custom writing help
Bupati Gianyar Minta Bantuan Dirjen Aktifkan RPH Temesi - Manggala OnlineManggala Online

Bupati Gianyar Minta Bantuan Dirjen Aktifkan RPH Temesi

Reforma Agraria Bukan Sekedar Bagi-bagi Tanah
May 1, 2019
Bupati Artha Bantu Warga Kurang Mampu
May 1, 2019

Bupati Gianyar Minta Bantuan Dirjen Aktifkan RPH Temesi

Gianyar(Manggalaonline)-Bupati Gianyar I Made Mahayastra meminta bantuan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI Dr., Drh. I Ketut Diarmita, M.P., untuk mengaktifkan kembali Rumah Potong Hewan(RPH), Temesi, Gianyar. RPH Temesi sempat berfungsi. Namun, sejak beberapa tahun lalu, tidak berfungsi. Padahal, RPH yang berstandar internasional itu, telah menghabiskan anggaran yang cukup besar. Hal itu diungkapkan Mahayastra saat memberikan sambutan pada Lomba Ternak Sapi Pertama, untuk memeriahkan Hut ke 248 Kota Gianyar, di Lapangan Astina Gianyar, Minggu(29/4).

Menurut Mahayastra, RPH Temesi merupakan aset Pemerintah Pusat, Provinsi dan Gianyar. Melalui Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Mahayastra meminta agar aset pusat di RPH dihibahkan kepada Pemkab Gianyar. Pihaknya juga akan meminta kepada Gubernur Bali untuk menghibahkan aset provinsi di RPH tersebut, sehingga nantinya RPH Temesi bisa aktif lagi dan akan dikelola Pemkab Gianyar. “Lomba Sapi ini adalah komitmen kami mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sapi, guna mencukupi kebutuhan dagaing nasional,” ujarnya. 

Disebutkan, RPH Temesi dibangun dengan kerja sama antara Pemkab Gianyar, Pemprov. Bali dan Pemerintah Pusat. Pemkab Gianyar menyediaakan lahannya. Aset pemerintah yang demikian besar sudah tertanam, namun karena sesuatu hal tidak bisa berfungsi sampai sekarang. Kata Mahayastra, Pemkab Gianyar akan mengelola sehingga aset yang besar itu bisa bermanfaat dan bisa menghasilkan. “Ini merupakan sumber pendapatan baru bagi Pemkab Gianyar nanti,”cetusnya. 

Di samping meminta bantuan terkait memfungsikan kembali RPH Temesi, Mahayastra juga meminta untuk membantu usulan-usulan bidang peternakan dari Pemkab Gianyar, sehingga bisa dibiayai. Seperti usulan bantuan sapi  kepada  10 kelompok di Gianyar, yang proposalnya sudah dikirim. “Kami mohon usulan yang sudah kami ajukan  10 kelompok ternak bisa dibiayai. Ini sangat diharapkan masyarakat,” katanya.

Diharapkan, dengan berfungsinya kembali RPH Temesi juga bisa mendorong pertumbuhan ternak sapi di Gianyar. Harus diakui, masyarakat Gianyar sekarang ini sebagian masih hidup dari sector pertanian, khususnya peternakan sapi. Bagi masyarakat, ternak sapi merupakan tabungan petani. Petani sambil mengarap sawah atau kebunnya, mereka memelihara sapi. Sapi ini menjadi penunjang untuk kebutuhan menyekolahkan anak-anak petani.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI Dr., Drh. I Ketut Diarmita mengatakan, menyambut baik komitmen untuk memfungsikan kembali dan mengelola sendiri  RPH Temesi. Namun, yang lebih baik katanya diserahkan pengelolaanya kepada yang professional. 

Menurut Dirjen, untuk mengaktifkan kembali RPH Temesi yang paling penting harus memiliki persiapan ternak potong yang berkelanjutan. Dan perlu dipastikan para konsumen daging mau membeli hasil olahan dari RPH Temesi.

Dijelaskan, keberadaan RPH Temesi sesungguhnya bertujuan sangat baik untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan sapi Bali. Keberadaan RPH selain memberi nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan juga mengurangi biaya pemasaran bagi para peternak. “Selama ini Bali menjual sapi hidup ke Jawa . Ini tidak memberi nilai tambah,” katanya.

Diarmita juga mengingatkan, sesungguhnya sapi Bali bukan sapi potong. Tapi sapi Bali merupakan plasmanuftah. Pengembangan sapi Bali merupakan penyelamatan plasmanuftah. Mestinya Bali mendapatkan insentif atas penyelamatan plasmanuftah sapi Bali. 

Dikatakan, pihaknya  sekarang sedang membuat kajian tentang sapi potong. Dari kajian itu nantinya bisa ditentukan standar sapi potong. Dan diharapkan sapi Bali juga bisa masuk sebagai sapi potong.  “Dengan perbaikan kualitas sapi Bali, diharapkan nanti sapi Bali bisa masuk sebagai sapi potong. Sapi Bali sekarang kecil-kecil. Hal ini karena dikawinkan dengan pejantan yang sembarangan. Hal ini menyebabkan sapi Bali terus semakin kecil,” ujarnya.

Menurutnya, Sapi Bali perlu dilakukan persilangan agar ukuran sapi Bali semakin besar, dan kualitas dagingnya semakin baik. Caranya dengan kawin suntik (Inseminasi buatan(IB) dengan sperma dari pejantan yang memang kualitasnya sangat bagus.

Mengaktifkan kembali RPH Temesi sesungguhnya te;lah memiliki keunggulan. Salah satunya dengan mengusung brand sapi Bali, ini sudah dikenal konsumen. Dagingnya bagus, dan memelihara sapi Bali sangat mudah.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *