custom writing help
Hotel Nandini dan Pemilik Kandang Babi Sepakat Berdamai - Manggala OnlineManggala Online

Hotel Nandini dan Pemilik Kandang Babi Sepakat Berdamai

PT Waskita Karya Siapkan Konsep Gedung Parkir Pura Besakih
May 21, 2019
Bupati Ajak Masyarakat Kunjungi dan Promosikan Destinasi Wisata di Klungkung
May 21, 2019

Hotel Nandini dan Pemilik Kandang Babi Sepakat Berdamai

Gianyar(Manggalaonline)- Pihak Manajemen Hotel Nandini, di Banjar Susut, Desa Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar sepakat akan berdamai dengan warga Banjar Susut, I Nyoman Suastawa, pemilik kandang babi yang berlokasi di sebelah  Hotel Nandini. Rencana berdamai itu difasilitasi Dewan Perwakilan Daerah(DPD) Perwakilan Bali, Arya Weda Karna. Senator turun langsung ke lokasi, melihat kondisi di lapangan, Senin(20/5).

Arya Weda Karna, didampingi Kasi Trantib Kecamatan Payangan, I Wayan Sudiana, Perwakilan dari Desa Buahan I Ketut Suastama, dan Kelian Banjar Susut I Wayan Sudiantara. Hadir pula pihak Manajemen Hotel Nandini  diwakili Kuasa Hukum I Gede Masa dan Humas Hotel Nandini Suwarno.

Menurut Nyoman Suastawa, pembangunan kandang babi kapasitas dua ekor babi semi permenen tersebut agar memudahkan penyebaran kotoran babi yang digunakan untuk pupuk di kebunnya, yang berlokasi di sebelah utara hotel. Jarak kandang yang berdekatan dengan hotel tersebut, dimasalahkan pihak hotel karena mengeluarkan bau yang mengganggu toris yang ada di hotel. Keberadaan kandang babi itu digugat pihak hotel Rp 2 milyar. Kasusnya kini sedang bergulir di Pengadilan Negeri Gianyar. “Belum ada komunikasi, sudah dilaporkan ke jalur hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Hotel Nandini, I Gede Masa, mengatakan, sebelum kliennya melapor, sudah melakukan pendekatan dengan pemilik kandang. Bahkan sudah melakukan komunikasi dengan para prajuru.  Namun, karena pendekatan dengan pemilik kandang babi mentok, akhirnya kliennya melaporkan ke jalur hukum.

Pihak Manajemen Hotel Nandini menduga, yang bersangkutan masih memiliki permasalahan dengan manajemen sebelumnya. Tapi ditumpahkan kekecewaanya sekarang. Manajemen sekarang  yang kena getahnya.

Pada kesempatan itu, Arya Weda Karna meminta keterangan kedua belah pihak. Weda  Karna menyangkan kasus yang semestinya bisa selesai melalui pendekatan kekeluargaan, namun harus menempuh jalur hukum. “Kasus seperti ini mestinya diawali dengan proses mediasi. Jangan selalu merasa kuat sedikit-sedikit harus selesai di jalur hukum. Bukan begitu cara menyelesaikan permasalahan dengan warga yang seharusnya bisa diajak kerja sama menjaga perusahan,” harapnya.

Menurutnya, pemilik kandang sesungguhnya boleh saja membangun apa saja di lahan miliknya, sepanjang itu tidak ada motif tertentu yang bisa merugikan hotel.  “Itu hak warga negara,” katanya.

Namun, di sisi lain perlu juga mempertimbangkan karena keberadaan hotel itu juga penting bagi masyarakat. Terlebih 80 persen masyarakat Banjar Susut bekerja di hotel. “Jika hotel sepi, semua akan rugi. Bisa jadi hotel akan mem-PHK karyawan,” katanya.

Karena itu Weda Karna mengharapkan kedua belah pihak mau berdamai. Menyelesaikan kasus di luar jalur pengadilan. Terlebih I Nyoman Suastawa, yang saat mulai berdiri Hotel Nandini, sebagai Bendesa Adat yang berperan memperlancar kesuksesan pembangunan hotel. “Manajemen Hotel Nandini juga harus menghargai jasa beliau. Jangan lupa sejarah,” katanya. 

Dalam mediasi yang dilakukan di Lobi Hotel Nandini itu, kedua belah pihak setuju berdamai. Pihak pemilik kandang,  akan memindahkan kandangnya ke tempat yang lebih jauh, agar tidak menganggu hotel. Pihak hotel, diharapkan mencabut gugatan di pengadilan dan membantu biaya pemindahan kandang sesuai nilai kandang sebelumnya. Di samping itu, pihak hotel diharapkan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahan kepada lingkungan, khususnya kepada pemilik kandang. “Jangan biarkan masalah seperti ini berlarut-larut. Kalau berlarut-larut semua akan rugi. Terlebih warga lokal yang bekerja di hotel ini 80 persen,” harapnya.

Katanya, pihaknya akan tetap memantau kasus ini, dengan berkoordinasi dengan pengadilan. Namun, bukan untuk intervensi hukum. Pihaknya berharap, kasus seperti ini diselesaikan dengan filosofi Tat Twam Asi,  kekeluargaan dan gotong royong.

Kuasa Hukum Hotel Nandini I Gede Masa berharap, dengan selesainya kasus ini diharapkan masing-masing saling menjaga. Pemilik kandang ikut menjaga keberadaan hotel demikian sebaliknya hotel bisa memperhatikan pemilik lahan di sebelahnya.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *