatnya adalah, meminta batuan Konsultan Pajak  untuk menghitung pajak hotel, restoran dan pajak hiburan yang harus dibayar. Setelah nilainya diketahui, Lufti lantas menarik uang di rekening hotel di Bank CIMB Niaga Denpasar.

“Uang tidak disetorkan ke Pemkab Gianyar, namun digunakan untuk kepentingan pribadi,” ungkapnya.

Pihak hotel baru  mengetahui, setelah BPKAD melaporkan tunggakan pajak yang harus dibayar hotel sebesar Rp 13 miliar, tahun 2018.

Menyikapi hal ini, awalnya pihak hotel tidak langsung melaporkan Lufti ke polisi. Dan lebih melakukan pendekatan kekeluargaan, di mana pelaku disuruh mengembalikan uang tersebut. Bukannya memberikan respon positif, pelaku asal Jawa Tengah ini justru kabur ke luar Bali. Bahkan, setelah kasus ini dilaporkan ka Mapolres Gianyar, pada April 2018. Untuk mencari jejak Lufti, polisi menghabiskan waktu sampai 18 bulan.  “ Kami memburu tersangka selama satu setengah tahun. Akhirnya keberadaannya terdeteksi dan langsung dilakukan penangkapan di Tangerang,” ujar AKBP Priyanto.

Saat ini pelaku masih menjalani proses hukum di Mapolres Gianyar. Sejumlah barang bukti berupa surat-surat juga telah diamankan. Atas perbuatannya, Pelaku dijerat pasal 372 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *