custom writing help
Saling Pandang Berujung Tersinggung, Dua Kelompok Buruh Sumba Bentrok - Manggala OnlineManggala Online

Saling Pandang Berujung Tersinggung, Dua Kelompok Buruh Sumba Bentrok

I Nyoman Kandel Fasilitasi Permasalahan SMPN 3 Payangan
July 30, 2019
Bersih-Bersih Sabut HUT Kemerdekaan dan Syukuran Menjelang Pelantikan DPRD
August 13, 2019

Saling Pandang Berujung Tersinggung, Dua Kelompok Buruh Sumba Bentrok

Gianyar(Manggalaonline)-Akibat salaing pandang terjadi salah paham, yang mengakibatkan dua kelompok buruh bangunan asal Sumba, NTT bentrok, Selasa(22/7). Dua kelompok buruh bangunan  asal Sumba  bentrok di  Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Tegallalang,  Gianyar. Dari dua kelompok buruh bangunan ini satu bekerja di Banjar Bangkiang Sidem, satu kelompok lagi bekerja di Pasar Sayan, Ubud, Gianyar.

Mereka terlibat bentrok dengan buruh bangunan yang bekerja di proyek milik I Made Mawa, Banjar Bangkiang Sidem, Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, berawal dari masalah sepele, saling pandang  berujung ketersinggungan. Akibat bentrok itu 13 orang diamankan Polsek Tegallalang dan Polres Gianyar.

Kapolres Giantar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, menyayangkan kasus yang berawal dari hal sepele ini, sehingga menyebabkan saling serang antar dua kelompok yang sama-sama dari rantauan. Bahkan diantara mereka ada yang masih bersaudara. “Tidak ada masalah lain memicu. Hanya tersinggung karena saling pandang,” ujar Priyanto Priyo Hutomo, saat rilis kasus di Mapolres Gianyar, Jumat(26/7).

Lebih lanjut diungkapkan, kronologis kejadian  berawal pada  Minggu (21/7/2019) sekitar pukul 23.15 wita di mana Yacob (39) yang beralamat di bedeng proyek milik I Made Mawa di Br. Bangkiang Sidem, dihubungi lewat HP oleh Santo dan dengan kata-kata akan menyerang ke proyek di Bangkiang Sidem atau di tempatnya bekerja.

Di respon dengan kinjungan kelompok buruh Bangkiang Sidem, pada hari Senin (22/7)  ke proyek di Pasar Sayan, Ubud, dengan tujuan  mencari temannya yang bernama Martin. Sekitar pukul 23.15 Wita, kelompok Santo dengan 12 orang temannya datang ke Bangkiang Sidem dengan menggunakan sepeda motor, namun baru sampai di depan Villa Keliki, ditemui anggota Pecalang Banjar Bangkiang Sidem bernama I Wayan Karsa dan diarahkan untuk pulang ke Sayan. 

Mendapat peringatan, kelompok Santo kembali ke Sayan. Namun, pada hari Selasa (23/7/2019) sekitar pukul 16.30 wita, kelompok Santo dengan membawa 7 sepeda motor dan 13 orang temannya mendatangi proyek milik I Made Mawa. Setiba kelompok Santo di depan proyek I Made Mawa, tiba-tiba menyerang kelompok Yacob dengan menggunakan batu dan sajam.

Kelompok Yacob yang saat itu sedang bekerja, mengetahui adanya serangan dari kelompok Santo balik membalas melempar dengan batu yang ada di sekitarnya dan merusak kendaraan yang dibawa oleh kelompok Santo. Akibatnya, salah satu dari kelompok Yakob bernama Thomas mengalami luka benjol di kepala dan tangan kiri.

Selain enam unit sepeda motor yang dirusak, senjata tajam, batu, balok kayu hingga handphone juga diamankan petugas.

Kapolres mengungkapkan, kasus ini diharapkan bisa segera dilimpahkan ke kejaksaan. Mengingat mereka ini semua pekerja. Dengan ncepat selesai, nanti mereka bisa cepat bekerja lagi.

Kapolres Priyanto Priyo Hutomo mengharapkan, bagi masyarakat yang dating ke Bali khususnya ke Gianyar, jika bekerja bekerjalah dengan baik. Jangan sampai, mengalami nasib seperti para pemuda dua kelompok ini, yang datang untuk bekerja karena tersinggung lalu bentrok sesame teman. “Kalau sudah begini, kan tidak bisa bekerja,” ungkapnya.

Dari 13 yang diamankan tersebut, Sembilan orang diancam pasat 170 KUHP, dengan ancaman lima tahun penjara. Empat orang diancam dengan UU Darurat RI Nomor: 12 Tahun 1951, dengan ancaman 12 tahun.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *