custom writing help
Ribuan Seniman Meriahkan Pawai Budaya Gianyar - Manggala OnlineManggala Online

Ribuan Seniman Meriahkan Pawai Budaya Gianyar

Bupati Artha Bantu Warga Kurang Mampu
May 1, 2019
Gubernur Koster: Bali Jadi Pusat Peradaban Dunia
May 1, 2019

Ribuan Seniman Meriahkan Pawai Budaya Gianyar

Gianyar(Manggalaonline)-Diantara rentetan kegiatan menyambut Hut Kota Gianyar, Kagiatan  Pawai  Budaya yang paling ditunggu-tunggu masyarakat. Karena, dalam parade budaya, masyarakat bisa melihat potensi seni di masing-masing kecamatan.

Parade Budaya Hut ke-248, tahun 2019, dilaksanakan Rabu(1/5). Pada peringatan Hut Kota Gianyar sebelumnya, Pawai Budaya dilaksanakan sebelum puncak peringatan, tanggal 19 April. Tapi kali ini Pawai Budaya merupakan kegiatan penutup rangkaian kegiatan peringatan Hut ke 248 Kota Gianyar 2019. Hal ini karena saat Hut ke-248 Kota Gianyar, bersamaan dengan Pemilu 2019.

Pawai Budaya dibuka oleh Bupati Gianyar I Made Mhayastra, didampingi Wakil Bupati AA Gde Mayun, Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winarta, Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya, dan sejumlah pejabat lainnya.  

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar I Made Suradnya mengatakan, Pawai Budaya HUT Kota Gianyar ke -248 tahun 2019 terlihat berbeda dari pergelaran tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, seluruh duta kecamatan diwajibkan untuk tidak menggunakan produk pementasan berbahan plastik, sterofoam, dan material tak ramah lingkungan lainnya. 

“Saatnya kembali ke alam dan lebih mendalami kearifan lokal. Dan bagi para seniman muda diharapkan dapat lebih kreatif menggali potensi seni budaya dengan material alami ke depannya,”ucap PLT Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar I Made Suradnya dalam laporannya pada pawai budaya HUT Kota Gianyar ke-248 tahun 2019 di Open Stage Balai Budaya Gianyar, Rabu (1/5).

Katanya,  Pawai Budaya sama dengan tema Hut ke-248 Kota Gianyat, yakni “Satya Premana Winagun Loka Budaya” (“Kekuatan jiwa membangkitkan budaya lokal dalam menghadapi tantanga budaya global”). Dalam Parade Budaya, tema ini dimplementasikan dengan berbagai garapan seni perwakilan dari masing-masing kecamatan seluruh Gianyar. 

Katanya, tiap wakil kecamatan akan menampilkan garapan sesuai potensi lokal yang dimiliki. Tema garapan pun lebih banyak mengangkat cerita yang ada di masing-masing kecamatan. “Kami pantau sebagian akan mengangkat cerita yang berkaitan dengan sejarah desa yang mewakili kecamatan,” jelasnya.Peserta start di Open Stage Balai budaya. Di Open Stage,  display 5 menit. Lalu peserta bergerak ke Jalan Ngurah Rai ke barat, menuju GOR Kebo Iwa. Di GOR Kebo Iwa peserta bubar. 

Selain peserta dari perwakilan dari masing-masing kecamatan, Pawai Budaya  diawali dengan penampilan Adimerdangga dari SMKN 3 Sukawati. Kemudian diikuti Kecamatan Gianyar, Tegallalang,  Payangan, Blahbatuh, Ubud, Sukawati dan Kecamatan Tampaksiring. “Kecamatan Tampaksiring merupakan duta Gianyar pada PKB. Bagi Kecamatan Tampaksiring, Pawai Budaya Hut Kota Gianyar merupakan uji coba sebelum tampil pada PKB di Denpasar nanti,” katanya.

Pwai  Budaya melibatkan sedikitnya 4.000 seniman. Tiap kontingan palig sedikit melibatkan 450 orang. Kecaman Ubud dan Tampaksiring akan melibatkan masing-masing 750 seniman.

Bupati Gianyar Made Mahayastra mengapresiasi pergelaran pawai tahun ini yang serentak menggunakan bahan ramah lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkannya berdasarkan Pergub Bali tentang pembatasan penggunaan plastik, sterofom.

“Semoga kesenian yang diwariskan oleh leluhur dapat tetap terjaga. Dan generasi masa kini selalu berusaha menemukan unsur-unsur seni baru yang bisa dipadukan dengan perkembangan zaman,”harap Bupati. 

 (wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *