custom writing help
Godel Mati Tanpa Jeroan Hebohkan Warga Taro - Manggala OnlineManggala Online

Godel Mati Tanpa Jeroan Hebohkan Warga Taro

Dana Desa untuk Memberantas Kemiskinan
September 19, 2019
Wagub Cok Ace Ngayah Nyolahan Topeng Sidakarya
September 19, 2019

Godel Mati Tanpa Jeroan Hebohkan Warga Taro

Gianyar(Manggalaonline)-Sejak beberapa hari terakhir, enam godel(pedet/anak sapi) mati tanpa jeroan lagi. Sapi mati tanpa jeroan itu terjadi di tiga banjar, yakni  Banjar Patas, Banjar Pisang Kaja, Desa Taro dan Banjar Jati, Desa Sebatu, Tegallalang, Gianyar. Dari sebelumnya hanya satu ekor,   tiga hari terakhir, kini jumlahnya malah mencapai enam ekor.

Kasus kematian godel rata-rata  tanpa jeroan lagi. Seperti hati dan paru-paru dan usus hilang semua. Sedangkan badan sapi sama sekali tidak disantap  dan ditinggal di dekat kandang sapi masing-masing pemilik. Tidak diketahui jelas apa yang memakan jeroan sapi ini, hanya saja jumlah ternak warga yang tewas dengan ciri-ciri yang sama terus bertambah.

 I Wayan Suarsana salah seorang pemilik godel yang mati  mengaku sudah dua ekor sapinya mati dengan jeroan habis dimakan pada hari bersamaan. ” Kedua sapi yang mati, isi jeroannya sudah hilang”, katanya.

Mendapatkan ternaknya sudah tewas dengan kondisi aneh, diapun tidak berniat untuk memotong sapinya untuk dikonsumsi.Bangkai sapi itu di kubur di dekat kandang sapi miliknya,

Suarsana menduga godelnya mati dimakan anjing liar atau ada binatang buas yang  berkeliaran di tegalan warga. Hanya saja warga tidak pernah melihat secara langsung. Namun beberapa warga mengaku pernah mendengar gonggongan anjing yang tidak jelas keberadaannya.

Berbeda dengan I Wayan Asi, satu ekor sapinya mati dimakan dibagian pantat, Sedangkan I Mendra dan I Made Sukra, godel  miliknya tewas di tegalannya yang  berlokasi di Banjar Jati berselang sehari kemudian.

Sama dengan godel  yang tewas Banjar Patas, di tegalan Banjar Jati godel milik warga juga tewas dengan jeroan hilang.

I Made Sukra godelnya  didapatkan tewas dibagian dada berlubang, dan seluruh isi jeroan hilang. ” Lubangnya ada sekepal tangan saya, dan didalamnya, jeroannya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Jumlah ternak tewas yang semakin bertambah, warga mengkawatirkan kasus ini akan terus terjadi. Untuk  mengantisipasi kejadian lagi, sebagian warga berupaya dengan membuatkan kandang dengan menggunakan kayu.

Kabid Peternakan, Dinas Pertanian Gianyar Drh. Ngakan Putu Readi mengungkapkan, berdasarkan temuan lapangan dari kejadian-kejadian godel marti tanpa jeroan, dimangsa anjing liar. Anjing liar bisa membentuk gerombolan yang bisa memangsa ternak warga.

Katanya, kasus ini sebelumnya terjadi di Desa Buahan Kaja, Kecamatan Payangan. Dan juga terjadi di beberapa desa di Kecamatan Kintamani. Kasus kematian godel tanpa jeroan ini juga sudah sempat dibahas dalam rapat di Dinas Peternakan Provinsi Bali. “Kejadian seperti ini sudah sering terjadi. Penyebabnya dimangsa anjing liar,” ujarnya.

Ditambahkan Readi, anjing sangat tajam penciumannya. Sementara bekas tali pusar godel berbau anjir. Makanya yang sering dimakan mulai dari perut dan seluruh isi jeroannya. “Jeroan kan mudah dimakan karena tidak keras,” ungkapnya.

Untuk antisipasi, diharapkan para peternak membuat pagar pada kandang sapi, sehingga hewan lain tidak bisa masuk. Di samping itu perlu juga melakukan pengawasan terhadap ternak lebih intensif. “Kalau perlu buat kandang sapi di dekat rumah,” ujarnya.

Di samping itu, Readi juga mengharapkan kesadaran pemilik anjing yang liar, untuk bersama  memahami bahaya akibat anjing yg diliarkan, baik terhadap ternak maupun terhadap warga. “Anjing yang diliarkan bisa memangsa ternak di samping juga bisa menyebarkan bahaya wabah rabies,” cetusnya.

Terhadap pemilik anjing, diharapkan agar memelihara anjing dengan baik dan diikat atau dikandangkan. Vaksinasi rabies rutin dan kesehatan hewannya serta janganmembiasakan buang anjing, nantinya menjadi anjing  liar/buas.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *