custom writing help
Wagub Cok Ace Ngayah Nyolahan Topeng Sidakarya - Manggala OnlineManggala Online

Wagub Cok Ace Ngayah Nyolahan Topeng Sidakarya

Godel Mati Tanpa Jeroan Hebohkan Warga Taro
September 19, 2019
Delegasi Colombo Plan Kunjungi IKM Gianyar
September 22, 2019

Wagub Cok Ace Ngayah Nyolahan Topeng Sidakarya

Gianyar(Manggalaonline)-Di sela-sela kesibukannya sehari-hari, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan ngayah nyolahang topeng sidakarya pada upacara Karya Agung Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Taur Pedanan, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa Lan Ngusaba Nini Pangodalan di  Pura Desa/Puseh Desa Pakraman Bentuyung, Ubud, Gianyar, Rabu, (18/11).

Kesenian terutama tari-tarian sakral sudah menjadi bagian dari Cok Ace. Selain menekuni tarian topeng wali, Cok Ace kerap ngayah tari Calonarang di beberapa pura di seluruh Bali, terutama berperan sebagai Durga. 

Dalam kesempatan itu, Cok Ace sangat khusuk menjalani setiap proses tarian topeng Sidakarya. Menurutnya ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kesenian dan warisan leluhur. “Selain sebagai upaya kita dalam melestarikannya,”imbuhnya. 

Dia  mengakui akan tetap berusaha ngayah di berbagai pura di Bali. “Jika ada kesempatan tentu saja akan terus melaksanakan swadharmaning ngayah ini. Karena sebagai bentuk bhakti terhadap Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta upaya melestarikan warisan leluhur,” tandasnya.  

Tari Topeng Sidakarya merupakan salah satu tari Bali yang ditarikan untuk pelengkap  ritual keagamaan sehingga, tari disebut sebagai tari wali. Tari tersebut biasanya menjadi lambang  pekerjaan atau karya suatu upacara agama yang digelar sudah berjalan dengan baik. 

Terkait dengan upacara di Pura Desa lan Puseh Bentuyung, Cok Ace sangat mengapresiasi semangat warga, mengingat pembangunan Pura ini sudah berjalan sejak 4 tahun. “Untuk itu saya berharap agar masyarakat Bentuyung mendapatkan kerahayuan dan kesejahtetaan Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya. 

Selain itu secara sekala, Cok Ace berharap melalui upacara ini terjadi interaksi yang lebih erat antar warga beserta prajuru sehingga terjalin persatuan yang lebih erat lagi di masyarakat. “Selain itu, konsep Tri Hita Karana juga kita tekankan di masyarakat, selain menjaga hubungqn dengan Tuhan dan manusia bagaimana konsep kita menjaga alam sehingga lestari,” tandasnya.(hum).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *