custom writing help
Mahaystra Janji Bantu Desa yang Serius Jaga Lingkungan - Manggala OnlineManggala Online

Mahaystra Janji Bantu Desa yang Serius Jaga Lingkungan

Wabup Suiasa Ajak ST Sekarini Lestarikan Seni dan Budaya
October 29, 2019
Merpati Terbang Tinggi Memperebutkan Rp 16,5 Juta
October 29, 2019

Mahaystra Janji Bantu Desa yang Serius Jaga Lingkungan

Gianyar(Manggalaonline)-Penebaran benih ikan koi di aliran sungai atau saluran irigasi subak, akan bisa memotivasi masyarakat menjaga kebersihan saluran air, sehingga air dan lingkungan bersih dan sehat. Bupati Gianyar I Made Mahayastra berjanji akan membantu desa-desa yang serius menjaga lingkungan. Hal itu disampaikan bupati saat melakukan penebaran benih ikan koi di Sungai Kecung, Selasa (29/10).

Acara penebaran benih ikan koi itu dihadiri ratusan orang masyarakat Banjar Lebah Desa Keramas. Bupati Mahayastra didampingi Ketua Pengerak PKK Gianyar Ny Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, Perbekel Keramas I Gst Putu Sarjana dan OPD terkait. Kedatangan Bupati Mahayastra disambut ratusan siswa SD dan SMP serta berbagai organisasi pencinta lingkungan seperti Trash Hero, Kru Kucit, Toltol. Bupati Mahayastra menebarkan benih ikan koi dan nila merah di sungai yang terletak di sebelah Balai Banjar Lebah  tersebut.

Perbekel Keramas, I Gusti Putu Sarjana mengatakan, penebaran benih ikan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat Keramas untuk menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai. Dikatakannya, di Keramas masih sering ditemukan sampah mengotori sungai. “Saya sangat berterima kasih kepada Kru Kucit yang setiap hari membersihkan sungai dan membantu kami menjaga lingkungan Keramas tetap bersih. Kegiatan penebaran benih ikan koi inipun adalah inisiatif mereka,” ujar Gusti Sarjana.

Menurut Sarjana, untuk mengatasi permasalahan sampah-sampah yang sering ada di sungai, pihaknya telah memasang jaring di bagian hulu sungai. Sehingga sampah tersebut tidak mengotori sungai Kecung yang telah ditebari benih ikan koi dan nila. “Setiap hari masyarakat kami yang tergabung dalam Kru Kucit membersihkan sampah yang tersangkut di jaring tersebut, sehingga Sungai Kecung ini tetap bersih,” ujarnya.

Pihaknya berharap momen ini akan menjadi langkah awal bagi masyarakat Keramas untuk menjaga kebersihan lingkungan desa.

Sementara itu, Bupati Mahayastra meminta agar kegiatan menjaga kebersihan lingkungan tidak boleh hanya sementara, hanya saat ada kegiatan seperti menebarkan benih ikan saat ini.

Menurutnya, apa yang dilakukan masyarakat Banjar Lebah belum tentu dilakukan juga oleh masyarakat di daerah hulunya. “Suatu saat, mereka (masyarakat di hulu) akan mendengar, mereka akan malu untuk terus-menerus membuang sampah karena daerah-daerah yang ada di hilir pastilah tidak akan senang,” tambah Mahayastra.

Jadi menjaga kebersihan sungai harus terus dilakukan secara terus menerus oleh seluruh masyarakat.

Bupati Mahayastra mengucapkan terima kasih kepada kelompok pecinta lingkungan yang telah membantu mengingatkan masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan. juga kepada para pengusaha yang membuka usaha di Desa Keramas yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini. Mahayastra menambahkan, jika pemerintah desa mendapat tawaran bantuan truk sampah dan tawaran pengelolaan terpadu sampah pedesaan dari pengusaha atau pihak manapun agar diterima saja. Pihaknya meminta perbekel jangan terlalu memikirkan biaya operasional, pemkab akan membantu jika memang dibutuhkan. “Saya memberikan banyak bantuan khusus, BKK di desa-desa, pertama (untuk desa) yang berhasil menurunkan kemiskinan, kedua yang serius menjaga kebersihan lingkungan,” tegas Mahayastra.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *