custom writing help
FPM Bentuk Tim Pantau Dampak Kebakaran Benoa - Manggala OnlineManggala Online

FPM Bentuk Tim Pantau Dampak Kebakaran Benoa

BPJS TK Gandeng OPD Pemkot Denpasar
July 15, 2018
Semester I 2018, Wisman Lewat BNR 2,8 Juta Orang
July 16, 2018

FPM Bentuk Tim Pantau Dampak Kebakaran Benoa

Denpasar  (Manggala)-Forum Peduli Mangrove (FPM) Bali membentuk tim untuk terus memantau dampak dari kebakaran kapal ikan di dermaga Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar terhadap keberadaan tanaman bakau atau mangrove di sekitar kawasan pelabuhan.

“Kami berharap kejadian tersebut segera ditangani dan tidak ada dampak yang merusak hutan mangrove di perairan Teluk Benoa,” kata pendiri FPM, Heru Budi Wasesa di Denpasar, Rabu (11/7/2018).Heru Wasesa mengungkapkan pengalaman sebelumnya, ketika pipa oli bocor beberapa tahun lalu di pintu masuk Pelabuhan Benoa dampaknya sejumlah mangrove yang ada di sekitarnya beberapa bulan kemudian mengering dan mati, ujarnya.

Heru Wasesa mengatakan, tim FPM sudah turun ke lapangan memantau dan melihat kondisi mangrove pasca-kebakaran tersebut. Setiap minggu dievaluasi pada titik mana saja yang terkena limbah oli akibat kebakaran itu.”Kami berharap pemerintah dan instansi terkait lebih cermat menyikapi permasalahan kebakaran tersebut, sehingga tidak sampai merusak tanaman bakau yang berada di kawasan Teluk Benoa,” ujarnya.

Heru Wasesa mempertanyakan peran sejumlah pejuang lingkungan hidup dalam menyampaikan kepeduliannya terhadap ancaman nyata kelestarian hutan mangrove akibat kebakaran tersebut.”Kemana para pejuang tolak reklamasi dan para selebritis tolak reklamasi yang katanya cinta terhadap lingkungan dan kawasan tersebut. Apa peran nyata mereka terutama dalam kejadian kebakaran ini dan peran mereka selama ini terhadap upaya merawat hutan mangrove,” ujarnya mempertanyakan.

 

Ia menambahkan, peristiwa kebakaran tersebut bukan cuma berbicara tentang nilai kerugian kebakaran secara materi, tetapi juga kerugian lingkungan hidup karena kebakaran ini pasti berdampak dan merembet ke hutan bakau. Menurut dia, kalau memang pemerintah tebang pilih, maka atas dasar keadilan untuk kawasan Teluk Benoa, sebaiknya dimoratorium untuk kepentingan dan kelestarian lingkungan, dan semua yang ada di atas harus kembali menjadi daerah konservasi dengan segala aturan yang berada di dalamnya,” ujarnya. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *