custom writing help
Gubernur Siapkan Pendidikan Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal Bali - Manggala OnlineManggala Online

Gubernur Siapkan Pendidikan Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal Bali

Denpasar Dukung Road Show KPK 2019, Wujudkan Pencegahan Korupsi Terintegrasi
August 21, 2019
Berkat Arang AA Putri Asrini Raih Penghargaan Silpakara Nugraha
August 21, 2019

Gubernur Siapkan Pendidikan Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal Bali

Denpasar(Manggalaonline) – Mendapatkan penilaian dengan predikat pemerintahan yang bersih merupakan idaman setiap pimpinan daerah. Hal itu menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan pemerintahan yang bebas korupsi.

Dalam upaya menciptakan pemerintahan yang bersih, Pemprov Bali telah melaksanakan berbagai langkah konkret dalam mendukung program Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), terutama terkait tindakan pencegahan. Penegasan ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri acara Pembukaan Roadshow Bus KPK 2019 “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” di Gedung Ksirarnawa Art Centre, Denpasar, Jumat (16/8).

Gubernur membeberkan langkah-langkah yang akan maupun sudah dilaksanakan Pemprov Bali dalam menekan angka korupsi di Bali. Di antaranya, terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) terkait Penerapan Sistem Pemantauan Data Terintegrasi Transaksi Pajak Hotel dan Restoran Secara Elektronik di Provinsi Bali, yang telah ditindaklanjuti Pemkab/Pemkot se-Bali dengan menerbitkan Perbup/Perwali terkait kebijakan serupa. “KPK memberikan asistensi terkait sistem ini, lagi satu bulannya Pemprov Bali sudah menetapkan Pergub yang ditindak lanjuti Pemkab/Pemkot. Tapi tatanan di tingkat kebijakan saja tidak cukup, karena yang terpenting yakni pada tingkat pelaksanaan, harus benar-benar sinkron melaksanakan kegiatan berdasarkan aturan,” tegas Gubernur Koster.
Guna membangun kebiasaan antikorupsi di masyarakat khususnya generasi muda, Gubernur Koster menyatakan Pemprov Bali akan merancang sistem pendidikan antikorupsi berbasis kearifan lokal. “Kita sudah siapkan, saat ini masih dalam tahap rancangan, sistem pendidikan di Bali akan dirancang sedemikian rupa untuk mensuskseskan gerakan antikorupsi, namun tetap berbasis kearifan lokal. Seperti kita ketahui, kita memiliki banyak sastra yang bisa dijadikan bahan kajian sebagai landasan sistem pendidikan antikorupsi, karena sudah terbukti menempa moral orang-orang Bali. Jadi patut dikembangkan ini,” jelasnya.
Awig-awig atau pararem yang saat ini masih tetap  ajeg dan memiliki kekuatan untuk mengatur kehidupan masyarakat Bali pun menurut Gubernur Koster bisa pula diintegrasikan dalam upaya pencegahan korupsi. “Itu penting, awig-awig bersifat mengikat masyarakatnya, jadi bisa dimanfaatkan. Melalui Majelis Desa Adat yang baru dibentuk waktu ini bisa disusun dan diterbitkan awig-awig yang mengatur masyarakat Bali, baik yang sifatnya pencegahan maupun penindakan berupa sanksi,” pungkasnya.
Sementara itu, Penasehat KPK Budi Santosa menjelaskan kegiatan roadshow  merupakan salah satu langkah KPK dalam melaksanakan tugasnya menekan angka korupsi di Indonesia melalui tindakan pencegahan dengan memberikan pembekalan dan pemahaman terkait korupsi kepada jajaran pemerintah daerah, dan swasta.
Permintaan roadshow KPK menurutnya mendapat antusias yang tinggi dari pemerintah daerah. Hal ini terbukti banyaknya permintaan  dari pemerintah lrovinsi, dan  kabupaten/kota se-Indonesia untuk dilibatkan dalam kegiatan ini. Hal ini dikarenakan roadshow dinilai mampu berguna bagi tindakan pencegahan korupsi.

Lebih jauh, ia menjelaskan baru bisa melaksanakan kegiatan di tiga provinsi. Yakni, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Rencananya kegiatan akan dilaksanakan di 28 kabupaten/kota dari 33 Provinsi, selama 105 hari, dan panjang perjalanan sekitar 28 ribu km. Direncanakan tiba kembali di gedung Merah Putih Jakarta pada bulan Oktober depan.(hum).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *