custom writing help
Satreskrim Polres Gianyar Amankan Cewek Café dan Penipu WNA Jepang - Manggala OnlineManggala Online

Satreskrim Polres Gianyar Amankan Cewek Café dan Penipu WNA Jepang

PDAM-Kajari Gianyar Perpanjang Kerja Sama
January 29, 2019
Kotoran Lembu Taro Berfungsi Sebagai Obat Alternatif
January 29, 2019

Satreskrim Polres Gianyar Amankan Cewek Café dan Penipu WNA Jepang

Gianyar-(Manggalabali)-Ita Wahyuni, 23 tahun, asal Rt/Rw 006/016, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambi Puji, Jember, Jawa Timur, harus berurusan dengan kepolisian, karena anak yang dilahirkan di luar nikah ditelantarkan di RS Sanjiwani Gianyar. Kasus penelantaran anak itu dilaporkan Humas RS Sanjiwani Gianyar AA Gde Parwata, 17 Januari 2019. Sedangkan I Made Juliana Putra, diamaknan karena melakukan penipuan terhadap Kumi Kikuchi (KMK) WNA asal Jepang, atas jual beli tanah di Pakudui, Desa Kedisan, Tegallalang, Gianyar.
Wakapolres Gianyar Kompol Andan Pandibu, S.H., S.I.K., Senin(28/1), kepada wartawan mengatakan, pada tanggal 17 Januari 2019, sekitar pukul 12.00 wita, pelaku datang ke RS Sanjiwani, Gianyar hendak melahirkan. Selanjutnya ditangani tim medis. Pada pukul 20.00 wita, melahirkan bayi laki-laki. Setelah itu lalu bayi dipindahkan ke ruang perawatan bayi(Perinantologi). Besoknya 18 Januari 2019, pelaku meninggalkan rumah sakit tanpa pengetahuan pihak rumah sakit. Pelaku menitip uang Rp 2 juta kepada temannya, untuk membayar uang perawatan.
Menindaklanjuti laporan itu, Tim Unit PPA, Polres Gianyar Jumat(25/1) melakukan penangkapan di sebuah kos-kosan di Jalan Kuru Setra, Banjar Gelgel, Blahbatuh, Gianyar. Dari introgasi yang dilakukan pihak kepolisian, pelaku mengakui telah meninggalkan anaknya yang baru lahir tanggal 17 Januari 2019, pukul 20.00 wita. Pada tanggal 18 Januari 2019, pukul 17.00 wita, pelaku keluar rumah sakit dengan menumpang Gojek menuju rumah kos yang disewa.
Lebih lanjut diungkapkan, bayi yang dilahirkan berjenis kelamin laki-laki, dengan berat 1.650 gram. Bayi lahir premature, dengan menderita kelainan di kepala(hidrosepalus) dan mengalami pendarahan otak. “Bayi tersangka kini dirawat di RSUP Sanglah Denpasar,” katanya.
Pelaku adalah seorang witrees di sebuah Café, di Jalan IB Mantra, Keramas, Blahbatuh, Gianyar. Pelaku menjalin hubungan dengan dua laki-laki di luar nikah yaitu satu dari Jember, Jatim dan satu lagi dari Lombok, NTB. Namun keduanya tidak mau bertanggung jawab terhadap kehamilan pelaku.
Atas kasus ini polisi mengamankan barang bukti berupa satu lembar kwitansi rawat inap di RS Sanjiwani, Surat Keterangan Indentifikasi bayi dan Surat Persetujuan Rawat Inat.
Atas perbuatan itu, pelaku diancam pasal 7B, UU Nomor:23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana penjara lima tahun, dan denda Rp 100 juta.
Sementara itu, dalam melaksanakan Kebijakan Kapolda Bali Commander Wish, pada poin 6 tentang Korupsi, Punggutan Liar, dan Kasus Tanah Secara Tegas dan Berkelanjutan, Satreskrim Polres Gianyar di bawah Pimpinan Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deny Septiawan, S.I.K., mengamankan I Made Juliana Putra, 38 tahun, Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, atas laporan Kumi Kikuchi (KMK) Warga Negara Jepang, 12 Oktober 2018.
Menurut Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Panibu, S.H., S.I.K., pelaku telah melakukan penipuan dan pengelapan terhadap korban. Kejadiannya 4 Oktober 2015, di Koperasi Simpan Pinjam Pakudui Puspa Sedana, Banjar Pakudui Desa Kedisan. Menjual dan menawarkan sebidang tanah yang bukan miliknya. Pelaku menjual kepada korban senilai Rp 2,018 milyar.
Pelaku sebelumnya memang menjual sebidang tanah kepada Gede Mayadana. Tanah tersebut sudah disertifikatkan. Namun, ditawarkan kembali kepada KMK oleh tersangka dengan harga yang lebih tinggi. Namun, setelah terjadi kesepakatan dengan KMK, Gede Mayadana yang membeli sebelumnya tidak mau menjual lagi.
Akibatnya, KMK yang sudah sepakat membeli dan membayar Rp 2,018 milyar keberatan dan melapor ke pihak kepolisian. “Tersangka ingin keuntungan yang lebih besar,” kata Adnan Pandibu.
Ada pun barang bukti yang diamankan adalah, kwitansi pembayaran tahap I, senilai Rp 1.121,475.000, kwitansi pembayaran tahap II, dengan nilai Rp 600.000.000 dan kwitansi pelunasan, nilai Rp 297.000.000.
Juga diamankan satu gabung foto kopi sertifikat Hak Milik Nomor: 3065, atas nama Gede Mayadana, dan satu gabung foto copi sertifikat Hak Milik Nomor: 195 atas nama Gede Mayadana.
Pelaku melanggar pasal 372 KUHP dan 378 KUHP, dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *