custom writing help
Pemda Gianyar Gelontorkan Rp 75 Milyar untuk Perumda - Manggala OnlineManggala Online

Pemda Gianyar Gelontorkan Rp 75 Milyar untuk Perumda

Disdik Himbau Orang Tua Siswa Sahkan Foto Copi KK dan Akta di Sekolah
June 25, 2019
Wagub Harapkan, Damkar Bersinergi Atasi Api TPA Temesi
June 25, 2019

Pemda Gianyar Gelontorkan Rp 75 Milyar untuk Perumda

Gianyar(Manggalaonline)- Pemda Gianyar akan mengelontor Rp 75 milyar kepada tiga Perumda di Kabupaten Gianyar. Pengelontoran dana suntikan kepada tiga Perumda tersebut kini sedang dibuatkan Perda Penyertaan Modal, yang kini sedang dibahas Pansus Perda Penyertaan Modal DPRD Gianyar. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja Pansus Ranperda Penyertaan Modal DPRD Gianyar, Senin(24/6).

Anggaran sebesar besarnya Rp 75 milyar dari APBD 2019 tersebut Rp 50 milyar untuk Perumda  BPR Werdi Sedana, Rp 20 milyar Perumda Tirta Sanjiwani(PDAM) dan Rp 5 milyar untuk Perumda Mandara Giri(Prusda Mandara Giri).        

Rapat dipimpin Ketua Pansus Ranperda Penyertaan Modal DPRD Gianyar I Made Budiasa, dihadiri sejumlah anggota Pansus. Rapat juga dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi Setda Pemkab Gianyar Drs. I Made Suradnya,  Direktur Perumda Bank Perkreditan Rakyat Werdi Sedana I Nyoman Suparsa,  Direktur Umum Perumda Tirta Sanjiwani(dulu PDAM), I Made Sumadiasa, Dirut Perumda Mandara Giri  I Wayan Warna dan Tenaga Akhli DPRD Gianyar Ketut Yudi Witarka. Rapat ini merupakan rapat yang ke-2, setelah sebelumnya telah dilaksanakan rapat awal beberapa hari lalu, setelah Ranperda diserahkan kepada DPRD Gianyar beberapa minggu lalu.

Ketua Pansus I Made Budiasa mengatakan, pembahasan Ranperda Penyertaan Modal ini memang membutuhkan pembahasan lebih tajam, mengingat anggaran cukup besar yang diharapkan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Perumda untuk mendulang keuntungkan ke depannya. 

Dikatakan, pihaknya juga akan melaksanakan RapaT Pansus lanjutan untuk meminta kajian teknis terkait penggunaan anggaran nanti. “Dalam rapat berikutnya kami ingin mendengar kajian dari instansi teknis  terkait sehubungan dengan penggunaan anggaran nanti,” katanya.

Anggota Pansus Kadek Wardana mengkritisi kinerja masing-masing Prusda (sebelum diganti jadi Perumda) selama ini. Dua Perumda dinilai belum optimal memberikan keuntungan bagi daerah. Yakni, PDAM dan Prusda Mandara Giri. 

Wardana masih memaklumi PDAM, karena perusahan daerah ini masih memiliki dwifungsi. Yakni fungsi sosial dan fungsi bisnis. Namun demikian, diharapkan harus mengoptimalkan pelayanan sehingga selain memberi pelayanan yang baik kepada masyarakat, juga memberi keuntungan kepada daerah.

Terhadap Prusda Mandara Giri, Wardana menilai, prusda ini tidak pernah untung. Padahal, prusda ini murni bisnis. Sudah Rp 6 milyar lebih suntikan diberikan oleh daerah. Namun, baru kali ini mampu memberi keuntungan Rp 900 juta lebih. “Jangan-jangan keuntungan ini dipaksakan, padahal sesungguhnya tidak untung,” ujarnya.

Wardana juga mengharapkan, Perumda Mandara Giri ke depan, berkoordinasi dengan OPD. Karena usaha percetakan Perumda Mandara Giri, sesungguhnya konsumen terbesar adalah OPD. Kok OPD tidak memanfaatkan jasa Perumda Mandara Giri. “Sepuluh persen saja OPD mencetak di Mandara Giri pasti akan memberi dampak. Karena itu manajemen harus berkoordinasi dengan OPD,” harapnya.

Dirut Perumda Mandara Giri I Wayan Warna mengatakan, selama ini Prusda Mandara Giri menjalankan unit usaha konstruksi, unit usaha perdagangan umum, dan unit usaha percetakan. Tahun 2020 pihaknya akan mengembangkan unit usaha transportasi, unit usaha catring dan Rumah Potong Hewan(RPH).

Pihaknya mengakui, kalau selama ini percetakan Mandara Giri belum banyak dimanfaatkan OPD. Hal ini karena faktor mesin cetak yang belum memadai. 

Dijelaskan, ke depan pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD agar melaksanakan pencetakan di Giri Mandara. “Kami sudah berkoordinasi dengan OPD. Kami akan all out memberikan pelayanan ke depan,” ujarnya.

Warna mengungkapkan, anggaran yang rencana digelontor sebesar Rp 5 milyar tersebut akan digunakan untuk penguatan modal dan belanja modal. Modal ini dibutuhkan agar Perumda Mandara Giri nanti mampu memberikan pelayanan yang optimal bagi konsumen. “Kami serius akan mengoptimalkan seluruh karyawan kami untuk melayani 24 jam,” ungkapnya.

Sementara, terungkap anggaran Rp 20 milyar untuk Perumda Tirta Sanjiwani, akan digunakan untuk membangun unit usaha baru yakni membangun unit usaha air kemasan. Sedangkan dana yang digelontor kepada BPR Werdi Sedana Rp 50 milyar untuk penguatan modal.(wir). 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *