custom writing help
Pengembangan Bandara Dipercepat, Jelang Pertemuan IMF - Manggala OnlineManggala Online

Pengembangan Bandara Dipercepat, Jelang Pertemuan IMF

 ‘’Semabu Hills’’ Bangkitkan Pelabuhan Toya Pakeh
February 23, 2018
Faber-Castell Gelar ‘Family Art Competition’ di 32 Kota
February 26, 2018

Pengembangan Bandara Dipercepat, Jelang Pertemuan IMF

Denpasar (Manggala)-Pengembangan Bandara Dipercepat, Jelang Pertemuan IMF- PT Angkasa Pura I terus mempercepat penyelesaian proyek pengembangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, yang menelan anggaran Rp 2,2 triliun lebih menjelang pelaksanaan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, Oktober 2018.

General Manajer (GM) PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Yanus Suprayogi menjelaskan, target pengembangan salah satu bandara tersibuk di Indonesia itu, diharapkan kelar sebelum bulan Oktober mendatang.
“Kami berharap bulan Agustus ini sudah bisa digunakan,” kata Yanus di sela-sela perayaan HUT ke-54 PT Angkasa Pura I di Sanur Denpasar, Sabtu 24 Februari 2018.
Terkait pengembangan bandara, menurut Yanus, dari anggaran itu bakal dipergunakan untuk penambahan fasilitas di antaranya pengembangan apron di sebelah barat dan timur bandara.
Saat ini pengerjaan proyek memasuki tahapan pembuatan apron atau tempat parkir pesawat di sisi timur bandara yang baru mencapai sekitar 1,76 persen.
Nantinya di apron timur itu ditargetkan akan ada penambahan untuk parkir empat pesawat berbadan lebar, setelah sejumlah fasilitas di kawasan timur bandara dibongkar di antaranya hanggar maskapai Travira, kargo domestik dan fasilitas lainnya.
Sedangkan di sisi barat bandara, rencananya akan ada enam tambahan “parking stan” tempat parkir pesawat berbadan lebar yang saat ini sedang dalam persiapan kontrak pekerjaan.

Perluasan apron di bandara itu cukup penting dan mendesak untuk melayani arus penerbangan yang kian padat sehingga harus bisa lebih banyak menampung slot penerbangan. Tingginya permintaan dari sekitar 70 maskapai nasional dan internasional yang melayani penerbangan di Bali saat masih teratasi. “Sementara daya tampung terminal domestik dan internasional dan landasan pacu di Bandara Ngurah Rai saat ini masih memadai,” ujar Yanus lagi.
Pilihan reklamasi di atas laut dilakukan karena keterbatasan lahan. Rencananya, akan dilakukan pengurugan wilayah pesisir di sebelah barat bandara seluas sekitar 48 hektare.
Nantinya, perluasan lainnya di bandara akan digarap setelah target (pengembangan) bandara untuk IMF itu selesai. Adanya pengembangan atau perluasan bandara, mengakibatkan keberadaan kantor-kantor yang terkena perluasan juga akan dipindah,
“Terminal VIP I dan VIP II di sebelah barat atau di dekat Pertamina akan dipindah ke timur bandara dekat terminal kargo internasional, demikian juga markas Base Ops Pangkalan Udara Ngurah Rai juga akan direlokasi agar berada dekat dengan terminal VIP baru untuk memudahkan pengamanan yang menjadi domain TNI AU,” pungkas Yanus Suprayogi. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *