custom writing help
Polisi Tak Temukan Unsur Pidana, OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat - Manggala OnlineManggala Online

Polisi Tak Temukan Unsur Pidana, OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat

Jambore PKK Gianyar Dimeriahkan Lomba Yel-yel 10 Program Pokok PKK
February 26, 2019
Gianyar Gelar Lomba Ternak Sapi Pertama
April 28, 2019

Polisi Tak Temukan Unsur Pidana, OTT Tirta Empul Dilimpahkan ke Inspektorat

Gianyar(Manggalaonline)-Kasus operasi tangkap tangan(OTT) terhadap petugas pemunggut karcis di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar, dilimpahkan ke Inspektorat Kabupaten Gianyar, tanggal 26 Maret 2019. Dalam penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi tidak temukan unsure memperkaya diri. Jadi tidak ada unsure pidana. Desa Pakraman Manukaya hanya mengembalikan uang Rp 11 milyar lebih, kepada Pemkab Gianyar, sesuai Surat Kesepakatan antara Desa Pakraman dengan Pemkab Gianyar.
Kasat Reskrim Polres Gianyar A.K.P. Deni Septiawan, S.I.K., mengatakan, perkembangan kasus OTT Tirta Empul berdasarkan hasil penyelidikan, polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saki, pengamanan barang bukti dan permohonan kepada Inspektorat Kabupaten Gianyar untuk menghitung kerugian negara.
Penanganam kasus tersebut, berpijak pada Kerja Sama Kemendagri dengan Kejaksaan dan Kepolisian tentang Koordinasi Aparat Pengawas Internal Pemerintahan (APIP) dengan penegak hukum. Hasil Rapat Kerja DPRD Bali dengan Kapolda Bali (Seber Pungli). Hasil koordinasi dengan penanganan kasus Tirta Empul dengan Kabupaten Gianyar. Dan, hasil geler perkara 6 nop 2018, yang diperbaharui tanggal 20 Maret 2019. Dari gelar perkara dan rapat kerja DPRD pemrov Bali terhadap penanganan OTT Tirta Empul dilimpahkan ke inspektorat. Dengann pertimbangan, ada pemunggutan karcis yang dilakukan desa adat, sudah dibuatkan kerja sama dengan Desa Adat Manukaya dengan Dinas Pariwisata Gianyar tahun 1985, yang diperbaharui 2004, dan diperbaharui lagi 2013. Isinya Kawasan Tirta Empul dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar. Tahun 2018 diperbahaui lagi isinya tetap. Ditambah jam kerja dari pukul 7.30-1800.
Dikatakan, hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi terdiri dari Bendesa dan prajuru lainnya, terhadap uang hasil punggutan karcis yang dilakukan sejak 2013-2018 digunakan untuk pelaksanaan upacara agama dan perbaikan pura. Uang yang dipunggut tidak ada yang digunakan oleh oknum bendesa atau prajuru. Karenanya, polisi tidak menemukan unsur memperkaya diri sendiri. Atas dasar tersebut kasus dilimpahkan kepada Inspektorat Kabupaten Gianyar, dengan Surat Pelimpahan Nonor: 103 tanggal 26 Maret 2019. “Suratnya sudah diterima Inspektorat. Selanjutnya Inspektorat yang akan menindaklanjuti,” tegasnya.
Inspektur Inspektorat Kabupaten Gianyar I Made Juanda, mengatakan, untuk penyelesaian kasus OTT Tampaksiring konsepnya pemulihan. Tidak dilanjutkan ke dalam ranah hukum pidana atau pengadilan, karena beberapa pun uang yang ditemukan berdasarkan hasil audit yang dilakukan Inspektorat Gianyar, Desa Pakraman Manukaya akan mengembalikan.
Setelah dilakukan audit oleh Inspektorat, nilai penjualan karcis dari tahun 2013-sampai tahun 2018 yang belum disetor kepada Pemda Gianyar sebesar Rp 11 milyar lebih. Jumlah itu merupakan bagian 60 persen hasil pemunggutan karcis yang harus disetor kepada Pemda Gianyar, sesuai kesepakatan antara Desa Pakraman Manukaya dengan Pemkab Gianyar, di mana hasil punggutan karcis dibagi 60 persen untuk Pemkab Gianyar dan 40 persen untuk Desa Pakraman Manukaya.
Menurut Juanda, untuk mengembalikan uang sebesar itu, tergantung kemampuan desa pakraman. Yang penting tidak lebih dari 12 bulan. Bisa dikembalikan sekaligus Rp 11 milyar lebih itu, jika keuangan desa pakraman mencukupi. Atau bisa dicicil, yang penting tidak lebih dari 12 bulan. “Mekanisme ini akan kami carikan solusi, saehingga kasus ini cepat selesai,” harapnya.
Katanya, jika dalam tenggang waktu tersebut tidak bisa membayar, itu mekanisme lain. Pihak Inspektorat bertugas membantu Pemkab Gianyar. Jika nanti tidak dikembalikan, pasti Pemkab Gianyar akan mencarikan solusi.(wir).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *